Pendidikan yang Memerdekakan

Pendidikan bukanlah sebuah proses penjinakkan (domestikasi), yang memandang individu sebagai makhluk liar yang harus dijinakkan oleh sang pawang. Demikian pula,  pendidikan bukanlah proses cuci otak  dengan memasukkan doktrin-doktrin yang tidak sejalan dengan fitrah kemanusiaan yang dimilikinya.

Pendidikan semacam ini hanya akan menghasilkan manusia-manusia  robot yang serba mekanistis. Menjadikan manusia tak ubahnya seperti burung beo, yang hanya sanggup berkata seperti apa  yang diajarkan sang pawang atau menjadikannya seperti bebek,  yang selalu mengekor pada yang lain. Tidak mandiri dan sangat  miskin kreativitas !

Inilah pendidikan yang memenjarakan sekaligus mengingkari fitrah kemanusiaan, yang disadari atau tidak disadari, praktik pendidikan semacam ini tampaknya masih mewarnai pada sebagian kehidupan di negeri ini, baik pada lingkungan pendidikan formal maupun nonformal.

Adalah fitrah manusia,  terlahir dengan dibekali segenap potensi masing-masing,  yang mungkin antara satu individu dengan individu lainnya berbeda. Maka  disinilah, tugas utama pendidikan untuk dapat menyediakan lingkungan belajar agar setiap individu dapat berkembang optimal menjadi dirinya sendiri, sejalan dengan fitrah  dan pilihannya masing-masing.

Jangan paksa mereka menjadi tentara, kalau memang potensi dan pilihan mereka menjadi seniman.  Yang terpenting  adalah berikan kesempatan yang luas kepada mereka untuk dapat mewujudkan dirinya sebagai seniman yang sukses!

Saya kira itulah pendidikan yang MEMERDEKAKAN, didalamnya terkandung kemandirian, kreativitas, tanggung jawab dan tanpa paksaan. Oleh karena itu, mari kita belajar menjadi pendidik yang  MERDEKA dan mari belajarkan anak-anak didik kita tentang arti KEMERDEKAAN yang sesungguhnya, sehingga kelak mereka dapat menjadi manusia-manusia yang MERDEKA.

==========

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam ARTIKEL, PEMBELAJARAN
13 comments on “Pendidikan yang Memerdekakan
  1. ERIX berkata:

    thakz…………………. bangetttttttttttttttttttttttttttttt.

  2. riko berkata:

    pembahasannya menarik…..kirim ya ke e-mail ku..trimakasih

  3. laki-laki di titik nol berkata:

    itu baru tahap prediksi …

    mengapa ?,, karena kita berada dalam sistem yang dibelenggu dengan berbagai strategi yang membuat sistem tatanan pendidikan kita yang diperankan oleh kapitalis hedonisme,

    belum lagi dari berbagai sendi masalah yang mempengaruhi kualitas pendidikan kita, sebut sja dari faktor budaya, sosial, teknologi, dan masih banyak …

    untuk itu saya merasa upaya anda untuk memerdekakan pendidikan itu masih berada dalam jiwa-jiwa ibduvidu,, karena di permukaan dunia berserakan masalah yang kompleks.

  4. roel berkata:

    setuju bngt dan seharusnya seperti itu, dan mari para temen guru jadilah pendidik yang merdeka.
    artikel ini sangat membuka mata hati sy

  5. udo berkata:

    Pendidikan tidak boleh mematikan karakter sesorang, justru hrs membentuk pribadi yang lebih matang.

  6. DICKY berkata:

    Pendidikan suatu yang terpenting untuk mencerminkan suatu bangsa dan negara dan pendidikan sangat penting bagi manusia untuk menjalankan kehidupan

  7. nafilah alis berkata:

    Fitrah manusia lahir kedunia dibekali sejumlah potensi yang perlu dan dapat dikembangkan melalui proses pendidikan. Oleh karenamya, esensi dari sebuah pendidikan adalah “memanusiakan manusia”. Kemerdekaan pendidikan pun bermakna, kesempatan bagi semua insan untuk mengembangkan potensi fitrahnya, agar dapat menjadi manusia yang hakiki. Semua manusia Indonesia, berhak mendapatkan pendidikan .Sistempun turut berperan mendukung terwujudnya pendidikan yang memerdekakan, pendidikan yang memperhatikan rakyat kecil, pendidikan yang memanusiakan manusia.

  8. Rama berkata:

    memang kita harus merdeka dalam hal pendidikan

  9. glassica berkata:

    memang begitulah seharusnya pendidikan..

  10. kelly amareta berkata:

    jangan berhenti berusaha untuk lebih merdeka

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.