Cooperative Profesional Development: Model Pengawasan Pendidikan

Cooperative Profesional Development: Model Pengawasan Pendidikan

Dalam bukunya yang berjudul “Supervisi Pendidikan: untuk Pendidikan yang Lebih Baik”, Prof.Dr. Hi. Abd. Kadim  Masaong, M.Pd. (2010),  mengetengahkan tentang 5 (lima) model kepengawasan atau model supervisi. Salah satunya  adalah Model Cooperative Profesional Development (CPD) atau disebut juga Model Pengembangan Kerjasama Profesional.

Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development (CPD) dapat diartikan sebagai sebuah model kepengawasan/supervisi yang difasilitasi oleh kepala sekolah atau pengawas sekolah melalui proses yang diformulasikan secara moderat oleh dua orang  guru atau lebih yang setuju bekerjasama untuk menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan profesionalnya. Biasanya dilakukan melalui kegiatan saling mengadakan observasi kelas, saling memberikan umpan balik, dan menguasai tentang masalah-masalah kesupervisian. Dalam menerapkan model Cooperative Profesional Developmentini  hendaknya  dapat menyediakan setting dimana guru secara informal dapat membicarakan persoalan-persoalan yang mereka hadapi, saling menukar gagasan, saling membantu dalam mempersiapkan pembelajaran, petukaran berbagai petunjuk dan saling memberi dukungan.

Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah dapat memilih sendiri bentuk kerjasama pengembangan profesi, sesuai dengan karakter dan budaya sekolah setempat. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh kepala sekolah/pengawas sekolah dalam merencanakan dan menerapkan model ini, yaitu:

  1. Guru diikutsertakan dalam menentukan siapa yang dapat diajak untuk bekerja sama.
  2. Kepala sekolah hendaknya bertindak sebagai penanggung jawab terakhir dalam membentuk tim Cooperative Profesional Development.
  3. Struktur supervisi hendaknya bersifat formal, terutama dalam hal pemeliharaan catatan-catatan mengenai bagaimana cara dan dalam waktu apa yang digunakan serta memeberikan deskripsi umum tentang kegiatan Cooperative Profesional Development. Catatan tersebut bersifat laporan tahunan kepala sekolah/pengawas sekolah.
  4. Kepala sekolah/Pengawas sekolah hendaknya memberikan sumber-sumber yang diperlukan dan dukungan administrasi yang memungkinkan tim Cooperative Profesional Development berfungsi setiap saat.
  5. Kepala sekolah/Pengaawas sekolah tidak menerima informasi mengenai hasil-hasil kerja tim dalam pembelajaran, jika hal itu tidak perlu dievaluasi. Jadi, informasi tersebut tetap disimpan oleh tim.
  6. Jika kepala sekolah/pengawas sekolah perlu mengadakan evaluasi yang mendalam, hendaknya data tersebut dinilai melalui seorang guru tentang pekerjaan guru yang lain.
  7. Masing-masing guru hendaknya mencatat perkembangan profesionalnya masing-masing sebagai hasil dari kegiatan Cooperative Profesional Development.
  8. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan dengan tim Cooperative Profesional Development sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk melakukan penilaian proses Cooperative Profesional Development.
  9. Kepala sekolah/pengawas sekolah hendaknya mengadakan pertemuan individual dengan setiap anggota tim Cooperative Profesional Development sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk membicarakan catatan pertumbuhan profesionalnya dan memberikan dorongan serta bantuan yang diperlukan.
  10. Secara umum, tim-tim baru hendaknya dibentuk setiap dua atau tiga tahun.

Dengan mengutip pemikiran Heller, dikemukakan pula beberapa keuntungan dari penerapan  Model Kepengawasan/Supervisi Pendidikan Cooperative Profesional Development  (CPD) , diantaranya:

  1. Merupakan wahana bagi guru untuk mengetahui pekerjaan guru lainnya.
  2. Memberian suatu mekanisme bagi mereka untuk saling berkomunikasi mengenai belajar dan pembelajaran.
  3. Kegiatan yang bersifat kontinyu akan sangat meningkatkan motivasi belajar bagi guru.
  4. Interaksi intelektual akan memberi efek induksi karena akan terjadi saling menerima dan saling memberi informasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  5. Melalui Cooperative Profesional Development akan menimbulkan kesan adanya upaya perbaikan perilaku inovatif, disiplin, dan self control dalam pelaksanaan tugas-tugas mengajar.
  6. Menunjukkan bahwa guru-guru banyak belajar dari teman guru lain dan mempercayai satu sama lain sebagai sumber ide baru dan membagi masalah yang mereka hadapi.

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam ARTIKEL, MANAJEMEN PENDIDIKAN
18 comments on “Cooperative Profesional Development: Model Pengawasan Pendidikan
  1. Susanti mengatakan:

    selamat malam pak. mohon bantuan informasinya, buku yang bapak tulis diatas, Supervisi Pendidikan : Untuk Pendidikan yang lebih Baik, itu penerbitnya apa pak ? bisa dibeli dimana ya ?

  2. […] guru dalam upaya membantu meningkatkan profesionalisme guru. Selanjutnya, muncul pula istilah peer supervision (supervisi sejawat) yaitu kegiatan supervisi yang dilakukan bersama rekan sejawat,  saling […]

  3. mahfud mengatakan:

    sangat tepat sekali model supervisi ini digunakan karena ni memberikan katerbukaan antara pendidik dan supervisor.
    semoga para pengawas pendidikan bisa mengamplikasikan model supervisor ni ! oke….
    wassalamu’alaikum wr.wb.

  4. mukhlis mengatakan:

    CPD Adalah sebuah model kepengawasan baru bagi yang belum pernah mendengar ,apa lagi untuk melaksanakannya ,semoga materi cpd ini ada pengembangan lebih lanjut untuk menambah wawasan pembaca serta memiliki keinginan untuk mencoba.

  5. vina mengatakan:

    terima kasih atas informasinya> sehingga menambah pengetahuan saya.Sebelumnya say minta ijin untuk model di atas akan saya uji coba di sekolah kami. terima kasih

  6. susilo utomo, spd.sd mengatakan:

    terima kasih atas pengetahuan yg telah di upload.

  7. Romen P mengatakan:

    Saya berterimakasih dgn Bapak,karena isi/tulisan di blog sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas pengawas yang kurang perhatian ini.

  8. LALU ZAINAL ABIDIN mengatakan:

    Sukses untuk pakAkhmad, Insya Allah forum-forum seperti akan sangat bermanfaat untuk menambah wawasan teman-teman Pengawas

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s