Wikipedia menyebutkan bahwa infotainment merupakan kependekan dari istilah Inggris information-entertainment. Infotainment di Indonesia identik dengan acara televisi yang menyajikan berita selebritis dan memiliki ciri khas penyampaian yang unik. Pada bagian lain, Wikipedia menyebutkan pula bahwa”Infotainment is information-based media content or programming that also includes entertainment content in an effort to enhance popularity with audiences and consumers “.
Perkembangan infotainment di Indonesia tampaknya tidak bisa dilepaskan dari pesatnya perkembangan industri penyiaran televisi, yang dimulai sejak akhir 80-an, yakni dengan diperkenankannya siaran televisi swasta di Indonesia. Mungkin karena alasan kompetisi dan kepentingan komersial, selanjutnya infotainment terus berjalan dan seolah-olah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem pertelevisian di Indonesia.
Namun belakangan ini kehadiran infotainment di televisi sedang mendapat gugatan dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat awam, tokoh masyarakat, LSM, dan bahkan dari kalangan jurnalistik itu sendiri. Ada yang mempertanyakan keabsahannya sebagai kegiatan jurnlistik, dan ada pula yang mempersoalkan konten tayangan yang dianggapnya telah kebablasan.
Berikut ini beberapa pendapat penting tentang infotainment dari berbagai sumber :
=========================
Pernyataan dari Aliansi Jurnalis Indonesia [AJI] “Utamakan Kepentingan Publik, Patuhi Kode Etik”
Berkaitan dengan kontroversi seputar tayangan infotainment akhir-akhir ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut : “Aliansi Jurnalis Independen menyatakan gosip yang berkaitan dengan kehidupan pribadi (privat) dan tidak terkait kepentingan umum, meskipun diperoleh dengan cara-cara mirip tahapan kerja jurnalistik dan dikemas dalam bentuk berita, bukanlah karya jurnalistik, melainkan rumor atau gosip saja. Dengan demikian, seluruh rumor atau gosip privat yang terpublikasi melalui media massa (cetak maupun elektronik) tidak dapat dikategorikan sebagai berita”.
=========================
Fatwa MUI: Infotainment Haram
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa haram untuk infotainment baik bagi yang manayangkan maupun menonton. Fatwa tersebut disahkan dalam pleno MUI dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta, Selasa oleh Ketua Komisi Fatwa MUI, Ma`ruf Amin.
Menurut ketentuan umum fatwa mengenai infotainment, menceritakan aib, kejelekan gosip, dan hal-hal lain terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak hukumnya haram. Dalam rumusan fatwa tersebut juga disebutkan upaya membuat berita yang mengorek dan membeberkan aib, kejelekan gosip juga haram.
=========================
KPI: Infotainment Tayangan Nonfaktual
Untuk merespon keluhan masyarakat terhadap tayangan infotainment, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meredefinisi infotainment sebagai tayangan nonfaktual.
Hal ini disampaikan oleh Dadang Rahmat Hidayat, ketua KPI, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara KPI dan Dewan Pers dengan Komisi I DPR, di Jakarta, Rabu (14/7). “Kedatangan rombongan KPI dan Dewan Pers ke DPR (Komisi I) terkait dengan hasil rekomendasi Rakornas KPI tanggal 5-8 Juli 2010, yaitu mengenai redefinisi infotainment sebagai tayangan non faktual sesuai P3SPS,” kata Dadang.
Ia juga menyebutkan alasan lain kenapa KPI menetapkan infotainment sebagai tayangan non faktual, berdasarkan rekomendasi yang dilontarkan KPID seluruh Indonesia. Termasuk juga, banyaknya keluhan yang dilontarkan oleh masyarakat.
=========================
DPR Dukung KPI Sensor Infotainment
Anggota Komisi I DPR RI sepakat mendukung penuh upaya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menyensor program infotainment stasiun-stasiun televisi untuk menghindari pelanggaran etika, agama, moral, budaya, dan sosial dalam penayangannya.
Demikian dikemukakan dua anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Paskalis Kossay dan Zaki Iskandar, ketika dihubungi secara terpisah di Jakarta, Kamis, terkait dengan kesepakatan Komisi I DPR RI, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers.
=========================
Hasyim Muzadi : Panggil Penyiar Infotainment
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi berharap DPR dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memanggil penanggung jawab dan penyebar infotainment yang kini dinilai semakin kebablasan. ‘Saya berharap DPR dan KPI segera memanggil penanggung jawab serta penyebar infotainment tersebut untuk dimintai penjelasan mengapa dia mencari uang dengan merusak suasana keluarga sekaligus mengeksploitasi seks rendah masyarakat untuk memperkaya diri sendiri,’ kata Hasyim di Jakarta, Rabu (28/7/2010).
=========================
KPAI Kritik Infotainment
Menurut Ketua KPAI Hadi Supeno, program infotainment seharusnya bisa menyaring berita yang berdampak baik atau buruk. Hal tersebut dikarenakan infotainment tidak hanya dilihat oleh orang dewasa, melainkan anak-anak juga.
=========================
Refleksi:
Informasi di atas diperoleh melalui internet menggunakan Google dengan beberapa keyword terkait. Jika ditelusuri lebih jauh tentu saja masih banyak lagi pihak lainnya yang menyampaikan ktitik dan ketidakpuasannya atas tayangan infotainment selama ini. Walaupun ada pula sebagian masyarakat yang mendukungnya, terutama dari kelompok mereka yang selama ini banyak mengeruk keuntungan ekonomis dan popularitas dari kehadiran infotainment.
Saya amat yakin bahwa apa yang mereka sampaikan di atas sangat berkepentingan dengan pendidikan anak bangsa di negeri ini. Mereka berharap televisi di Indonesia ini dapat meyuguhkan tayangan-tayangan yang mencerdaskan, bukan tayangan yang meninabobokan dan mengobral informasi sampah yang justru akan menjadikan bangsa ini semakin terpuruk.
Melalui bantuan Google ini, semula saya berharap akan mandapatkan pula informasi tentang sikap dan pernyataan sejenis dari PGRI atau organisasi profesi pendidikan lainnya, tetapi mungkin karena saya kurang mahir menggali informasi di internet, akhirnya saya tidak berhasil menemukannya. Atau justru mungkin mereka belum mengeluarkan pendapatnya alias masih dalam posisi tiarap.
Untuk menambah pengetahuan kita, saya mengajak Anda untuk berpastisipasi menyampaikan pendapat tentang sejauhmana kebermanfaatan tayangan infotainment di televisi ini. Bisa disampaikan melalui komentar atau mengisi polling di bawah ini. Terima kasih atas partisipasi Anda

Saya sudah sangat jarng menonton acara gosiip.. isinya ngomongin orang semua..
Melihat atau mendengar aib orang/keluarga orang lain, harus dihindari bukan malah dipublikasikan dan di bumbui. Pada dasarnya pada diri manusia punya kemauan untuk tahu cerita (jelek) orng lain, makanya ketika infotaimen menghadirkan dengan berbagai bumbunya tentu diserbu, hanya perlu dimklumi sebagian besar efek dari kegiatan tsb tidak baik bagi jiwa dan mental, makanya agama melarang untuk mengintipnya. seperti judi, minuman keras dan jina banyak yg suka tapi nenek bilang itu berbahaya, makanya harus dilarang. bahkan termasuk yg diharamkan. Yg tabu tetap tabu jangan direkayasa.
Salam kenal :
Kadang-kadang saya pun suka bercanda dengan anak-anak saya kalau hasil ulangannya jelek, saya bilang “pasti gara-gara nonton infotainment melulu”
Salam kenal kembali dan salam untuk keluarga di Tabanan
infotainment, selera ibu ibu, sebagian laki laki juga suka, biar dipertahankan saja, istri saya bela belain gak masak buat nonton infotaiment
Tampaknya Infotainment ini cenderung lebih digemari oleh ibu-ibu, diantarnya istri Bapak dan istri saya
Tayangan nya bikin tambah susah dalam ngedidik anak-anak …
Kehadiran acara tv yang asal jadi menjadikan para orang tua dan pendidik harus ekstra keras dalam mendidik putera-puterinya.
Terima kasih atas infonya. Sangat membantu. Jangan lupa ya mampir ke blog gue. Masih baru nh,jdi btuh dkungan dan bntuannya ya.,terima kasih. SUKSES..,.
Sama-sama, semoga sukses nge-blognya
Komentar saya banyak sekali tayangan tv indonesia yang tidak mendidik dari berita yang vulgar, sinetron yg pamer kekayaan, undian hanya diikuti para selebriti, jualan/lelang yang bohong hanya menyedot pulsa, wawancara/diskusi orang ahli yg diadu sampai emosi seperti adu ayam sampai iklan yang menjijikan dan bohong. Apalagi acara semua tv seperti penyanyi koor. Memang krativitas dan inovasi orang indonesia kini lagi turun atau memang kesadaran dan tanggungjawab yang menurun? apa ini buah pendidikan yang dilakukan atau dosa para pemipin yang tidak seharusnya memimpin. Kalau satu pemipin rusak maka dunia akan rusak di indonesia banyak pemipin rusak maka semua tatanan kehidupan jadi seperti ini. Apa ini pertanda dunia sudah tua??? Orang indonesia yang dikenal ramah tamah, religius, dan kekeluargaan tetapi jika melihat tayangan tv terkesan orang indonesia kasar, kejam, dan sepetinya tidak ada lagi tuhan di Indonesia melihat orang yang mencuri dibakar ramai-ramai dan tertawa ramai-ramai bak pesta kemenangan. Ooooh Indonesiaku mau kemana kita ?????????
Benar …
Sepertinya untuk mencari sosok teladan dan panutan di negeri ini tidak mudah.
kitasetuju bahwa tayangan ionfotainment itu kurang bahkan hampir tak ada manfaatnya bagi pemiarsa apalagi bagi putra dan putri kita. efefk kehidupan para artis yang begitu glamour telah m,ewabah pada kehidupan remaja remaja produktif sehingga banyak yang mencari jalan pintas untukmengikuti trends kehidupan artis . ini sangat berbahaya bagi kejiwaan anak anak bangsa kita,padahal masih banyak yang perlu di expose dari tanah surgawi indonesia yang kita cintai ini sumber kekayaan alam yang sangat luar biasa, hutan, pertanian, kelautan yang begitu mempesona dan wajib diketahui oleh warga indonesia agar kita sadar betapa kaya nya negeri kita tercinta. kami mohon pada insan pertelevisian lebih mengutamakan pada nilai nilai mendidik bangsa ini bukan memberikan contoh contoh yang kurang baik, yang namanya gosip jika di gosok pasti siiiiip.
Saya juga merindukan tayangan televisi indonesia yang seperti itu,
Hidup infotaintment…
ngegossip nyookz…hahai
dapatkan info sinta jojo, photo dan videonya berita hari ini
Wah …. saya bingung menjawabnya.
Tetapi saya tetap bisa menghargai pilihan Anda.
Lebih baik buka internet daripada nonton tayangan yang tidak mendidik itu.
Saya juga cenderung seperti itu, atau pindah channel, pilih yang lebih bermanfaat
Kadang saya gemes kalau melihat infotainment apalagi dg tayangan yg diulang-ulang apalagi presenternya membawakannya dengan “dingin” tanpa perasaan bersalah bahwa dia sedang membuka-buka aib orang. Kadang kalau sedang iseng mencermati ternyata antara cerita sesungguhnya dari si empunya cerita dengan yang diolah dan disajikan infotainment itu sangat berbeda karena beda persepsi.Wah ternyata justru peran pihak TV sangat besar dalam membesar-besarkan masalah yang belum tentu penting dan belum tentu benar, juga bukan seharusnya dikonsumsi publik. Menurut saya sih lebih baik dihilangkan saja acara seperti itu karena sama sekali tidak bermanfaat dan bahkan ikut andil memberi inspirasi buruk bagi penontonnya. Mendingan juga diperbanyak acara2 yg patut jadi tuntunan para penontonnya seperti : Bedah Rumah, Jalinan Kasih, Pundi Amal, Jika Aku menjadi…dan banyak lagi acara yg dapat menggalang rasa peduli sesama dan mengetuk hati orang yg lebih beruntung serta mampu untuk membantu sesama yg taraf kehidupannya jauh dibawah standar dan sangat memerlukan uluran tangan atau bantuan.
Selebriti mamang memiliki daya tarik tersendiri untuk diberitakan, mungkin akan lain cerita jika seandainya yang diberitakan itu hal yang mendidik dan mencerdaskan
Yang jelas tayangan infotainment adalah informasi yang kurang mendidik menurut saya,lebih lebih malah membuat penonton kecanduan untuk melihat berita tentang bintang kesayangannya bahkan cerita dari penonton ke penonton lain cenderung lebih negatif dibanding berita sesungguhnya yang sudah negatif.
Televisi sebagai media massa yang menyuguhkan tayangan secara audio-visual memberikan pengaruh kuat terhadap pikiran, perasaan dan tindakan para pemirsanya.
Saya mengkhawatirkan dampaknya jika setiap hari masyarakat terus-menerus dijejali dengan tayangan-tayangan yang kurang mencerdaskan.
Tayangan televisi Indonesia semoga semakin berkualitas dan mendidik masyarakat, bagaimanapun tayangan televisi mencerminkan kualitas manusia Indonesia.
Semoga saja para insan televisi kita dapat mendengar suara Anda, sehingga ke depannya kita bisa menyaksikan tayangan televisi yang jauh lebih bermakna.
mudahan mudahan indonesia lebih baik kedepannya
Kita semua berharap demikian, Indonesia akan menjadi lebih baik, dan tayangan televisi pun, khususnya infotasinment bisa menjadi lebih baik.
Pendapat saya sampai saat ini tayangan infotainment tidak bermanfaat. Alasan: (1) Isi terlalu banyak berkisah tentang masalah rumah tangga, seperti perceraian dan perselingkuhan, padahal dalam Islam, menurut yang saya tahu, hal-hal seperti itu adalah aib. (2) Terlalu banyak sensasi. “SENSASIONAL” itulah mungkin kata yang tepat untuk infotainment, biasanya info “SENSASIONAL” berasal dari artis-artis pendatang baru atau artis-artis yang sudah mulai kurang populer. Tapi itulah infotainment, baik elektronik maupun cetak, tema yang laku saat ini adalah dua poin tersebut di atas.
Apa yang Anda pikirkan tampaknya sejalan dengan apa yang disampaikan oleh para tokoh di atas. THX