[Download Draft Kurikulum 2013]: Dimana Posisi Bimbingan dan Konseling?

[Download Draft Kurikulum 2013]: Dimana Posisi Bimbingan dan Konseling?

Rencana pemerintah untuk memberlakukan Kurikulum Baru di tahun 2013 tampaknya akan menjadi sebuah kepastian. Berdasarkan Draft Pengembangan Kurikulum 2013, diperoleh beberapa informasi esensial tentang berbagai usulan dan rencana perubahan yang akan dilakukan, khususnya berkaitan dengan: (1) Standar Kompetensi Lulusan; (2) Standar Proses;  (3) Standar Isi; dan (4)  Standar Penilaian.

Posisi Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013

Setelah menyimak seluruh isi Draft Pengembangan Kurikulum 2013, saya tidak menemukan satu kalimat pun tentang Bimbingan dan Konseling.  Dalam hati saya bertanya: “Apakah ini suatu kesengajaan atau memang telah terjadi fatal error dalam perumusan kurikulum?” Kegelisahan dan keheranan semakin menguat setelah melihat usulan rencana perubahan dalam struktur kurikulum yang didalamnya menyebutkan “Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler”.

Struktur Kurikulum Baru

Seperti kita maklumi, dalam Kurikulum 2006, layanan bimbingan dan konseling termasuk dalam  wilayah Pengembangan Diri bersama-sama dengan Ekstrakurikuler.  Jika memang usulan “Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler”  disetujui dan menjadi keputusan resmi, timbul pertanyaan besar dalam benak saya:

DIMANA POSISI BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM KURIKULUM 2013?

Dalam hal ini, saya tidak ingin menduga-duga untuk menjawabnya. Barangkali ada diantara Anda yang bisa memberikan penjelasan….

===========
Anda ingin mengunduh materi: Draft Pengembangan Kurikulum 2013?  Silahkan klik tautan di bawah ini:

atau DISINI

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam ARTIKEL, BIMBINGAN DAN KONSELING, PEMBELAJARAN
121 comments on “[Download Draft Kurikulum 2013]: Dimana Posisi Bimbingan dan Konseling?
  1. NOVIANTI S AHMAD berkata:

    Selama guru masih belum merata di seluruh Indonesia maka mutu pendidikanpun tidak akan maksimal,jadi menurut saya tenaga pendidik dulu yang di tinjau baru kurikulumnya,sebab yang akan mengelola nanti adalah guru.

  2. Akibuang berkata:

    Pemerintah Kabupaten/Kota sangat berperan mensukseskan semua regulasi di pendidikan. Banyak regulasi yang tidak dilaksanakan oleh daerah. Contoh Induksi Guru pemula banyak daerah yang tidak melaksanakan,

  3. RONALDO berkata:

    apapun kurukulum yang dirancang pemerintah jika guru dan dinas pendidikan tidak konsisten untuk melaksanakannya akan sia-sia, apalagi banyak guru di negeri kita ini yang mengajar tidak sesuai dengan bidang keahliannya.

  4. SUGIH berkata:

    Trima kasih Informasinya!

  5. Moenawar berkata:

    Keberhasilan kurikulum 2013 sangat terpusat pada designer, guru dan muridnya dengan membuka ruang dependent, independent, dan interdependent biar guru dan muridnya nggak bingung.

  6. La Ode Alfa berkata:

    KTSP sudah cukup baik disiapkan oleh kemendiknas tetapi tidak dapat dilaksanakan secara optimal oleh sebagian besar guru dan kepala sekolah khususnya di daerah dan pelosok karena guru di daerah dan pelosok tidak pernah dilatih bahkan tidak memiliki referensi untuk dipedomani dalam upaya meningkatkan komepetensinya sebagai guru profesional walaupun mereka telah bersetifikat. Sebagian besar sertifikat hanya sebagai simbol untuk mendapatkan tunjangan profesi, tidak sebanding sertifikat yang dimiliki dengan kompetensi yang dimilikinya. Semoga dengan kurikulum 2013 ini semua guru dan kepala sekolah benar-benar dapat diperhatikan oleh pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk memenuhi standar kompetensi yang ideal sebagai guru profesional, dan pembinaan/pengembangan kompetensi berkelanjutan harus dikelola/ ditangani langsung oleh Kemendikbud tidak diserahkan kepada pemerintah daerah, karena kalau diserahkan ke pemerintah daerah maka hasilnya tidak bisa diharapkan untuk mencapai standar mutu pendidikan yang diinginkan oleh bangsa ini bahkan mutu pendidikan kemungkinan semakin merosot.

  7. Fakhrur berkata:

    Belum selesai satu kurikulum dilaksanakan secara baik, datang kurikulum baru lagi. Guru semakin bingung menyusun RPP. Hasilnya, guru sibuk belajar (memahami kurikulum baru), sedangkan siswa sibuk dengan kesibukannya sendiri.

  8. yuyun yuliana berkata:

    apapun&bagaimanapun kurikulumnya tidak akan berhasil selama mentalitas pendidiknya belum mantappp!!!!

  9. nuralam anar berkata:

    Bimbingan dan konseling,sejak tahun 1975 Bimbingan diakui sebagai salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan program pendidikan di sekolah.PP No.28 dan 29 Tahun 1990,bimbingan ditetapkan sebagai suatu layanan pendidikan yang harus diperoleh semua peserta didik,untuk membantu mereka dalam mengarahkan perencanaan masa depannya sesuai dengan minat dan bakatnya.Kurikulum 2.013 ,ada peminatan peserta didik,Bagaimana para konselor Indonesia apa uda SIAP… melaksanakan peminatan,?

  10. RAKIB SINJAI SULSEL berkata:

    KURIKULUM 2013 TIDAK LAMA LAGI SUDAH DILAKSANAKAN…. TETAPI PENYAMPAIAN KEPADA SELURUH EKSEKUTOR DILAPANGAN (GURU MP/GURU KELAS) TENTNG TEHNIS PELAKSANAANYA BELUM MENERIMA SOSIALISASI-FASILITAS… JANGAN SAMPAI SEMUANYA AKAN SERBA MENDADAK. APALAGI DI PELOSOK YANG SEMUANYA SRBA TERBATAS… BUKANKAH BUTUH PERSIAPAN YANG MATANG…. SUPAYA HASIL AKHIR BUKAN SELALU X NOL,……!!!!!!!?????!!!!!!

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.