Dana Alokasi Khusus Pendidikan Berpotensi Menyimpang?

Setelah melakukan kajian, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bidang Pencegahan M Jasin mengatakan bahwa KPK telah menenggarai adanya potensi peyimpangan sebesar 2,2 trilyun dalam pengelolaan dana alokasi khusus (DAK) dalam bidang pendidikan.

“Ini terjadi akibat ketidaksesuaian DAK pada tahap perencanaan,” kata Jasin dalam jumpa pers di gedung KPK Jakarta, Jumat 15 Januari 2010.

Menurut Jasin dari data alokasi DAK bidang pendidikan Departemen Keuangan terdapat 160 kabupaten/kota yang secara tetap mendapatkan dana DAK bidang pendidikan, meski data teknis Departemen Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa 160 kabupaten/kota itu tidak memiliki ruang kelas rusak dan tidak membutuhkan dana rehabilitasi.

“Dana rehabilitasi ini mencapai Rp 2,2 trilyun,” kata Jasin.

Selain itu, menurut Jasin juga terjadi penyimpangan pemanfaatan dana dalam pelaksanaan pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) dalam bidang pendidikan.

“Penyimpangan terjadi antara lain dalam pembayaran jasa konsultan dan IMB,” ujar Jasin.

Jasin mencontohkan di suatu kabupaten setiap sekolah penerima DAK bidang pendidikan diharuskan membayar sebesar Rp 3,3 juta untuk biaya konsultan, perencana dan pengawas, menurutnya bila dikalikan 138 sekolah yang mendapatkan DAK di kabupaten itu, maka jumlahnya mencapai Rp 455,4 juta.

Selain itu menurut Jasin, KPK juga menemukan keterlambatan pencairan yang mengakibatkan tersendatnya proses rehabilitasi serta kurang tertibnya pencatatan aset yang berpotensi menimbulkan kerugian negara dan berbagai potensi konflik kepentingan yang dapat mengarah pada tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa.

“Saat ini kami masih mengedepankan pencegahan, namun kalau terus menyimpang, tidak menutup kemungkinan proses hukum akan berjalan,” kata Jasin.

Sumber: VIVAnews

===============

Refleksi:

  • Jika pernyataan di atas benar adanya,  tentunya merupakan tragedi besar bagi perjalanan bangsa ini.
  • Hal yang ironis ketika anggaran pendidikan terus ditingkatkan,  tetapi dalam pemanfatannya ternyata  masih terjadi kekacauan  di sana-sini.
  • Korupsi dalam pendidikan bukan hanya dapat berakibat terhadap kerusakan pada infrastruktur pendidikan, tetapi justru yang lebih dikhawatirkan  adalah terjadinya kerusakan manusia-manusia Indonesia, yang pada gilirannya kualitas kehidupan  bangsa ini  menjadi sulit beranjak.
  • Siapa pun pelakunya dan berapa pun yang dikorupsinya,  menunjukkan betapa masih rendahnya kesadaran akan tanggung jawab pendidikan anak bangsa di negeri ini.
  • Gara-gara ulah mereka, haruskah kita menjadi bangsa  yang pecundang?

=========

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam ARTIKEL
11 comments on “Dana Alokasi Khusus Pendidikan Berpotensi Menyimpang?
  1. STOP KORUPSI dan SUAP di Indonesia mengatakan:

    terimakasih informsinya…
    korupsi semakin hari malah menjadi-jadi,instansi pendidikan yang seharusnya berperan besar dalam penanggulangan korupsi malah di selubungi akan korupsi

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s