Mewaspadai Penyakit yang Dapat Menyerang Guru

Deberapa hari yang lalu saya menerima kiriman SMS dari sahabat saya dengan judul Waspada terhadap penyakit yang dapat menyerang guru!. Isi pesan tersebut berisi berbagai  jenis penyakit medis yang sering kita dengar, tetapi  dalam konotasi yang diplesetkan.

Selanjutnya, untuk memenuhi rasa penasaran tentang beredarnya isu penyakit “nyeleneh” ini, saya pun mendatangi Mbah Google untuk meminta informasi tentang hal ini.   Ternyata memang benar, di dunia maya pun sudah banyak beredar isu tentang penyakit ini.

Jika Anda merasa penasaran dengan jenis-jenis penyakit tersebut, Anda  dapat menelusuri sendiri melalui Mbah Google, Om Yahoo, atau mesin browser lainnya, dengan menggunakan kata kunci “Waspada terhadap penyakit yang dapat menyerang guru!

Terlepas benar-tidaknya isu ini, mari kita senantiasa  waspada dan berusaha sekuat tenaga untuk mencegah dan memberantas penyakit  yang diyakini  akan dapat menghambat dan mengganggu pencapaian mutu pendidikan di negeri  ini.

Catatan:

Karena isue ini telah berkembang menjadi topik diskusi yang kontroversi, saya mengambil keputusan untuk tidak lagi menampilkan “jenis-jenis penyakit dimaksud”. Mohon maaf dan terima kasih atas diskusi masukan  Anda    [revisi, 02 April 2010]

==========

Materi Terkait:

[ AKHMAD SUDRAJAT seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN
41 comments on “Mewaspadai Penyakit yang Dapat Menyerang Guru
  1. batikmania mengatakan:

    Kok nggak diulas di sini, penyakit apa sajakah itu? Agak penasaran juga sih, pengen tahu, tapi belum bisa meluangkan waktu untuk tanya google ataupun yahoo. Ada bocoran?

  2. SITI KAMARIAHNGADIMIN mengatakan:

    Setelah membaca sms tsb, saya lebih introspkesi diri bahwa kita sebagai sosok yang digugu dan ditiru alias guru harus lebih membenahi diri dan memperkaya diri dengan segala teknik dan strategi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.

  3. firman m. mengatakan:

    setuju dengan jalius_hr.
    semua yang ada sebagai pemacu untuk guru menambah wawasan dan melengkapi kekurangan yang diderita, tersinggung tidak namum terlanjur disebarluaskan menjadi bumerang bagi guru untuk bahan pelecehan

  4. suherlan mengatakan:

    sebenarnya qt ga perlu tersinggung, marah, atau takut diejek oleh siswa…gara-gara penyakit plesetan yang disebarluaskan via SMS tsb….tetapi hendaknya qt bisa mawas diri dan melakukan self evaluation, sudah sejauh mana usaha qt dalam meningkatkan kompetensi ….dan jangan sampai ada penyakit tambahan seperti DISENTRI : disertifikasi namun tidak mawas diri

    SMS ini telah menjadi sebuah wacana pro-kontra di kalangan guru sendiri, tentunya dengan argumentasi masing-masing. Nuhun tos ngiring ngaramekeun di dieu

  5. wartono mengatakan:

    setiap perbuatan tergantung niatnya mas… guru punya tabungan yng paling banyak di akhirat bila memang benar-benar amanah….

  6. saiful mengatakan:

    Mas tolong saya dikirimi apa saja yang dimaksud penyakit guru itu, karena (maaf) saya belum sempat tahu tentang info yang dimaksud penyakit guru dalam hal ini! Terima kasih

    Bapak bisa mencarinya melalui google, gunakan keyword yang relevan

  7. wulan harmadisastra mengatakan:

    ya…senada dg Teh Lilis,saya juga menerima sms itu…heuheu…
    tapi kayanya si pengirim sms itu kelupaan satu penyakit lagi…yaitu penyakit “marakayangan ” alias “gentayangan”…guru gentayangan adalah guru yang selalu ikut seminar,workshop,pelatihan…pindah dari satu seminar ke seminar lain…pindah dari satu workshop ke workshop lain…pindah dari satu pelatihan ke pelatihan lain..sehingga,dia tidak memiliki waktu untuk mengajar siswanya di kelas..pendek kata, yang pinter itu jadinya si guru itu,kalau dia diikutkan lomba guru teladan,dia pasti juara…tapi kalo siswa2nya yang diikutkan lomba,mereka bakal kalah dech…

    Tambahan lagi penyakit baru….Terima kasih mari kita senantiasa merefleksi untuk perbaikan diri

  8. Lilis Yuningsih ,S.Pd mengatakan:

    Hatur nuhun pa, namung ulah bosen ngalereskeun we margi teu acan dipasihan terang ngalereskeun nyalira…

  9. Lilis Yuningsih ,S.Pd mengatakan:

    Lilis Yuningsih
    Aduuuh mas Tukul memang harus jadi inspirasi kita juga, menurut saya sih ga usah ada yang berang, marah atau saling tuding.Seperti pepatah bijak mengatakan : jadikan ’setiap orang adalah guru’ dan kehidupan ini adalah universitasnya….maka kita boleh berharap akan makin bijak lah kita..Mari kita lihat dari sisi yang positip saja seperti pepatah bijak lain mengatakan :”Lakukan saja apa yang bisa dilakukan, sebaik-baiknya, dan sebenar-benarnya…….” .Saya jadi ingat ketika kepsek saya briefing dg kalangan terbatas, beliau bisik2 bahwa beliau menerima sms tentang penyakit2 yang perlu diwas[adai oleh para guru tapi beliau tidak tega mengirimkannya pada kami guru2, takut ada yang sensitif katanya. Tapi tidak menerima dari beliau saya tetap menerima dari sahabat saya, toh sms itu malah membuat saya senyum2 sendiri. Tapi entah kalau saya menerima sms itu dari kepsek saya, apakah saya jg masih bisa tersenyum atau merasa ditegur ? Akhirnya kepsek saya malah membahas berbagai penyakit berbahaya dan perlu diwaspadai itu didepan siswa sebagai wejangan bagi mereka ( Tentu saja sudah melalui proses editing dan tidak disebutkan bahwa sumber asalnya adalah dari sms yang tersebar dan bahwa yang dimaksud adalah penyakit guru he..he..}. Mohon maaf tidak bermaksud menggurui para guru dan ga usah ada yang marah ya….peace ah….

    Punten… ku abdi nu ieu bae di-approve-na. Nuhun…..

  10. suaidin mengatakan:

    Saya juga menerima SMS serupa yang dipelestrkan terhadap kinerjan guru di sekolah, menamng menimbulkan pro kontra, malah ada guru yang berang mengirim edit SMS trsb ke Pengawas sekolah, dibawahnya ditambah Penyakit ini juga di miliki oleh pengawas sekolah katanya.Sebenarnya kalalu mau jujur , guru dilapangan sudah maksimal melaksanakan tugas sesuai kondisi sekolah masing-masing, apalagi dengan telah di BIMTEK KTPS yang berkali algamdulillah guru sekarang banyak perubahan uatamnya materi pembelajaran dan penilaian.Kita akui penyakit itu ada .tp jika ingin guru sembuh dari penyakit itu maka sarana pendukung pembelajaran harus dipenuhi disekolaah.sebenarnya manusia diciptakan dalam keadaan terbaik, Tidak ada kekurangan atau kelemahan dalam diri manusia, yang ada hanyalah manusia belum mampu mengelola apa yang disebutnya “kelemahan atau kekurangan” menjadi sebuah potensi yang luar biasa. kelemahan atau kekurangan itu justru menjadi sumber kekuatan …paling dahsyat apa bila intake dan daya dukung terpenuhi “serta tentu diperlukaan kerja keras dan ketekunan”.TUKUL ARWANA TELAH MEBUKTIKANNYA PADA DUNIA, dengan segala kelemahannya, wajahnya, mulutnya, pengetahuan yang pas-pasan mampu mengolahnya menjadi pelawak yang sukses dan membuat manuasia terhubr.heheheh

    Kita bisa belajar dari Mas Tukul atas kecerdasan spiritual yang dimilikinya, dimana dia sanggup merubah rasa sakit menjadi kekuatan (salah satu ciri kecerdasan spiritual), ketika diejek atau diomelin oleh mitra mainnya tapi justru dia dapat menjadikannya sebagai peluang untuk maju seperti yang kita saksikan sekarang.

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s