Konselor Qolbu dan Konselor Genius

Konselor Qolbu dan Konselor Genius

Revitalisasi Konselor dalam Implementasi Kurikulum 2013 untuk Membangun Karakter”.  Itulah tema materi yang disampaikan Prof. Dr. H. Moh. Surya, pada kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh MGBK SMA dan MGBK SMP Kabupaten Kuningan, bertempat di SMA Negeri 1 Cibingbin Kabupaten Kuningan. Menurut Moh. Surya, sosok konselor yang  ideal untuk menunjang implementasi Kurikulum 2013 adalah sosok konselor profesional yang berbasis qolbu atau disebut Konselor Qolbu.

Selanjutnya dikemukakan pula bahwa,  konselor  dapat di ke dalam 4 (empat) kategori, yaitu:

  1. Konselor Aktual. Konselor yang secara nyata melaksanakan tugasnya semata-mata karena tuntutan formal, namun belum disertai dengan jiwa, semangat, dan nilai sebagai konselor.
  2. Konselor Harmonis. Konselor yang tampil dengan kemampuan memanipulasikan kondisi dirinya untuk tampil sebagai konselor yang baik. Ia tampak harmonis sebagai konselor meskipun tidak seluruhnya bersumber dari kondisi pribadinya. Kadang-kadang ada konflik antara kondisi pribadi dengan tuntutan sebagai konselor tetapi dapat dimanipulasi sedemikian rupa sehingga tampak harmonis.
  3. Konselor Karakter.  Konselor yang mewujud berbasis karakter yang melekat dalam dirinya sebagai bagian dari keseluruhan kepribadiannya, yang telah terbentuk sejak masa kecil tetapi bukan terbentuk karena pelatihan atau pendidikan yang terkait dengan profesi konseling. Penampilan kinerja konselor pada kategori ini sudah sesuai, selaras,  dan seimbang dengan karakter yang melekat dalam dirinya. Penampilan sebagai konselor sekaligus juga merupakan penampilan kualitas karaternya.
  4. Konselor Qolbu. Konselor Qolbu merupakan kategori konselor dengan derajat tertinggi yang berbasis Qalbu.  Konselor Qolbu  adalah konselor yang melaksanakan tugasnya sebagai pendidik dengan penuh keikhlasan dan  ketulusan hati yang bersumber dari kebajikan qalbunya yang paling dalam.

Konselor Qolbu memiliki 7 (tujuh) karakteristik, yaitu: (1) faith (keyakinan); (2) truth (kebenaran); (3) compassion (keharuan rasa); (4) humility (rendah hati); (5) love (cinta kasih); (6) gratitude (bersyukur) dan (7) integration (keutuhan).

Sementara itu, pada sesi kedua, Rudiana dari Leader of SMILE’s Indonesia Intitute dan Trainer in Smash Training menyampaikan materi tentang: “Konselor Genius: Solusi Alternatif Pendekatan Bimbingan dan Konseling yang Menyenangkan Berbasis Ramah“. Istilah Konselor Genius diambil dari Konsep Genius yang digagas oleh Thomas Amstrong.

Inti kajian tentang Konselor Genius adalah:

  1. Konselor Genius adalah  konselor yang selalu mengembangkan dirinya agar layanan bimbingan dan konseling tidak kehilangan daya pikatnya .
  2. Konselor Genius merindukan dan berusaha menciptakan strategi dan suasana bimbingan yang menggairahkan,  menyenangkan, dan  mengesankan dengan pola relasi I am OK-You are OK, sehingga konseli dapat termotivasi dan terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan.
  3. Konselor Genius  adalah konselor yang menyadari betul bahwa kejeniusan  adalah potensi yang dimiliki siswa, yang perlu dikembangkan melalui bantuan dari sosok konselor  dengan karakter yang tepat.

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam ARTIKEL, BIMBINGAN DAN KONSELING
7 comments on “Konselor Qolbu dan Konselor Genius
  1. moh.hakam yamin mengatakan:

    artikel yang di sajikan sangat bermanfaat tuk pengembangan wawsan konselor di lapangan, terima kasi dan bila ada info baru mohon tuk di sampaikan lagi.

  2. asrurisyam mengatakan:

    Semoga para Bapak Ibu konselor pernah membaca artikel ini, sehingga kehadiran seorang konselor yang memahami arti pendidikan akan memberi arti pada pendidikan di Indonesia.

  3. wawan mengatakan:

    seorang konselor yang baik adalah yang IKHLAS dalam kondisi apapun harus siap membimbing, membina dan memberi solusi

  4. Sitihasanah Sri mengatakan:

    Mudah-mudahan semua guru BK/Konselor sekolah termasuk golongan ini.

  5. SUPRIJADI mengatakan:

    Sebetulnya masih ada satu bagian dari Konselor, yang mungkin akan dapat diterapkan pada kurikulum 2013 yaitu Konselor Berkarakter artinya mereka sebagai konselor harus mampu memberikan suri tauladan yang baik dan benar bagi anak didik dan lingkungannya.

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s