Opini Anda

Selamat Datang di

Let’s Talk About Education!

============================

Ruang ini dipersembahkan bagi Anda yang ingin berpartisipasi mengekspresikan diri seputar teori dan praktek pendidikan.

Diskusi ini bersifat terbuka, dari Anda, oleh Anda dan untuk Anda.

Untuk menyemarakkan ruang ini, saya mengundang Anda untuk memberikan gagasan,  komentar,  atau mungkin kritik membangun tentang situasi pendidikan kita.

Semoga saja pemikiran kritis Anda dalam ruang ini dapat mengilhami dan memberikan pencerahan bagi siapa pun yang membacanya.

∞∞∞∞∞000∞∞∞∞∞

Makalah dan Artikel Filsafat, Sosial dan Budaya
Makalah dan Artikel Kurikulum dan Pembelajaran
Makalah dan Artikel Bimbingan dan Konseling
Makalah dan Artikel Psikologi Pendidikan
Makalah dan Artikel Manajemen Pendidikan

∞∞∞∞∞000∞∞∞∞∞

  1. 28 Oktober 2009 pukul 14:23 | #1

    Assalamualaikum..
    pak mau tanya tentang Blog…
    kalo halaman blog mau di Proteksi,bagaimana caranya?
    contonya seperti halaman blog “Kuliah” ketika masuk harus memasukan Password..
    kalo boleh tau, caranya bagaimana?
    terimakasih pak

  2. 28 Oktober 2009 pukul 16:49 | #2

    Maaf pak, saya dari kelas II D PBI.Ada sedukit kendala ketika akan memberikan pendapat saya atas Quis yang telah diberikan oleh kelompok 1 waktu kemarin presentasi.. untuk memasukkan pendapat saya itu, masuknya ke blog Bapak atau ke blog yang Bapak siapkan untuk masing-masing kelas ? Terimakasih.

  3. 28 Oktober 2009 pukul 16:53 | #3

    Maaf pak, saya dari kelas II D PBI.Ada sedukit kendala ketika akan memberikan pendapat saya atas Quis yang telah diberikan oleh kelompok 1 waktu kemarin presentasi.. untuk memasukkan pendapat saya itu, masuknya ke blog Bapak atau ke blog yang Bapak siapkan untuk masing-masing kelas ? Terimakasih.

  4. 29 Oktober 2009 pukul 06:58 | #4

    ass…
    pagi pak..pak apakah setiap perubahan prilaku disebabkan oleh faktor belajar?

  5. NURUL ISLAM
    29 Oktober 2009 pukul 12:23 | #5

    assalamu’alaikum…..
    siang pak… maf saya seorang guru smk yang sampai sekarang masih bingung harus seperti apa, atau teknik apa untuk mengatasi anak-anak jaman sekarang dengan segala kebebasan pergaulan, sex bebas dan minuman, obat-obatan!
    harus seperti apa saya bertindak !

  6. Satrio Pringgodani
    31 Oktober 2009 pukul 01:42 | #6

    Salut sama Blog ini. Salam kenal.

    Makasih,
    Satrio Pringgodani
    http://100tokohsejarah.wordpress.com/

  7. aly
    4 November 2009 pukul 09:11 | #7

    kenapa tidak ada tulisan ttg manajemen humas dlm lmbga pendidikan…..
    tambah dong tulisannya.

  8. 3asygoing
    4 November 2009 pukul 12:03 | #8

    ass..
    salam kenal pak
    pak saya mau minta artikel tentang metode tutorial dong..
    trims..

  9. MacGyver Indonesia
    9 November 2009 pukul 09:52 | #9

    GURU X KETULUSAN X MANUSIA

    Saya ingin berkomentar sedikit tentang dilematisme tugas seorang guru dan hakikatnya sebagai manusia. Belakangan mulai muncul penghargaan-penghargaan bagi guru, khususnya secara material. Namun seiring adanya tunjangan bagi guru atau bahkan di sebagian daerah mendapatkan bantuan khusus guru dengan bermacam bentuk, para masyarakat yang “sok kritis” menyindir para pendidik agar meluruskan hati agar “ikhlas” dalam mengajar dan tidak mengejar-ngejar materi keduniawian.

    Sekilas sindiran tersebut terlihat bak bisikan malaikat yang menegur guru-guru yang terlihat seolah mengejar materi keduniawian. Lalu, apakah salah jika para pendidik mengejar hal seperti itu? HAL YANG WAJAR! Karena guru pun manusia, mereka juga butuh makan seperti para pejabat, para kritikus, para seniman, juga para pedagang, mereka butuh biaya untuk hidup.

    Niat mengajar dan mendidik memang harus ikhlas agar proses pendidikan dapat berjalan baik dan maksimal. Namun siapapun itu, baik pemerintah maupun masyarakat yang dalam hal ini adalah orangtua/wali harus menghargai guru, sang pahlawan. Penghargaan tidak harus berupa materi keduniawian, bisa saja dalam bentuk dukungan dalam proses pendidikan sehingga guru tidak merasa terbebani.

    Akhir kata, guru BUKANLAH “Pahlawan tanpa tanda jasa”, tetapi guru adalah “Pahlawan sejati yang berhak dan berkewajiban mendapatkan tanda jasa.”

    Trims. Salam kenal, Pak!

  10. Dewi Sartika
    10 November 2009 pukul 19:28 | #10

    salam Pendidikan.
    pak Bagaimana cara membuat blog??

Comment pages
1 ... 12 13 14 598
  1. Belum ada trackback.