Opini Pendidikan

Opini Anda
Ruang ini dipersembahkan bagi Anda yang ingin berpartisipasi mengekspresikan diri seputar teori dan praktek pendidikan. Diskusi ini bersifat terbuka, dari Anda, oleh Anda dan untuk Anda.Untuk menyemarakkan ruang ini, saya mengundang Anda untuk memberikan gagasan, komentar, atau mungkin kritik membangun tentang situasi pendidikan kita. Semoga saja pemikiran kritis Anda dalam ruang ini dapat mengilhami dan memberikan pencerahan bagi siapa pun yang membacanya.
Tagged with:
456 comments on “Opini Pendidikan
  1. apa guru2 di Indonesia sudah siap menghadapi perubahan kurikulum ????

  2. dunia Pendidikan saat ini sedang dilanda kegalauan……..

  3. fauziagungraharjo@gmail.com mengatakan:

    pak guru honor diperhatikan

  4. faj mengatakan:

    hmmmm mau dibawa kemana generasi ini ? tolong pak menteri jangan menari poco poco ( berputar putar tanpa bergerak ke arah yang jelas ). dari beberapa kali terbit harian kompas menyatakan bahwa untuk memudahkan guru mengajar maka akan disiapkan buku,juga silabus dll. apakah ini tidak mematikan kreatifitas guru ? dan apakah juga menjadi pembenaran jika hasil nilai ukg teman teman guru belum memuaskan lantas mereka dipingirkan saja !.jika dilihat cukup miris juga ! sebagai guru kita dituntut untuk selalu konsosten dan konsekuen dalam mengajar, jika murid belum bisa pastinya akan dilakukan berbagai macam kegiatan sampai yang bersangkutan dinyatakan melampui KKM !. di negara yang lebih maju ternyata faktor guru yang lebih penting untuk memajukan pendidikan. jadi yang terhormat pak menteri jangan bosan, jangan merasa pingin cepat memetik hasil pendidikan saat ini, konsisten, konsekuwen membina teman teman guru sehingga mereka menjadi lebih kreatif itu jauh lebih baik daripada potong kompas menyediakan instan bagi guru guru !. dan apakah telah ada evaluasi yang valid bahwa kurikulum KTSP itu kurang cocok ? he he dan selalu ada kelucuan candaan teman teman orang tua murid ganti kurikulum ganti buku karena mau pemilu !. salam.

  5. Joko Sm mengatakan:

    Dalam draff kurikulum 2013 ada kalimat MOTIVASI MENGAJAR. Motivasi mengajar sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Juga disebutkan TIDAK HANYA FOKUS PADA KINERJA GURU. Semoga benar-benar dilaksanakan.

  6. Anonymous mengatakan:

    Masalah pendidikan yang kami lalaui dan kami jalani setiapharinya.
    Kami sejak th 1977 sudah menjadi guru SD dari klas I, meningkat klas IV,dan kemudian klas VI. Kemudian ditingkatkan menjadi guru SMP sampai saat ini, dan juga diberi tambahan menjadi Dosen di Sorong Papua Barat. Terima kasih.
    Masalah pendidikan khusunya , apakah ada kurikulum KBK, KTSP yang belum sungguh dipahami dan dijalani oleh teman-teman guru, maupun Kurikulum 2013 yang maudilaksanakannya. Untuk anak-anak yang kami hadapi rupanya tidak ada gairah untuk belajar secara serius. Barang kali termasuk para gurunya. Maklum semua yang lulus dari jenjang SD, SMP, SMA mau masuk perguruan tinggi yanga da di Sorong pasti diterima. Sehingga anak-anak sangat kurang antosias untuk lebih serius daripada santai. Karena mereka beranggapan pasti naik dan lulus. Soal nilai pasti baik di raport maupun di ijazah.Meskipun hasil ulangan atau ujian bisa dianggap belum berhasil atau maksimal. Inilah situasi pendidikan sehinga anak bangsa ini maunya sekolah disekolah ramapi, sepak bola, main dan mendapat nilai baik, akhirnya naik kelas dan lulus. Meneruskan sekolah pasti diterima. brosonfic.

  7. Constantinus Djara mengatakan:

    Sangat setuju dgn kurikulum baru, paling tidak antara teori dan praktek harus berimbang, tidak melulu teori

  8. Anonymous mengatakan:

    aah diklat diklat lagii, kalau hanya proyek menghabiskan fuuluus, lebih baik diwajibkan bergabung di forum pendidikan kita ini untuk setiap waktu diskusi.

  9. Binti Smanta mengatakan:

    Hasil UKG yang nilainya tidak begitu memuaskan seharusnya benar-benar sebagai mapping/pemetaan untuk mengadakan diklat atau upgrading pengetahuan dan kompetensi guru dan juga sebagai evaluasi bagi kementerian pendidikan dan PGRI tentang apa yang sudah mereka lakukan dan harus mereka lakukan untuk ke depannya, kalau tidak ya hanya menghambur-hamburkan uang dan energi saja.

  10. noors Ilyas mengatakan:

    sangat setuju kurikulum sebaik apapun itu jadi tapa arti kalau guru nya sendiri tidak memahami cara kerja kurikulum yang baru, sebaiknya diadakan diklat yang proporsional. diklat guru memang sudah bagus tapi banyak oknum yang menyalahkan tenaga guru yang seharusnya di panggil diklat tapi kenyataannya yang di panggil diklat orang terdekat dengan pimpinan sekolah

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s