Deberapa hari yang lalu saya menerima kiriman SMS dari sahabat saya dengan judul Waspada terhadap penyakit yang dapat menyerang guru!. Isi pesan tersebut berisi berbagai jenis penyakit medis yang sering kita dengar, tetapi dalam konotasi yang diplesetkan.
Selanjutnya, untuk memenuhi rasa penasaran tentang beredarnya isu penyakit “nyeleneh” ini, saya pun mendatangi Mbah Google untuk meminta informasi tentang hal ini. Ternyata memang benar, di dunia maya pun sudah banyak beredar isu tentang penyakit ini.
Jika Anda merasa penasaran dengan jenis-jenis penyakit tersebut, Anda dapat menelusuri sendiri melalui Mbah Google, Om Yahoo, atau mesin browser lainnya.
Terlepas benar-tidaknya isu ini, mari kita senantiasa waspada dan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah dan memberantas penyakit yang diyakini akan dapat menghambat dan mengganggu pencapaian mutu pendidikan di negeri ini.
Catatan:
Karena isue ini telah berkembang menjadi topik diskusi yang kontroversi, saya mengambil keputusan untuk tidak lagi menampilkan “jenis-jenis penyakit dimaksud”. Mohon maaf dan terima kasih atas diskusi masukan Anda [revisi, 02 April 2010]
==========
Materi Terkait:


Kok nggak diulas di sini, penyakit apa sajakah itu? Agak penasaran juga sih, pengen tahu, tapi belum bisa meluangkan waktu untuk tanya google ataupun yahoo. Ada bocoran?
Setelah membaca sms tsb, saya lebih introspkesi diri bahwa kita sebagai sosok yang digugu dan ditiru alias guru harus lebih membenahi diri dan memperkaya diri dengan segala teknik dan strategi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.
setuju dengan jalius_hr.
semua yang ada sebagai pemacu untuk guru menambah wawasan dan melengkapi kekurangan yang diderita, tersinggung tidak namum terlanjur disebarluaskan menjadi bumerang bagi guru untuk bahan pelecehan
sebenarnya qt ga perlu tersinggung, marah, atau takut diejek oleh siswa…gara-gara penyakit plesetan yang disebarluaskan via SMS tsb….tetapi hendaknya qt bisa mawas diri dan melakukan self evaluation, sudah sejauh mana usaha qt dalam meningkatkan kompetensi ….dan jangan sampai ada penyakit tambahan seperti DISENTRI : disertifikasi namun tidak mawas diri
setiap perbuatan tergantung niatnya mas… guru punya tabungan yng paling banyak di akhirat bila memang benar-benar amanah….
Mas tolong saya dikirimi apa saja yang dimaksud penyakit guru itu, karena (maaf) saya belum sempat tahu tentang info yang dimaksud penyakit guru dalam hal ini! Terima kasih
ya…senada dg Teh Lilis,saya juga menerima sms itu…heuheu…
tapi kayanya si pengirim sms itu kelupaan satu penyakit lagi…yaitu penyakit “marakayangan ” alias “gentayangan”…guru gentayangan adalah guru yang selalu ikut seminar,workshop,pelatihan…pindah dari satu seminar ke seminar lain…pindah dari satu workshop ke workshop lain…pindah dari satu pelatihan ke pelatihan lain..sehingga,dia tidak memiliki waktu untuk mengajar siswanya di kelas..pendek kata, yang pinter itu jadinya si guru itu,kalau dia diikutkan lomba guru teladan,dia pasti juara…tapi kalo siswa2nya yang diikutkan lomba,mereka bakal kalah dech…
Hatur nuhun pa, namung ulah bosen ngalereskeun we margi teu acan dipasihan terang ngalereskeun nyalira…
Lilis Yuningsih
Aduuuh mas Tukul memang harus jadi inspirasi kita juga, menurut saya sih ga usah ada yang berang, marah atau saling tuding.Seperti pepatah bijak mengatakan : jadikan ’setiap orang adalah guru’ dan kehidupan ini adalah universitasnya….maka kita boleh berharap akan makin bijak lah kita..Mari kita lihat dari sisi yang positip saja seperti pepatah bijak lain mengatakan :”Lakukan saja apa yang bisa dilakukan, sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya…….” .Saya jadi ingat ketika kepsek saya briefing dg kalangan terbatas, beliau bisik2 bahwa beliau menerima sms tentang penyakit2 yang perlu diwas[adai oleh para guru tapi beliau tidak tega mengirimkannya pada kami guru2, takut ada yang sensitif katanya. Tapi tidak menerima dari beliau saya tetap menerima dari sahabat saya, toh sms itu malah membuat saya senyum2 sendiri. Tapi entah kalau saya menerima sms itu dari kepsek saya, apakah saya jg masih bisa tersenyum atau merasa ditegur ? Akhirnya kepsek saya malah membahas berbagai penyakit berbahaya dan perlu diwaspadai itu didepan siswa sebagai wejangan bagi mereka ( Tentu saja sudah melalui proses editing dan tidak disebutkan bahwa sumber asalnya adalah dari sms yang tersebar dan bahwa yang dimaksud adalah penyakit guru he..he..}. Mohon maaf tidak bermaksud menggurui para guru dan ga usah ada yang marah ya….peace ah….
Saya juga menerima SMS serupa yang dipelestrkan terhadap kinerjan guru di sekolah, menamng menimbulkan pro kontra, malah ada guru yang berang mengirim edit SMS trsb ke Pengawas sekolah, dibawahnya ditambah Penyakit ini juga di miliki oleh pengawas sekolah katanya.Sebenarnya kalalu mau jujur , guru dilapangan sudah maksimal melaksanakan tugas sesuai kondisi sekolah masing-masing, apalagi dengan telah di BIMTEK KTPS yang berkali algamdulillah guru sekarang banyak perubahan uatamnya materi pembelajaran dan penilaian.Kita akui penyakit itu ada .tp jika ingin guru sembuh dari penyakit itu maka sarana pendukung pembelajaran harus dipenuhi disekolaah.sebenarnya manusia diciptakan dalam keadaan terbaik, Tidak ada kekurangan atau kelemahan dalam diri manusia, yang ada hanyalah manusia belum mampu mengelola apa yang disebutnya “kelemahan atau kekurangan” menjadi sebuah potensi yang luar biasa. kelemahan atau kekurangan itu justru menjadi sumber kekuatan …paling dahsyat apa bila intake dan daya dukung terpenuhi “serta tentu diperlukaan kerja keras dan ketekunan”.TUKUL ARWANA TELAH MEBUKTIKANNYA PADA DUNIA, dengan segala kelemahannya, wajahnya, mulutnya, pengetahuan yang pas-pasan mampu mengolahnya menjadi pelawak yang sukses dan membuat manuasia terhubr.heheheh