PP No. 32/2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan

Pada tanggal 7 Mei 2013 lalu, Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, telah menandatangani sebuah peraturan baru yaitu  Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Berdasarkan konsideran dalam peraturan ini, perubahan peraturan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan perlu diselaraskan dengan dinamika perkembangan masyarakat, lokal, nasional, dan global guna mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, serta perlunya komitmen nasional untuk meningkatkan mutu dan daya saing bangsa.

Setelah mencermati isi PP No. 32 Tahun 2013 ini, saya melihat perubahan-perubahan yang dilakukan tampaknya lebih cenderung berkaitan dengan pasal-pasal yang berhubungan dengan kurikulum dan key area pembelajaran (standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian). Hal ini tampak jelas dengan disisipkannya BAB XIA  yang secara khusus berisi pasal-pasal yang mengatur tentang KURIKULUM. Beberapa pasal dalam PP No. 19 tahun 2005 yang dihapus pun tampak lebih menggambarkan konsekuensi dari isi pasal-pasal yang dituangkan dalam BAB XIA ini.

Sementara untuk pasal yang berkaitan dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan,  standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan secara esensial tampaknya tidak banyak perubahan yang signifikan.

Barangkali tidak terlalu keliru jika saya berpendapat  bahwa lahirnya peraturan pemerintah ini, salah satunya dilatari oleh semangat untuk mengganti kurikulum yang berlaku saat ini dengan tetap melanjutkan ujian nasional, kecuali  untuk tingkat SD/MI, SDLB.  (mohon koreksi kalau saya keliru)

Bagaimana pendapat Anda?

Jika Anda ingin mengetahui isi PP No. 32 Tahun 2013 ini, silahkan klik tautan di bawah ini:

Peraturan Pemerintah  No. 32 Th 2013

[adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: ,
Ditulis dalam KURIKULUM 2013, MANAJEMEN PENDIDIKAN
41 comments on “PP No. 32/2013 tentang Perubahan Standar Nasional Pendidikan
  1. abuzaki mengatakan:

    Assalamu’alaikum WW.
    Saya setuju dengan komentarnya mas/pak Agus DS, Sebaik apapun bentuk dan isi kurikulumnya, apabila pelaksana di lapangan kompetensinya masih di bawah nilai ideal 75, hasilnya tentunya kurang memuaskan. Oleh karena itu, semua guru tidak pandang statusnya apakah PNS atau Non-PNS, apakah bertugas di kota atau di desa harus ditingkatkan kompetensinya. Lebih lanjut untuk rekruitmen tenaga pendidik pada era sekarang untuk lebih diperbaiki sistemnya.
    Wassalamu’alaikum WW

  2. Gugun Gunawan mengatakan:

    Terima kasih, Izin Share pa…

  3. Agus DS mengatakan:

    Apabila melihat latar belakang hasii rata2 UKG tingkat nasional hanya 4, apakah akan menjamin pencapaian mutu dgn merubah kurikulum. Sehebat apapun kurikulum dibuat tanpa diselaraskan dgn kompetensi guru sy kira tdk ada artinya. Maka yg lebih utama menurut sy adalah buatlah program utk meningkatkan standar kompetensi guru. Salah satunya adalah ubahlah sistem pelatihan guru dgn sistem pilot projek, berilah kesempatan bagi semua guru utk mendapatkan pelatihan2.

  4. ncuhi dompu mengatakan:

    SNP kan ada 8 standar,mengapa ada 4 saja yang diselaraskan yang 4 tidak diselaraskan nanti akan ketinggalan jaman ,ibarat ban mobil kalau udah gundul harus ganti semua bapak mendikbud

  5. sulan mengatakan:

    PP 32 thn 2013 tidak serta merta menghapus UN SD tahun depan, jika UN dihapus bagaimana dengan konsep pendidikan nasional? Jadi tidak utuh lagi donk. UN merupakan pelaksanakan standar nasional. jika terjadi ketidakberesan dalam UN 2013 (SMA/SMK) dan sebagian SMP itu krn kesalahan manajemen di tingkat pusat. UN itu sendiri bagus, hanya sitem dan pelaksanaannya saja yang harus diperbaiki. Karena adanya UU otoda dan desentrasilsasi pendidikan, maka ada intervensi dri pihak2 lain (Gubenrnur dan Bupati) menekan kepala Dinas dan kepala dinas menekan para kepala sekolah bgmn agar peserta UN dapat lulus semua. kalo tidak maka kepala sekolah mjd korban.

    Semoga sentralisasai pendidikan dikembalikan lagi melalui kurikulum nasional (2013).
    (Mahasiswa Prof. E. Mulyasa)

  6. MUHAMMAD NAIM mengatakan:

    Khan kasian kalo’ menteri-nya udah koar2 kebelet pengen kurikulum baru….. makanya Si Bozz harus fasilitasi dgn pp (sbg ‘alat’ kekuasaannya)….. u/teman2 guru, S’LAMAT B’KERJA KERASSS bsama KURIKULUM 2013 !!!

  7. E. Mulyasa mengatakan:

    Assww….. Pak Adjat yg rajin; setahu saya yang ditata itu memang hanya empat standar (isi, skl, proses, dan penilaian). Betul bahwa itu dilakukan dalam rangka penataan kurikulum. TQ

  8. irsitnay mengatakan:

    TERIMA KASIH INFONYA

  9. Uuy Rahayu mengatakan:

    terima kasih info nya

  10. ASEP SAEPULOH F. mengatakan:

    THANK YOU

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.048 pengikut lainnya.