Ragam Pengetahuan Manusia

oleh : Akhmad Sudrajat

Salah satu keunggulan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya di muka bumi adalah dimilikinya kemampuan untuk berfikir atau dalam bahasa psikologi dikenal dengan istilah kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif. Kemampuan kognitif inilah yang memungkinkan manusia untuk dapat memiliki sejumlah pengetahuan (knowledge) guna kepentingan kelangsungan hidupnya. Dengan pengetahuan yang dimilikinya, seorang manusia dapat mengingat, memahami, merencanakan, atau memecahkan berbagai masalah kehidupan yang sangat kompleks sekalipun.

Berbicara tentang pengetahuan manusia, Wayne K. Hoyt dan Cecil G. Miskel (2001) mengemukakan tentang dua jenis pengetahuan, yaitu:

  1. general knowledge; pengetahuan yang diterapkan dalam berbagai situasi.
  2. specific knowledge; pengetahuan yang berkenaan dengan tugas atau persoalan tertentu.

Sementara itu, Paris dan Cuningham (1996) mengkategorikan pengetahuan ke dalam tiga bagian yaitu:

  1. declarative knowledge; pengetahuan untuk menerangkan sesuatu (knowing what).
  2. procedural knowledge; pengetahuan tentang bagaimana melakukan sesuatu (knowing how).
  3. conditional knowledge; pengetahuan tentang kapan dan mengapa (knowing when dan why), merupakan penerapan dari declarative knowledge dan procedural knowledge

Contoh dari kedua pendapat tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut :

Umum
Spesifik
Deklaratif
Mengetahui jam pulang kantor
Mengetahui definisi metode pembelajaran
Prosedural
Mengetahui bagaimana cara mengemudikan mobil
Mengetahui bagaimana menerapkan metode diskusi dalam PBM
Kondisional
Mengetahui kapan waktu untuk bertamu ke rumah seseorang
Mengetahui kapan harus menerapkan metode diskusi dalam PBM

Dalam perspektif manajemen pengetahuan, pengetahuan terbagi ke dala dua jenis: (1) Pengetahuan Eksplisit (explicit knowledge) dan (2) Pengetahuan Tacit ( tacit knowledge) :

Explicit knowledge adalah pengetahuan yang telah di artikulasikan sehingga lebih terstruktur dan dapat disimpan, serta dapat dipindahkan ke siapapun dengan mudah. Bentuk dari explicit knowledge, meliputi : manual, dokumen, dan prosedur.

Tacit knowledge adalah pengetahuan yang dimiliki seorang individu yang sulit dikomunikasikan. Dalam kondisi nyata sehari-harinya, tacit knowledge ini merupakan kemampuan yang dimiliki sesorang atau kebiasaan yang ada. Biasanya tacit knowledge ini susah dikomunikasikan dan sulit untuk diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih terstruktur seperti explicit knowledge. Namun , tacit knowledge dapat codificate shingga dapat dijadikan explicit knowledge. Dalam prakteknya untuk memindakan tacit knowledge ke dalam explicit knowledge adalah dengan melakukan proses training atau mendapatkan melalui pengalaman yang dimiliki seseorang.

Untuk kepentingan proses pembelajaran dan asesmen, Anderson dan Krathwohl (2001) telah merevisi pemikiran Bloom tentang taksonomi Ranah Kognitif, seperti tampak dalam gambar berikut ini:

Taksonomi Anderson (Revisi Taksonomi Bloom) Berdasarkan gambar di atas tampak bahwa Dimensi Kognitif terbagi ke dalam dua bagian yaitu:

  1. Dimensi Pengetahuan (Knowledge Dimension), mencakup: mengingat (remember), memahami (understand), menerapkan (apply), menganalisis (analyze),  mengevaluasi (evaluate) dan mencipta (create);   dan
  2. Dimensi Proses Kognitif (Cognitive Process Dimension), mencakup: pengetahuan faktual (factual knowledge), pengetahuan konseptual (conceptual knowledge), pengetahuan prosedural (procedural knowledge) dan pengetahuan meta kognisi (meta-cognitive knowledge)

Bagaimana seseorang dapat memperoleh pengetahuan? Untuk jawabannya bisa dijelaskan dari berbagai teori belajar. Kalangan behaviorist beranggapan bahwa pengetahuan seseorang diperoleh melalui upaya-upaya pengkondisian (conditioning) dengan menciptakan stimulus-stimulus tertentu yang bersumber dari lingkungan sehingga pada gilirannya dapat diperoleh respon-respon tertentu. Kekuatan utamanya terletak pada pemberian reinforcement atas respon-respon yang dihasilkan. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan dengan cara trial and error, latihan secara berulang-ulang, atau meniru dari orang lain.

Sementara kalangan Cognitivist beranggapan bahwa pengetahuan manusia diperoleh melalui persepsinya terhadap stimulus dengan menggunakan alat dria, hasil persepsi berupa informasi akan disimpan dalam sistem memori untuk diolah dan diberikan makna, selanjutnya.informasi tersebut digunakan (retrieval) pada saat diperlukan. Seseorang dapat memperoleh pengetahuan dengan mengoptimalkan kemampuan perseptual dan perhatiannya serta mengatur penyimpanan informasi secara tertib.

Kalangan konstruktivist ala Piaget berpandangan bahwa seseorang memperoleh pengetahuan dengan cara mengasosiasikan dan mengakomodasikan pengetahuan yang telah ada dalam dirinya dengan pengetahuan yang diterimanya sehingga membentuk pengetahuan baru, melalui usaha aktif inidividu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Tentunya, masih banyak pandangan-pandangan lainnya tentang bagaimana seseorang dapat memperoleh pengetahuan

Terlepas dari berbagai pandangan yang ada, bahwa sumber pengetahuan di dunia ini betapa kaya dan luasnya, sehingga manusia tidak mungkin dapat menjangkau seluruhnya dan pengetahuan yang kita miliki hanya baru sebagian kecil saja dari sumber pengetahuan yang tersedia. Kewajiban kita adalah berusaha mendapatkan pengetahuan itu sesuai dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing, melalui usaha pendidikan yang tiada henti sepanjang hayat. Semakin banyak dan mendalam pengetahuannya, seseorang akan semakin tersadarkan pula bahwa sesungguhnya betapa kecilnya pengetahuan yang telah didapatkanya.

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam ARTIKEL, FILSAFAT PENDIDIKAN, PSIKOLOGI PENDIDIKAN
9 comments on “Ragam Pengetahuan Manusia
  1. budi mengatakan:

    budi ,,,
    setiap manusia memilaki penngatahuan yg berbeda … maka dari itu hargai lah perbedaan itu dan caritau lah pa kekurangan kita terhadap orang lain … makasi….

  2. Johni Molantong mengatakan:

    Guru-guru di skolah terpadu berau sangat perlu membacanya sebab materinya bagus buat nambah wawasan guru, smoga banyak materi lagi,…sebab salah satu perjuangan anak bangsa adalah ikut serta mengambil andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. tanks. artikelnya

  3. m. kholil mengatakan:

    terima kasih tulisane oke banget
    meski gitu tetep wae mumet
    alhamdulillah berarti sih ubet

  4. herlin mengatakan:

    oke oke oke oke…………………….

  5. saykoni mengatakan:

    o iya imail ku ini saykoni @ymail.com

  6. saykoni mengatakan:

    bisa nga’ ya kirimin makalah ke imail ku!? soalnya aku da tugas tuk buat makalah ni, dan saya lahat bagus2 tu makalahnya tapi judul yang aku cari pas dak ada gitu, seandainya bisa tolong kirimin ya! judulnya “manfaat ilmu keagamaan untuk kehidupan dalam era global”

    OK, saya akan mencari cara yang paling efisien untuk mengirim materi blog ke email Anda

  7. boy mengatakan:

    pengetuan adalah salah satu energi potensial dan harta karun yang selalu dibawa dan akan selalu di gunakan pada saat yang tepat

  8. ari mengatakan:

    pengetahuan sebuah ilusi dan mimpi,……..
    yang harus dicari agar tdk menjadi misteri…………
    karena pengetahuan itu takkan pernah ada habis-habisnya……..
    ok bro………………………

  9. hendrik mengatakan:

    pengetahuan itu harus di miliki karena dengan pengetahuan kita lebih mudah melakukan apa saja,betulkan.

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s