Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan

Sejarah perjalanan perkembangan keyakinan dan pemikiran umat manusia tentang pendidikan telah melahirkan sejumlah filsafat yang melandasinya. Dari berbagai filsafat yang ada, terdapat tiga aliran paham yang dirasakan masih dominan pengaruhnya hingga saat ini, yang secara kebetulan ketiganya lahir pada jaman abad pencerahan menejelang zaman modern.

  1. Nativisme atau Naturalisme, dengan tokohnya antara lain. J.J. Rousseau (1712-1778) dan Schopenhauer (1788-1860 M). Paham ini berpendirian bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci dan dianugerahi dengan potensi insaniyah yang dapat berkembang secara alamiah. Karena itu, pendidikan pada dasarnya sekedar merupakan suatu proses pemberian kemudahan agar anak berkembang sesuai dengan kodrat alamiahnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung pesimistik.
  2. Empirisme atau Environtalisme, dengan tokohnya antara lain John Locke (1632-1704 M) dan J. Herbart (1776-1841 M). Aliran ini berpandangan bahwa manusia lahir hanya membawa bahan dasar yang masih suci namun belum berbentuk apapun, bagaikan papan tulis yang masih bersih belum tertulisi (Tabula Rasa, Locke ) atau sebuah bejana yang masih kosong (Herbart). Atas dasar itu, pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu proses pembentukan dan pengisian pribadi peserta didik ke arah pola yang diinginkan dan diharapkan lingkungan masyarakatnya. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung optimistik.
  3. Konvergensionisme atau Interaksionisme, dengan tokohnya antara lain William Stern (1871-1939). Pandangan ini pada dasarnya merupakan perpaduan dari kedua pandangan terdahulu. Menurut pandangan ini, baik pembawaan anak maupun lingkungan merupakan faktor-faktor yang determinan terhadap perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik. Oleh karenanya, pendidikan pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian peristiwa interaksi antara pembawaan dengan lingkungan. Pribadi peserta didik akan terbentuk sebagai resultante atau hasil interaksi dari kedua faktor determinan tersebut. Pandangan ini diidentifikasikan sebagai konsepsi pendidikan yang cenderung rasional.

======

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam ARTIKEL, FILSAFAT PENDIDIKAN
18 comments on “Aliran-Aliran Filsafat Pendidikan
  1. hani berkata:

    assalamualaikum…saya senang bisa baca artikel bapak. membuat wawasan saya semakin bertambah dalam dunia pendidikan. Menurut anda, bagaimana keterbalikan nilai dalam dunia pendidikan saat ini?

  2. Salimin Kartijo, S.pd. berkata:

    Mohon kepada Bapak jelaskan implementasi Filsafat Eksistensialisme dalam kurikulum KTSP

  3. andri berkata:

    bagus! apakah bisa di sejajarkan dengan sifat dan budaya kita

  4. dani aditya wiarawan berkata:

    saya mahasiswa filsafat UGM angkatan 2004.saya ingin bertanya tentang mazhab pendidikan kritis ….mohon bantuan untuk menyelesaikan tugas….terimakasih

  5. ismuadi berkata:

    assalamu’alaikum.wr.wb
    saya memerlukan lebih banyak aliran filsafat pendidikan, paling telat tgl 26 juli 2007. untuk bahan tugas kuliah saya. masih ada gak referensi dan tulisan tentang aliran filsafat pendidikan. tolong ya….
    terimakasih
    ismuadi.

  6. F. Ufa Irawan berkata:

    perdebatan epistemologi dalam aliran pendidikan harus segera dihapuskan, karena sejatinya pembelajaran manusia adalah sebuah kompleksitan yang saling terkait antar faktor-faktor yang ada dalam manusia itu sendiri yang saling melengkapi sehingga membentuk sebuah struktur yang holistik.

  7. Neggy Gregory berkata:

    Assalamu’alaikum..
    hanya sekedar menambahkan untuk aliran empirisme, pendapat dari tokoh John Locke yang menurut saya sangat relevan untuk ditonjolkan yaitu bahwa, “pelajaran disekolah jangan sampai menjadi beban bagi anak didik, namun hendaknya menyenangkan dan merupakan suasana bermain yang membuka seluas-luasnya berbagai kemungkinan yang dapat timbul”.. menurut saya, pernyataan yang dikembangkan John Locke ini sangat perlu kita terapkan dalam sistem per’sekolahan kita…

  8. Oni Suryaman berkata:

    pembagian di atas adalah berdasarkan bagaimana manusia dibentuk. banyak pembagian yang lain lagi misalnya berdasarkan apa yang harus diajarkan sebagai muatan pendidikan:

    1. Konservatif: mengajarkan apa yang sudah berlaku di masyarakat

    2. Idealisme: mengajarkan apa yang menjadi ide abadi sepanjang masa

    3. Liberalisme: mengajarkan ilmu sebagai bekal hidup

    4. Liberasionisme: mengajarkan ilmu yang membebaskan

    5. Anarkisme: mengajarkan sesuai dengan kebutuhan lokal

  9. arum berkata:

    ass. menrut anda bagaimana kualitas pendidikan dari jaman ke jaman????? apakah semakin meningkat/menrun?? apa buktinya?

  10. najih berkata:

    pendidikan yang terus bergulir hakikatnya adalah mencari celah antara kemauan masyarakat dn realitas, bila celah itu telah ketemu pasti hasil pendidikan itu sendiri akan bisa optimal,dan relevan dengan sosial masyarakat,
    thanks atas artikelnya…..

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.