Mengembangkan Kemitraan

Kemitraan merupakan bentuk dari mitra, yang dapat dijumpai pada semua kelompok orang dan usia. Dasar utama dalam mitra ini adalah keahlian, yang mana masing-masing orang yang memiliki keahlian berbeda, bekerja bersama menjadi satu kelompok/tim dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Mitra tersebut adakalanya harus dilakukan dengan orang yang sama sekali belum dikenal, dan begitu berjumpa langsung harus bekerja bersama dalam sebuah kolempok. Pertanyaan yang timbul, bagaimanakah cara mengembangkan kemitraan di dalam suatu organisasi kependidikan?

Dalam pandangan manajemen, kerjasama dimaknai dengan istilah collaboration. Kerjasama (collaboration) dalam pandangan Stewart merupakan bagian dari kecakapan ”manajemen baru” yang belum nampak pada manajemen tradisional. Dalam manajemen tradisional terdapat tujuh kecakapan/ proses kegiatan manajerial yaitu perencanaan (planning), komunikasi (communicating), koordinasi (co-ordinating), memotivasi (motivating), pengendalian (controlling), mengarahkan (directing), dan memimpin (leading) (Stewart, 1998; 88).

Tidak dapat dipungkiri, bahwa kecakapan-kecakapan di atas seperti merencanakan, mengkomunikasikan, mengkoordinasikan, dan memotivasi perlu dikuasai oleh seorang manajer. Namun demikian, untuk kecakapan mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin dianggap ”sudah tidak efektif lagi”. Menurut Stewart perlu seperangkat kecakapan baru yang perlu dikuasai oleh manajer era baru yaitu harus mampu membuat mampu (enabling), memperlancar (facilitating), berkonsultasi (consulting), bermitra (collaborating), membimbing (mentoring), dan mendukung (supporting).

Dalam bersosialisasi dan berorganisasi, kemitraan memiliki kedudukan yang sentral karena esensi dari kehidupan sosial dan berorganisasi adalah kesepakatan bermitra. Tidak ada organisasi tanpa kerjasama. Bahkan dalam pemberdayaan organisasi, kerjasama adalah tujuan akhir dari setiap program pemberdayaan. Manajer akan ditakar keberhasilannya dari seberapa mampu ia menciptakan kerjasama di dalam organisasi (intern), dan menjalin mitra dengan pihak-pihak di luar organisasi (ekstern).

Prinsip-prinsip organisasi yang selama ini dikembangkan, hakikatnya merupakan perwujudan bentuk mitra yang dilembagakan, di mana setiap orang dalam organisasi tersebut mengakui dan tunduk terhadap organisasi. Prinsip-­prinsip tersebut tentunya merupakan hasil penelaahan yang lama dan mendalam tentang interaksi manusia dalam organisasi, sehingga dinyatakan sebagai sesuatu yang hampir niscaya keberadaannya, yaitu:

  1. Adanya pembagian kerja (division of work). Pembagian kerja atau penempatan karyawan, secara normatif harus menggunakan prinsip the right man on the right place. Ada dua dasar pemikiran di atas, yaitu (a) pekerjaan dengan volume dan/atau ragamnya cukup banyak sehingga tidak bisa ditangani oleh satu atau dua orang saja, dan (b) setiap orang memiliki minat, kecakapan, keahlian atau spesialisasi tertentu.
  2. Adanya pembagian wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility). Agar staf dapat menjalankan kewenangan dan memenuhi tanggungjawabnya, perlu diberi peluang untuk saling bermitra antar sesama staf dan antara dirinya dengan manajer terkait.
  3. Adanya kesatuan perintah (unity of command) dan pengarahan (unity of direction). Dalam melaksanakan pekerjaan, karyawan yang baik akan memperhatikan prinsip kesatuan perintah pada bidangnya sehingga pelaksanaan kerja dapat dijalankan dengan baik. Karyawan juga harus tahu kepada siapa ia harus bertanggung jawab dan bekerjasama.
  4. Adanya ketertiban (order) organisasi. Ketertiban dalam organisasi dapat terlaksana dengan aturan yang ketat atau dapat pula karena telah terciptanya budaya kerja yang sangat kuat dan memiliki disiplin yang tinggi dari masing-masing anggota organisasi.
  5. Adanya semangat kesatuan (semangat korp). Setiap staf harus memiliki rasa kesatuan, atau senasib sepenanggungan sehingga menimbulkan semangat kerjasama yang baik. Setiap bagian dibutuhkan oleh bagian lainnya. Manajer yang memiliki kepemimpinan akan mampu melahirkan semangat kesatuan (esprit de corp), sedangkan manajer yang suka memaksakan kehendak dengan cara-cara yang kasar akan melahirkan friction de corp (perpecahan dalam korp).

Sekolah adalah sebuah organisasi. Di dalam sekolah terdapat struktur organisasi, mulai kepala sekolah, wakil kepala, dewan guru, staf, komite sekolah, dan tentu saja siswa. Dalam sekolah terdapat kurikulum dan pembelajaran, biaya, sarana, dan hal-hal lain yang harus direncanakan, dilaksanakan, dipimpin, dan diawasi. Semuanya itu bermuara pada hubungan mitra atau human relations.

[Diambil dari: Depdiknas.2009. Dimensi Kompetensi Kepribadian & Kompetensi Sosial (Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah), Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan]

=========

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam MANAJEMEN PENDIDIKAN
8 comments on “Mengembangkan Kemitraan
  1. hernani mengatakan:

    Sangat menarik,bila dalam realitanya semua bisa bermitra.Pasti dunua pendidikan akan ada era keterbukaan menuju budaya mutu.

  2. CONNY mengatakan:

    PENGAWAS HARUS OK YA…SUPAYA LEBIH DI PERHATIKN PEMKOT/PEMKAB

  3. Warda mengatakan:

    Makasih banyak…tanggung jawab pengawas meliputi ranah yang luas, idealnya menuju perbaikan mutu…keep trying hard

  4. arif mengatakan:

    Rasanya sangat setuju dgn berbagai macam teori yg dan yang dikembangkan, tapi mari kita telaah realita dilapangan…? apakahitu UNAS, Sekolah2 yg pada berubah standartnya dlsb nya. Tidakkah kita merenung bagaimana dgn kultur kita…apa yg membelenggu…? shg Pend dianggap tdk mendorong perubahan Negara menjadi negara maju?!

  5. arif mengatakan:

    ya, memang menarik apalagi bila bisa diimplementasikan, tapi apa lacur yg terjadi dilapangan…? jauh panggang dari api !

  6. ldii mengatakan:

    Menarik sekali. Pengetahuan baru buat saya. Terima kasih

  7. budisan68 mengatakan:

    kompetensi sosial saya dibawah 65, menurut dewan juri pada seleksi guru berprestasi provinsi kalteng… apa itu pertanda saya kurang sosial pak…

  8. Dokter Pulsa mengatakan:

    Ulasan yang sangat menarik sob., go…! Maju terus dunia pendidikan indonesia…!

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.447 pengikut lainnya.