Arsip Blog

Inilah 4 Prinsip Pokok Pembelajaran Abad ke-21

4 Prinsip Pokok Pembelajaran pada Abad ke-21: Jennifer Nichols mengemukan 4 prinsip pokok pembelajaran abad ke-21, yaitu: (1) instruction should be student-centered; (2) education should be collaborative; (3) learning should have context; dan (4) schools should be integrated with society. Keempat prinsip pokok pembelajaran abad ke 21 yang digagas Jennifer Nichols tersebut dapat dijelaskan dan dikembangkan seperti berikut ini….

Dikaitkatakan dengan: , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN

Mengaktifkan Prior Knowledge melalui Teknik K-W-L

Mengaktifkan Prior Knowledge melalui Teknik K-W-L: Dalam konteks pembelajaran, prior knowledge dapat diartikan sebagai kemampuan awal yang dimiliki seorang peserta didik dan merupakan entering behavior yang bisa dijadikan sebagai titik tolak untuk melihat seberapa besar perubahan perilaku yang terjadi setelah seseorang mengikuti proses pembelajaran….

Dikaitkatakan dengan: , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN

Permendikbud No. 81A/2013 tentang Implementasi Kurikulum

Permendikbud No. 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum: Dalam rangka pelaksanaan Kurikulum 2013, pemerintah melalui Kemendikbud telah menerbitkan peraturan baru tentang Implementasi Kurikulum yang dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013. Permendikbud No. 81A Tahun 2013 ini menyertakan 5 (lima) lampiran yang memuat tentang pedoman- pedoman yang berkaitan dengan Implementasi Kurikulum 2013, mencakup: (1) Pedoman Penyusunan dan Pengelolaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; (2) Pedoman Pengembangan Muatan Lokal; (3) Pedoman Kegiatan Ekstrakurikuler; (4) Pedoman Umum Pembelajaran; dan (5) Pedoman Evaluasi Kurikulum….

Dikaitkatakan dengan: , , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran : Melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis.

Dikaitkatakan dengan: , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN