PP No. 8 tahun 2012: Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)

PP No. 8 tahun 2012: Kualifikasi Manusia Indonesia

Terhitung tanggal 17 Januari 2012 lalu, Presiden RI telah menandatangani Peraturan baru yaitu Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia yang di dalamnya antara lain mengatur tentang: jenjang, penyetaraan, dan penerapan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) atau Indonesian Qualification Framework  adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Kualifikasi pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) merefleksikan capaian pembelajaran (learning outcomes) yang diperoleh seseorang melalui jalur : (1) pendidikan; (2) pelatihan; (3) pengalaman kerja, dan (4) pembelajaran mandiri

Hadirnya peraturan  ini tentu bukan dimaksudkan untuk membuat stratifikasi sosial (pengkastaan) baru di tengah-tengah masyarakat kita, melainkan untuk dimaknai sebagai upaya untuk mewujudkan mutu dan jati diri Bangsa Indonesia terkait dengan sistem pendidikan dan pelatihan nasional yang dimiliki Indonesia.

Fasli Jalal (2010) pernah mengatakan bahwa Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dapat membangun kesadaran mutu para penyelenggara pendidikan di Indonesia untuk menghasilkan kualitas SDM yang sesuai dengan deskriptor kualifikasi dan menjadi fondasi pengakuan, akses, kolaborasi  sumber daya manusia  di dunia Internasional dan pada gilirannya akan meningkatkan daya saing bangsa. Selain itu, melalui KKNI diharapkan dapat mendorong terbangunnya country education profile dengan data yang komprehensif.

Dengan adanya KKNI ini akan merubah cara melihat kompetensi seseorang, tidak lagi semata dari Ijazah tapi dengan melihat kepada kerangka kualifikasi yang disepakati secara nasional sebagai dasar pengakuan terhadap hasil pendidikan seseorang secara luas (formal, non formal,  in formal atau otodidak) yang akuntabel dan transparan.

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), terdiri atas 9 (sembilan)  jenjang. Adapun keterkaitan antara latar pendidikan seseorang dengan jenjang bisa dilihat dalam gambar di bawah ini:

 KKNI

Info selengkapnya Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia dapat diunduh melalui tautan di bawah ini:

Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

Lampiran Peraturan Presiden No. 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

===========

Apa refleksi Anda tentang Peraturan Presiden ini?

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam ARTIKEL, MANAJEMEN PENDIDIKAN
36 comments on “PP No. 8 tahun 2012: Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
  1. Asep Awaludin berkata:

    Assalaamu’alaikum, sampurasun.
    Hatur punten sim kuring kumawantun ngiringan lebet kana ieu blog sareng kumawantun parantos ngundeur kana salah sawios data nu aya didieu. Hatur nuhun.

  2. simon gasang berkata:

    Terimakasih bpk. Kalau saja semua pakar-pakar pendidikan di indonesia membagi ilmu dan informasinya seperti bapak , saya kira pendidikan kita semakin lama semakin baik.

  3. diinnak berkata:

    pak boleh saya post untuk bahan artikel web.. sumber nama yg laen akan saya cantumkan.. saya mohon ijin copas..

  4. pelajar badung berkata:

    matur tengyu pak,,, salam kenal…

  5. eko supriyanto berkata:

    matur nuwun atas info yang sangat bermanfaat, kebaikan bapak sangat menunjang mengatasi perbaikan dunia pendidikan yang sedang carut marut ini.

  6. Amir Mahmud berkata:

    Terima kasih Bapak atas infonya… Sangat bermanfaat.

  7. ino putro berkata:

    ijin download pak.. salam

  8. Evi berkata:

    Sehubungan dengan PP ini, bagaimana dengan orang yang pengalaman kerjanya sdh banyak tetapi pendidikannya blm setara & ia blm mampu utk melanjutkan pendidikan tingginya ? apakah ia tdk akan mendpt haknya?
    Bagaimana dgn mrk yg jarang ikut pelatihan? krn ternyata di tmptnya bekerja yg diikutkan dlm pelatihan orgnya hanya yg itu2 saja, tanpa memberi kesempatan kpd yg lain utk ikut pelatihan?, bagaimana dgn pengalaman kerja yg cuma sedikit? krn memang hanya sedikit pekerjaan yg diberikan kpdnya? tanpa memberi kesempatan kpdnya utk berkarya.
    Bagaimana dgn nasib org2 spt di atas ?? apakah mereka jg berhak utk mendptkan

  9. r.kosasih berkata:

    Bagi saya ini baik, barangkali untuk mengukur gambaran awal kompetensi seseorang namun pada prakteknya nanti adalah penilaian setelah jangka waktu tertentu apakah prestasi kerjanya sudah sesuai dengan job dan tujuan organisasi yang disepakati sehingga ukuran pendapatan seseorang selayaknya disesuaikan dengan sumbangsih yang diberikan untuk organisasinya barangkali ini disebut adil barangkali , nuhun

  10. Hendry H W berkata:

    Referensi KKNI bisa dilihat, mirip dengan Australian Qualification Framework, ataupun jenjang kualifikasi profesi yang ada di Jepang, yang dimulai dari pemagang, teknisi, dan sampai ke master craftman. Kalo ga salah di perusahaan Rig, bila seseorang telah menjadi project manager sebanyak 2x untuk membangun rigs, maka dia akan setara dengan Master. Seseorang lulusan SMA/K, bisa pelan2 mengikuti uji kompetensi atas unit2 yang diraihnya melalui tempat kerja sebagai memasak, dan berhak kerja di Hotel di Singapore atas keahliannya sebagai cook helper. Drpd seterusnya jadi pembantu dan ga punya uang untuk bayar kuliah demi sebuah kertas dan tidak job-ready. Akhirnya…. Indonesia punya KKNI…. (oya th 2015, ASEAN Australia New Zealand Qualification Framework akan di mulai, karena sudah disepakati dalam rangka AFTA di Bangkok bulan April 2011)

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.