Forum Konselor

Perjalanan profesi konselor untuk menjadi sebuah profesi yang handal dan bermartabat tampaknya masih memerlukan perjuangan dan kerja keras dari semua pihak yang terkait, baik dari kalangan pakar, decision maker, dan terutama dari para praktisi Bimbingan dan Konseling itu sendiri. Oleh karena itu, melalui ruang ini saya mengajak Anda untuk berbagi pemikiran dan pengalaman seputar teori dan praktik Bimbingan dan Konseling. Diskusi ini bersifat terbuka, dari Anda, oleh Anda dan untuk Anda. Saya yakin. sekecil apa pun pemikiran Anda akan sangat bermanfaat bagi pengembangan profesi yang mengemban misi untuk membahagiakan individu ini.

95 comments on “Forum Konselor

  1. bagaimana cara mengubah tradisi yang sejak dulu menjadikan konselor sebagai seorang polisi sekolah.
    bagaimana cara menjelaskan dan meyakinkan kepada kepala sekolah yang selalu memerintahkan kepada guru BK untuk merazia anak2 yang melanggar aturan/ tartb padahal itu bukan tugas seorang guru BK, guru BK hanya membimbing anak2 yang sudah terkena razia (bukan merazia) dan anak2 yang sedang bermasalah. trimakasih

  2. awal pertama kali saya kerja di lingkungan sekolah sebagai guru bk di tahun 2009,saya merasa kaget sekali…guru bk serba bisa.bisa jd guru pengganti,bisa jd satpam,pokoknya serba bisa.kayak polisi.bagaimana cara mengubah image itu ya??

  3. saya sangat senang pelajaran psikologis dan byknya peristiwa serta curhatan dan masalah anak yang dihadapi bagi sy seorang guru. saya sangat suka,,,,dan ingin menjadi konselor.

  4. Ass.wr.wb. Mas..saya selaku korrdinator BK, saya masih melihat teman-teman Konselor dalam melakukan penangan siswa masih saja ada yang menggunakan cara-cara yang sudah tidak sesuai dengan assesment dan teknik Bimbingan Konseling. Masih ada yang seperti ” Polisi Sekolah bagian Reskrim:,padahal saya sudah memberi arahan bahwa Bimbingan Konseling kita sudah berparadigma baru bukan era KK tH.1975..Semua sudah saya beri foto cipian buku dari Prof.Dr.Suprayitno,Bab II Tentang Penanganan, Penyikapan Kasus..Tampaknya tetap cuek aja. Getol sekali mereka menangani kasus :” Kriminal , Pencurian “. Bagaimana Solusi dan langkah saya mselanjutnya dalam menyikapi kondisi di unit kerja saya. Matur nuwun sak derengipun.

  5. Perlu dukungan semua pihak agar guru BK dapat melaksanakan tugasnya dengan profesional,,,khususnya mereka yang punya wewenang dan pemangku kebijakan,,,Kepala Dinas di daerah, Pengawas dan Kepala Sekolah…
    Pengalaman saya, guru BK hanya di jadikan pelengkap untuk proses akreditasi sekolah,,ketika ada siswa ingin berkonsultasi ke guru BK,,kepala sekolah dan pengawas yang kebetulan berkunjung ke sekolah,,memberikan teguran ke siswa “KENAPA JAM PELAJARAN MALAH JUSTRU KE BK????” Jam pelajaran harus di kelas belajar, kata “mereka”.
    dan guru BK pun gk di beri jam….
    O ya,,menurut rekan-rekan gmna cara-nya supaya guru BK tetap dapat memberikan layanan BK, walaupun tidak mendapat jam masuk kelas….??????media apa saja yang bisa qita gunakan…???
    Salam Kenal…..

  6. guru BK banyak yang dipegang oleh “mualaf-mualaf” BK yang berasal dari NON BK..ini sungguh memprihatinkan

  7. kayaknya diklat untuk guru pembimbing yang dilaksanakan oleh kementrian pendidikan masih kurang dibandingkan dengan diklat mata pelajaran produktif di SMK apa peran guru pembimbing dianggap kurang strategis terhadap perkembangan akademik dan ketrampilan siswa

  8. profesi Bk tak ubahnya tikus mati dlm gudang beras. Profesi Bk dikatakan gurupun bkn, anggpan yg negatif tlh terjadi, dktkan tdk sbg guru pun keliru oleh krna guru bk tiap hari berhadapan dngn siswa tp sulitx berlembang, baik dr kemampuan personal maupun dukungan sistem.

  9. kita semua tau donor guru telah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan perekonomian . namun jika di kaitkan dengan tuntutan tugas , khususnya konseling, maka harus didukung dengan infrastruktus pendidikan. jika pendidikan infrastruktur blm memenuhi syarat, maka sulit bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana.

    dan kenapa kebanyakan guru sekarang lebih mengejar donor setinggi2nya dengan berbagai tingkat profesi guru. namun kurang untuk mengembangkan kualitas sebagai guru sendiri…?

  10. BK sudah mendapat dukungan secara kelembagaan, tapi belum dapat di pahami di tingkat Sekolah, terbukti Guru Pembimbing masih bingung melaksanakan kegiatan layanan yg seharusnya diu dukung oleh Dinas dan Sekolah ( Stakeholder ).

Silahkan sampaikan apa yang ada dalam pikiran Anda!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s