Bom Ritz Carlton-Marriott

Untuk kesekian kalinya Indonesia berduka dan  terluka lagi akibat ulah dari tangan-tangan orang yang tak bertanggung jawab. Jum’at pagi ini (17-07-2009) masyarakat Jakarta khususnya dan umumnya masyarakat Indonesia  dikejutkan lagi dengan peristiwa peledakan bom  yang terjadi di  hotel Ritz Carlton dan JW  Marriott Jakarta. Bom yang meledak di kedua hotel  tersebut berlangsung dalam waktu yang bersamaan sekitar pukul 7.40 WIB ini. Hingga saat ini tercatat  jumlah korban jiwa sebanyak  9 orang dan korban luka-luka sebanyak sekitar 42 orang.

Korban yang meninggal di lokasi ledakan ada delapan orang, yakni di Hotel JW Marriott sebanyak enam orang dan Hotel Ritz Carlton dua orang dan  satu orang meninggal di Rumah Sakit Medistra. Sementara korban luka berat  dan ringan dilarikan ke Rumah Sakit terdekat, diantaranya: Rumah Sakit Pertamina Pusat,  Rumah Sakit Jakarta, Rumah Sakit Medistra dan Rumah Sakit MMC Kuningan yang paling banyak menampung para korban.

Siapakah pelaku dan otak dari peristiwa ini? Tampaknya akan  menjadi  kerja keras dari pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya  untuk mengungkapkannya.  Meski demikian, ada sebagian masyarakat  yang berspekulasi bahwa pelaku  dan otak dibalik peristiwa memilukan ini tertuju kepada kelompok lama di sekitar Noordin M. Top, sebagaimana disampaikan oleh  Sidney Jones Direktur International Crisis Group (ICG). Sidney Jones menduga pelaku pemboman di Hotel JW Manrriott dan Ritz Carlton adalah anggota kelompok Noordin M. Top. “Kalau benar polisi mengatakan kemungkinan bom bunuh diri, ini menuju ke kelompok lama di sekitar Noordin M. Top. Tapi itu baru spekulasi,” kata Sidney Jones, lewat sambungan telepon, kepada (tempointeraktif). Menurut dia, aksi kelompok Noordin dapat dilihat dengan melihat pola yang digunakan saat pemboman. “Polanya dengan bom bunuh diri dengan target hotel”.

Sementara itu,  seorang pejabat Istana Presiden yang tidak disebutkan namanya usai menengok lokasi kejadian Jumat siang mengatakan pihak Kepolisian telah mengantongi dugaan pelaku tersebut. “Dari kamera CCTV diduga pelaku adalah tamu hotel yang menginap dan meletakkan bom di kedua hotel itu dan pergi meninggalkan lokasi. Polisi sudah mengantongi data dugaan pelaku,” kata sumber itu (KapanLagi.com)

Yang paling menarik justru apa yang disampaikan Presiden SBY pada saat konferensi pers yang disiarkan melalui tvOne dalam acara breaking news.  Dalam konferensi pers tersebut,  SBY menyampaikan bahwa peristiwa Bom Ritz Carlton-Marriott ini  tidak menutup kemungkinan memiliki keterkaitan dengan hasil Pilpres 2009.  Sambil memperlihatkan gambar-gambar temuan intelijen, SBY menduga ada segelintir orang yang menghendaki dirinya tidak jadi dilantik sebagai Presiden dan menghendaki  Indonesia menjadi chaos seperti pasca pemilu di Iran.

Sumber:

tempointeraktif. com

KapanLagi.com

Breaking News tvOne tanggal 17-07-2009

=========

Terlepas dari siapapun dan dari kalangan mana pun, kita sudah sepatutnya mengutuk keras  otak maupun  pelaku peristiwa peledakan ini. Kita berharap semoga ke depannya tidak terjadi lagi teror-teror yang mengerikan semacam ini. Kepada para korban, saya sampaikan turut prihatin dan berduka  cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi yang menimpa Anda sekalian.

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam ARTIKEL, SOSIOLOGI PENDIDIKAN
23 comments on “Bom Ritz Carlton-Marriott
  1. yani mengatakan:

    siapapun dalangnya brantas habis.

  2. subhan mengatakan:

    oh iya dengerin tu kongkow bareng GUSDUR di kbr 68h /tempo.setiap sabtu jam 10-11 siang.tambah wawasan kebangsaan.

  3. subhan mengatakan:

    betul,harus diingat GUSDUR pernah bilang orang yang dulu suka jadi tokoh belakang suka ngebom orangnya ada di sekeliling sby.makanya setelah sby jadi presiden gak ada bom,hati hati sby orangnya ada di sekeliling anda.sby saya yakin tau siapa dalang bom saat gusdur jadi presiden.mungkin kali orang ini takut gak dipilih sby jadi mentri ato apalah…,makanya main bom.sby jangan takut ama teroris berbaju jas/jubah.

Komentar ditutup.