Arah Peminatan Belajar Siswa

Peminatan Belajar Siswa merupakan konsep atau terminologi baru yang digunakan dalam Kurikulum 2013, menggantikan konsep penjurusan yang digunakan dalam Kurikulum 2006 dan kurikulum sebelumnya. Berpegang pada rumusan yang disampaikan oleh  Masyarakat Profesi  Bimbingan dan Konseling (2013), peminatan belajar siswa dapat diartikan sebagai upaya yang berkesinambungan untuk mengadvokasi dan memfasilitasi perkembangan peserta didik, melalui  proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik yang didasarkan atas pemahaman potensi diri dan peluang yang ada di lingkungannya agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai perkembangan optimum.

Kegiatan peminatan belajar siswa sesungguhnya tidak hanya terjadi pada jenjang SLTA, tetapi merupakan proses yang sistematis dan berkesinambungan yang dimulai sejak siswa duduk di bangku sekolah. Untuk lebih jelasnya, berikut ini disajikan bagan arah peminatan yang digagas oleh Prayitno & Mungin (2013), sebagaimana dipublikasikan di komunitas FaceBook Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) Nasional.

 Arah Peminatan Belajar Siswa

Keterangan :

  1. Arah peminatan pertama perlu dikembangkan pada siswa SD/MI/SDLB yang akan melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs/SMPLB. Mereka dibantu untuk memperoleh informasi untuk memilih SMP/MTs/SMPLB (lihat no.1 pada gambar )
  2. Arah peminatan kedua perlu dibangun pada siswa SMP/MTs/SMPLB yang akan melajutkan ke SMA/MA/SMALB dan SMK. Mereka dibantu untuk memperoleh informasi yang cukup lengkap tentang jenis dan penyelenggaraan masing-masing SMA/MA/SMALB dan SMK, pilihan mata pelajaran dan arah karir yang ada, dan kemungkinan studi lanjutannya.
  3. Arah peminatan ketiga umum perlu dikembangkan pada siswa SMA/MA/SMALB dan SMK untuk mengambil pilihan dan pendalaman, serta keterkaitan lintas mata pelajaran tertentu, pilihan arah pengembangan karir (lihat no. 3b pada gambar).
  4. Arah peminatan ketiga kejuruan perlu dikembangkan pada siswa SMK untuk memilih dan mendalami dan mengakses keterkaitan lintas mata pelajaran praktik/kejuruan yag ada di SMK (lihat no. 3b pada gambar).
  5. Arah peminatan keempat perguruan tinggi perlu dikembangkan pada siswa di SMA/MA/SMALB dan SMK yang akan melanjutkan studi ke perguruan tinggi, mereka dibantu untuk memilih salah satu fakultas dengan program studinya yang ada di perguruan tinggi, sesuai dengan bakat dan minat, serta pilihan/pendalaman mata pelajaran di SMA/MA/SMALB atau SMK (lihat no.4a pada gambar).
  6. Arah peminatan keempat  pekerjaan perlu dikembangkan pada siswa di SMA/MA/SMALB dan SMK yang memilih untuk bekerja, mereka dibantu untuk diberikan informasi tentang dunia kerja yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan minat serta pilihan/pendalaman mata pelajaran di SMA/MA/SMALB atau SMK (lihat no.4b pada gambar).

Masing-masing tingkat arah peminatan itu memerlukan penanganan yang akurat sesuai dengan tingkat perkembangan dan karakteristik siswa yang bersangkutan, serta karaketristik satuan pendidikan di mana siswa belajar.

==========

Refleksi:

Dalam konteks ini, peran Bimbingan dan Konseling di semua jenjang pendidikan menjadi penting. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud, Hamid Muhammad, (Kompas, com, 7/01/2013)  mengatakan bahwa bimbingan saat siswa berada pada tingkat akhir jenjang SMP harus diperkuat. Hal ini wajib dilakukan untuk mengantisipasi agar anak-anak tidak salah pilih kelompok peminatan nanti.

Tetapi mari kita simak isi buku Pedoman Pemberian Bantuan Implementasi Kurikulum Tahun 2013, ternyata untuk tahun 2013 ini Guru BK di SMP tidak dilibatkan untuk mengikuti Bimbingan Teknis tentang Implementasi Kurikulum 2013. Tentu hal ini menjadi sesuatu yang sangat kontradiktif.  Kenapa bisa seperti ini?

Hal lain yang mengganjal pikiran saya berkaitan dengan Arah Peminatan Belajar siswa  ini: “Apakah arah peminatan belajar siswa dalam Kurikulum 2013 ini akan dibingkai dalam model pelayanan BK Komprehensif ataukah masih tetap menggunakan Pola 17+?“. Saya melihat kiranya perlu ada ketegasan dan kepastian tentang model Bimbingan dan Konseling yang akan digunakan, agar di lapangan tidak terjadi lagi tarik menarik di antara keduanya, sebagaimana kita saksikan dalam implementasi Kurikulum 2006.

Bagaimana menurut Anda?

Materi terkait
 
Program Bimbingan dan Konseling

Layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang terencana berdasarkan pengukuran kebutuhan … Baca selengkapnya »

 
Strategi Bimbingan dan Konseling

Strategi pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling terkait dengan empat komponen  program  yaitu:  (1) Strategi layanan dasar; (2) Strategi layanan responsif; (3) Strategi  … Baca selengkapnya »

Evaluasi Program BK

Penilaian merupakan langkah penting dalam manajemen program bimbingan. Tanpa penilaian tidak mungkin… Baca selengkapnya »

 
Perkembangan Karier Individu

Perkembangan karier sangat erat kaitannya dengan pekerjaan seseorang. Keberhasilan seseorang dalam suatu pekerjaan bukanlah sesuatu yang diperoleh secara tiba-tiba atau secara kebetulan … Baca selengkapnya »

[ AKHMAD SUDRAJAT seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN
20 comments on “Arah Peminatan Belajar Siswa
  1. fathonah mengatakan:

    Kata Pak Direktur Dirjen, Hamid Muhammad, peran BK sangat penting karenanya, saat siswa berada pada tingkat akhir jenjang SMP harus diperkuat. Kenyataannya dalam pedoman ..Guru BK di SMP tidak dilibatkan untuk mengikuti Bimbingan Teknis tentang Implementasi Kurikulum 2013 tersebut.
    Tapi saya yakin beliau gak mau dikatakan orang yang plin plan.
    itulah kenyataan yang harus disadari sesadar-sadarnya bagi kita guru BK SMP dimanapun anda berada, Kitalah yang sampai kini harus memahami tingkah dan ide mereka.Meski kita berteriak “Kenapa seburuk ini?”.Mereka tetep pada memandang sebelah mata dan mendengar sebelah telinga……
    Namun kita yang paham dan maklum, tentu masih berharap ada sinar cerah dibalik keputusan ini.entah itu dari ABKIN, IKI, atau bapak Sudrajad, pemerhati guru BK….
    Karena pada hakekatnya kita gak mau berhenti pada : gitu aja koq repot…………..

  2. jenep hanapiah mengatakan:

    Kurikulum apapun bentuknya, kapanpun keluarnya bagaimana pun sederhananya, yang terpenting adalah mutu gurunya, sistem perkrutan guru penuh ??????

  3. widy mengatakan:

    kurikulum tergesa gesa. tanpa evaluasi kurikulum sebelumnya. kurikulum 2013 banyak manfaat atau mudharat-nya. tapi karena semua (pemerintah, dpr, akademisi, ormas (Muhamadyah dan NU) sudah ok maka harus berjalan dan kita harus siap melaksanakannya, tidak sulit kok

  4. rutina mengatakan:

    jadi ingat lagunya Pinkan ” Kekasih yang tak dianggap ” sedih ….. hik..hik..hik..

  5. sri wahyuni mengatakan:

    Bapak Ahmad Sudrajat
    Menurut saya arah peminatan belajar siswa dalam Kurikulum 2013 ini akan lebih baik dibingkai dalam model pelayanan BK Komprehensif dengan alasan lebih praktis tidak ribet dan dengan asumsi dasar tentang sifat menyeluruh (komprehensif) program BK, kegiatan BK merupakan suatu rangkaian kegiatan yang saling bertalian, sambung-menyambung, dan setiap bagian memiliki ikatan kesatuan dengan bagian yang lain yang berorientasi pada pencapaian tujuan tertentu. Dengan demikian, kegiatan BK dapat dianggap sebagai subsistem dalam sistem pendidikan yang menjadi induknya. Rangkaian kegiatan BK pada akhirnya memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan rangkaian kegiatan sekolah lainnya.
    Melalui pemahaman dan penguasaan yang mendalam tentang asumsi pokok program BK yang bersifat komprehensif dan penjabaran dalam komponen-komponen program, maka konselor diharapkan dapat menyusun dan mengembangkan rencana aksi layanan BK dengan tujuan dan target terukur serta berdasarkan skala prioritas layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

  6. Fay Rahman mengatakan:

    Mohon informasinya tentang Metode Pembelajaran Point Group? Kami lagi butuh untuk skripsi

    Pada 1 April 2013 07.21, tentang PENDIDIKAN

  7. SUPRIJADI mengatakan:

    Kita harus mampu menterjemahkan bagaimana implementasi kurikulum 2013 yang akan datang, terutama yang manyangkut masalah ke BK an mengingat kalau semuanya membuat konsep dan harus dilaksanakan, maka akan semakin rancu pelaksanaan BK baik di SMP, SMA maupun SMK. dan juga harus diingat bahwa semua konsep BK itu bagus adanya tetapi kita masih sering hanya bersifat teoritis, tetapi pelaksanaannya masih sangat lemah, karena disatu sisi kita masih kekurangan guru BK di sekolah

  8. hidayat mengatakan:

    Mudah-mudahan ada kesemaan pemahaman tentang usaha untuk memajukan BK

  9. ikhwanudin alrasyid mengatakan:

    indonesia harus lebih baik

  10. Hafid Junaidi mengatakan:

    Semoga konsep ini membawa perubahan yg lebih baik

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s