Visi dan Misi Calon Presiden-Wakil Presiden tentang Pendidikan

Visi dan Misi Calon Presiden-Wakil Presiden tentang Pendidikan

Pemilu Presiden Tahun 2014 sudah dipastikan hanya akan diikuti oleh 2 (dua) pasangan saja, Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo–Hatta Rajasa. Kedua pasangan inipun telah mendaftarkan diri dan menyerahkan dokumen visi dan misinya ke Komisi Pemilihan Umum, sebagai salah satu persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh setiap Calon Presiden-Wakil Presiden.

Capres 2014

Tentu saja, visi dan misi ini masih sebatas gagasan yang terdokumentasikan tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap kelangsungan bangsa dan negeri ini ke depan, manakala terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada periode mendatang (2014 – 2019).

Visi dan misi kedua pasangan ini pada dasarnya berisi sejumlah komitmen yang akan dilakukan. Sebagai insan pendidikan, tentu saja kita merasa berkepentingan dan perlu mencermati tentang apa dan bagaimana komitmen dari kedua pasangan Calon Presiden dan Wakil terhadap pendidikan.

Merujuk pada dokumen visi dan misi yang ditawarkan oleh kedua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden, berikut ini disajikan tautan cuplikan komitmen masing-masing pasangan terhadap pendidikan, silahkan Anda ingin mencermatinya.

==============================

>>> Komitmen Jokowi-Jusuf Kalla terhadap pendidikan <<<

==============================

>>> Komitmen Prabowo-Hatta Rajasa terhadap pendidikan <<<

==============================

Info selengkapnya tentang visi dan misi dari kedua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden dapat diunduh melalui tautan ini:

Visi-Misi  Joko Widodo – Jusuf Kalla

Visi dan Misi Prabowo-Hatta Rajasa

Sumber: http://www.kpu.go.id/

==============================

Jika Anda ingin menyampaikan harapan dan gagasan tentang pendidikan kepada kedua pasangan calon Pemimpin Nasional tersebut, silahkan sampaikan di ruang komentar yang telah disediakan

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with:
Ditulis dalam ARTIKEL, SOSIOLOGI PENDIDIKAN
16 comments on “Visi dan Misi Calon Presiden-Wakil Presiden tentang Pendidikan
  1. suaidinmath mengatakan:

    Juka ibdonesia ingin pendidikan maju dapat di lirik pengelolaan pendidikan yang ada di Finlandia ( negera terbaik pengeloaan pendidikan di dunia). Kualitas pendidikan di negara dengan ibukota Helsinki tersebut,memang luar biasa sehingga membuat iri semua guru di seluruh dunia.
    Peringkat satu dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA, mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental. Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas! Lantas apa kuncinya sehingga Finlandia menjadi negara dengan kualitas pendidikan nomor satu dunia?
    Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru yang di utamakan. Mahasiswa calon guru direktruk sangat ketat dan tidak sembarang perguruan tinggi bisa membuka calon guru Rektruktmen kepala sekolah sangat ketat pula, yang hanya kompetensi tinggilah bisa lolos menjadi calon kepala sekolah. Karakter sikpa disiplin, tanggung jawab dan kebersihan lingkungan adalah sangat kuat di kalangan ssiswa dan guru . Pembelajaran aktif sebenarnya pada kurikulum di Indonesian sudah ada sejak lama, namunkomitmen guru dan kasek kita di Indonesia kebanaykan campurtangan piliktik praktis , di sana nyaris tdk ada interfensi politik, karena dunian pendidikian sangat di perhatikan keprofesionalitasnya oleh pemerintah.!.
    Guru-guru Finlandia boleh adalah guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah terlalu besar. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan,dan tidak semua perguruan tinggi bisa membuka pendidikan guru, hanya pergurun tunggi yang direkomendasikan oleh pemerintahkan yang dapat menddidik dan mencetak guru, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Tingkat persaingan lebih ketat dibandingkan masuk ke fakultas bergengsi lain seperti fakultas hukum atau kedokteran! Bandingkan dengan Indonesia yang guru-gurunya hanya memiliki kualitas seadanya dan merupakan hasil didikan perguruan tinggi dengan kualitas seadanya pula.
    Dengan kualitas mahasiswa yang baik dan pendidikan pelatihan guru yang berkualitas, tak salah jika mereka menjadi guru-guru dengan kualitas luarbiasa. Dengan kualifikasi dan kompetensi tersebut mereka bebas untuk menggunakan metode kelas apapun yang mereka suka, dengan kurikulum yang mereka rancang sendiri, dan buku teks yang mereka pilih sendiri.
    Di Finlandia guru tidak mengajar dengan metode ceramah. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan dan belajar menjadi tidak menyenangkan. Siswa yang lambat mendapat dukungan secara intensif baik oleh guru maupun siswa lain. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaannya antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk.
    Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar danprilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
    Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.
    Kehebatan dan keberhasilan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya!
    Itu benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab. Setiap negara mempunyai culture dan model masyarakat yang berbeda,, dalam negara finlandia termasuk negara yang menganut paham liberal,, masyarakatnya sudah terbiaasa untuk diberi kebebasan secar leluasa,, sedangkan dalamm negara kita masyarakat cenderung masih patternalistik,,ini yang mungkin masih menjadi ganajalan apabila siswa diberi kebebsan seperti difinandia. perlu dikaji lebh mendalam untuk ikut mengadopsi sistem pendidikan sepertio finlandia. meskipun demikan ini merupakan contoh yang baik yang bisa digunakan sebagai pertimbangan dalam pembangunan pendidikan indonesia kedepa

  2. Lisa Mardiana mengatakan:

    jangan cuma guru saja yang disejahterakan tapi Tenaga Pembantu Guru yang bukan Guru seperti pegawai Tata Usaha/ Staf Administrasi/ Operator yang ada di Instansi Sekolah baik dari SD-SMA Juga harus di perhatikan, bukankah Mereka-mereka yang juga ikut berperan Penting Untuk Guru? Akan Lebih BAik Jika Siapapun Presidennya Nanti Bisa Melihat secara Keseluruhan yang ada dlam Sekolah Bukan Cuma GURU. Terimakasih atas perhatiannya Semoga Dapat dipertimbangkan dengan selayaknya

  3. Siti Hapsah mengatakan:

    Terima ksh info jelas….

  4. Waris Blora mengatakan:

    Pendidikan itu nomor satu .Cara memajukannya gampang gaji guru naikkan sekitar 15 jt per bulan. Berikan target dan evaluasi cara mengajarnya. Jangan hanya murid yang dievaluasi. Evaluasi gurunya insya Allah maju.Ujian untuk menilai guru bukan untuk mrnilai murid. Begitu aja kok repot.

  5. taisir mengatakan:

    visi dan misi siapa yang ada menjamin tentang pengangkatan guru honor dan jaminan sertifikasi guru akan di tingkatkan…..!!

  6. k14 mengatakan:

    jgn cuma orientasi kepada materi guru kita udah makmur kok untuk yang pegawai dengan gaji rata2 2,5 – 3,5 jt bahkan lebih plus sertifikasi jadi 7- 8 jt/bln kalo suami istri jadi 14-16 jt tapi guru honor di swasta yang sekolah kecil gajinya cuma 300-500 rb /bln atau honor baru di sekolah negeri hampir sama fungsional pun gak dapat ini yang harus dipikirkan

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s