11 comments on “Tentang Profesionalisme Guru

  1. sumardi,17 mei 2012.saya mantan guru,merasakan kompetensi sosial /coopratif guru sekarang sudah bergeser ke individualis,lebih lebih dalam memenuhi jam mengajar merasa senior walau kurang profesional minta jam yng standar untuk mendapatkan sertifikasi yng abadi yang yunior disisishkan….mestinya Guru yang profesional yang berhak memenuhi jam mengajar..walau belum sertifikasi…semoga guru mau mawas.. diri tahu diri….demi anak negri….amin

  2. jadi guru profesional ???????? susahx,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

  3. awalnya ada motivasi untuk mejadi guru profesinal, tapi seiring waktu dan banyaknya hambatan yang datang tak terduga membuat motivasi mati

  4. aku juga guru, dan aku pun ingin menjadi guru yang profesional dengan menjalankan tugas dan kewajibanku dengan baik

  5. Wahh.. asyik sekali membicakan Guru Profesional.
    Nasib bangsa Indonesia 10 tahun yang akan datang ditentukan oleh Sistem Pendidikan dan Para Pendidik saat ini. makanya pemerintah tidak mudah menyerahkan tugas pengajaran dan pendidikan kepada sembarang guru, melainkan harus memiliki sertifikat pendidik melalui proses sertifikasi.
    Namun realitanya, guru-guru yang telah disertifikasi tidak jauh berbeda kinerjanya dibandingkan guru-guru non sertifikasi. bukan berarti mereka tidak mampu bekerja dengan baik, namun kemauan, motivasi, dan faktor-faktor individu lain yang mempengaruhi kinerjanya.
    untuk mempertahankan tunjangan profesi, mereka hanya dibebani tugas mengajar 24 jam tatap muka agar dapat melaksanakan pengajaran dengan baik serta untuk memenuhi administrasi pembelajaran.
    sedangkan guru yang memiliki ketekunan yang tinggi, motivasi yang besar, serta kemauan yang besar dalam mengembangkan potensi anak didik tidak bisa mendapatkan sertifikat pendidik dikarenakan tidak lulus tes tulis pada proses sertifikasi / PLPG. 24 jam tatap muka diembannya agar bisa disertifikasi, namun se-ambreg tugas tambahan juga diberikan dikarenakan keuletan, ketekunan, dan ketelitiannya sehingga pekerjaan lembaga pendidikannya dapat berjalan dengan lancar..
    Dari masalah tersebut diatas, menurut saudara bisakah tercapai tujuan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan ? dan sudah adilkah kebijakan pemerintah tersebut ?..
    he..he… numpnag curhat aza..

  6. yups!
    untuk dibayar sesuai dengan apa yang dibutuhkan guru, makanya guru harus profesionalisme. Selalu meningkatkan kemampuannya. Tak menggunakan catatan keramatnya yang didapat dimasa-masa kuliahnya.
    Selamat menjadi guru porfesional dan menikmati hasil dari keprofesionalannya itu.

  7. profesionalisme tdk bisa diwujudkan scra maksimal selama guru disibukkan dgn urusan mencari uang..krena itu pemerintah sharusnya lebih memperhatikan kesejahteraan guru..klo sdh PNS ya enak, tp masih bnyak guru yg masih honor, harus menghidupi keluarganya

  8. Upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalitas guru sudah demikian intens, namun demikian hasilnya belum signifikan. Menurut saya upaya lain yang harus dibenahi adalah persoalan rekrutmen.
    Sistem rekrutmen guru harus disempurnakan untuk menghasilkan guru-guru yang – paling tidak – siap dikembangkan profesionalitasnya.

Silahkan sampaikan apa yang ada dalam pikiran Anda!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s