Bedah Kurikulum 2013 di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam

Bedah Kurikulum 2013 di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam

Dalam rangka mengantisipasi diberlakukannya Kurikulum 2013 secara nasional, Kamis, 17/10/2013, Divisi Human Resources Development (HRD) Al-Multazam menggelar acara Bedah Kurikulum 2013 dengan tema “Konsep dan Aplikasi Kurikulum 2013″. Kegiatan ini bertempat di Ruang Auditoruim Al-Multazam dan diikuti oleh para guru di lingkungan Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam-Kabupaten Kuningan. Kegiatan Bedah Kurikulum 2013 ini bertujuan memberikan pemahaman, keterampilan dan membangun komitmen para guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Pada kesempatan ini menghadirkan 3 pembicara:

  1. Drs. H. Maman Suparman, MM., Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kuningan, yang memaparkan tentang Kebijakan Pendidikan Nasional dan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Kuningan;
  2. Dr. Uhar Suharsaputra, M.Pd., yang mengupas tentang Kurikulum 2013 dalam perspektif filosofis-teoritis, dan;
  3. Saya sendiri yang diminta panitia untuk memfasilitasi rekan-rekan guru dalam mengembangkan keterampilan pembelajaran, khususnya dalam mengembangkan bentuk-bentuk pembelajaran yang sejalan dengan prinsip-prinsip pembelajaran Kurikulum 2013.

Mengingat kajian teoritis-filosofis tentang Kurikulum 2013 telah disampaikan oleh pembicara terdahulu maka pada kesempatan ini saya lebih memfokuskan pada tataran teknis. Dengan mengacu pada Permendikbud No. 81A/2013 tentang Implementasi Kurikulum dan Permendikbud No.65/2013 tentang Standar Proses, saya menyampaikan tentang pentingnya guru dalam mengenal kemampuan awal siswa dan menguasai strategi pembelajaran aktif dan pembelajaran kooperatif.  Penyajian materi dikemas melalui praktik langsung. Selain itu, saya juga mengajak peserta untuk mempraktikkan salah satu teknik memorizing yang mungkin bisa dimanfaatkan di kelas guna membantu melejitkan daya ingat siswa dan kepentingan ice breaker.

Selama kegiatan berlangsung tampak peserta sangat antusias, sejak awal sesi banyak pertanyaan dan tanggapan yang mengemuka seputar bagaimana seharusnya mengembangkan pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Semula saya telah merencanakan untuk menampilkan tayangan video model pembelajaran investigatif, tetapi mengingat waktu yang sangat terbatas, maka dengan sangat menyesal penayangan video ini pun terpaksa harus ditunda.

Akhirnya, semoga sekecil apapun yang telah saya sampaikan dalam acara bedah kurikulum 2013 ini kiranya dapat dijadikan bekal berharga bagi para peserta untuk mengarungi berbagai tantangan kehidupan Kurikulum 2013 yang mungkin akan dirasakan tidak mudah dan dibutuhkan komitmen serta kesungguhan dari semua pihak untuk menjalankannya.

Selamat berkarya dan teruslah berinovasi yang tiada henti

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam ARTIKEL, SOSIOLOGI PENDIDIKAN
10 comments on “Bedah Kurikulum 2013 di Pondok Pesantren Terpadu Al-Multazam
  1. Ismar Toalwy mengatakan:

    apapun kuriukulumnya jika sistem ‘sekedar mencari keuntungan finansial ‘ dari ‘program proyek’ yang dibuat maka…

  2. naneyan mengatakan:

    Reblogged this on Naneyan's Blog.

  3. aldyfurqon mengatakan:

    jika dikaitkan dengan “lifelong learning” dengan kurikulum 2013 apa ya :D

  4. sesilia mengatakan:

    kurikulum apapun mau berhasil atau tidak kembali kepada stocholder pendidikan dan pribadi masing – masing

  5. perkofashion mengatakan:

    mantap jayaaaa artikelnyaaaa

  6. hesti mengatakan:

    Sukses pak, smga bermanfaat

  7. H.Indra kusumah mengatakan:

    Ki dulur,kumaha damang ?waktos di Lembang Asri ditaroskeun ka Pak Bambang cs.ti Kuningan.Abdi nuju males ngeblog yeuch.Kumaha jampe na ?…..

    Alhamdulillah sehat, kumaha sawangsulna di Karawang? Ngawitan tahun ayeuna abdi lebet deui ka Pengawasan SMA.
    Jampena ngeblog mah gampil, sambat nami abdi 3 X, teras nulis naon bae nu hoyong ditulis ku urang, insya Allah jadi tulisan he…he… Hayu urang ramekeun deui blog tentang pengawasana

  8. Iman Nurochman mengatakan:

    sosialisasi kurikulum hendaknya jangan terlalu pada mengamankan kebijakan pemerintah tapi yang paling penting akan dirasakan oleh guru dan kepala sekolah lebih menekankan pada substansi materi

  9. Ratifa Iriani mengatakan:

    terima kasih pak atas info nya, semoga bapal sukses selalu …….amin

  10. MUH. SILMI SUTANTO mengatakan:

    Pendidikan di Belantara Indonesia mau pakek kurikulum apa saja boleh, yang penting merata, kurikulum 2013 saya rasa belum merata, contoh di sekolah anak saya SMAN 1 GEDANGAN SIDOARJO JAWA TIMUR melaksanakan kurikulum 2013 secara mandiri biaya2 untuk peningkatan pemahaman kurikulum, dengan demikian biaya itu harus di tanggung oleh peserta didik/wali murid. untuk pendaftaran saja udah kenak biaya RP. 2.800.000, dan sekarang kami sebagai wali murid di bebani tarikkan lagi sebesar RP.3.000.000,- itu semua untuk kekurangan fasilitas di sekolahan, TERUS KEMANA BIAYA 20% APBN/APBD. dan PENGHASILAN SERTIFIKASI yang sangat besar di terima oleh tenaga pendidik, saya Bingun sebagai masyarakat bawah yang selalu mengamati biaya pendidikan, APA SIH YANG DI MINTA OLEH TENAGA PENDIDIK & PEGAWAI NEGERI YANG MENGURUSI PENDIDIKAN DI INDONESIA INI, apakah ini hasil dari adopsi VISI-MISI Penguasa Politik yang telah berhasil menumpulkan TUPOKSI MPR RI yang selama orde lama dan orde baru mengawal dengan GBHNnya, Ini negara mas gak cukup kalau hanya mengandalkan VISI-MISI CAPRES/CAWAPRES, CAGUB/CAWAGUB, CABUB/CAWABUB & CAWALI/CAWAWALI harus ada program sekala nasional yang terarah dan di awasi oleh MPR RI, jangan kayak sekarang semuanya berjalan sendiri-sendiri sehingga gampang membangun DINASTI KORUPSI.

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s