Sertifikasi Guru BK

Meski  secara yuridis formal,  guru BK atau Konselor di Indonesia masih dipandang sebagai guru, namun dari segi pelayanan yang diberikan, guru  BK/konselor  memiliki  keunikan tersendiri yang dapat dibedakan dengan pelayanan pendidikan lainnya, khususnya pelayanan yang diberikan oleh guru pengampu mata pelajaran.

Oleh karena itu, terkait dengan kegiatan sertifikasi guru,  penilaian kinerja guru BK/Konselor  tentunya harus dibedakan dengan penilaian guru pengampu mata pelajaran, terutama dalam aspek-aspek dan indikator yang harus dinilai.

Ketika pertama kali  dimulai kegiatan sertifikasi guru, untuk menilai kinerja guru BK/Konselor memang sempat bermasalah, karena pada waktu itu  sosialisasi  instrumen penilaian kinerja guru BK/Konselor tidak  berjalan  dengan baik,  sehingga di lapangan penilaian kinerja guru BK/Konselor terpaksa menggunakan instrumen yang sama dengan  guru pengampu mata pelajaran.

Jelas, hal ini  mungkin bisa dianggap sebagai  sebuah kecelakaan  besar dalam proses sertifikasi guru BK/Konselor. Walaupun akhirnya ada juga yang dinyatakan lulus. Beruntung,  pada program sertifikasi guru periode berikutnya pemerintah atau pihak yang berwenang  telah sanggup menyiapkan instrumen khusus untuk menilai kinerja guru BK/Konselor, yang hingga saat ini instrumen ini masih tetap digunakan.

Berikut ini disajikan gambaran aspek/indikator penilaian Perencanaan dan  Pelaksanaan Pelayanan Program Bimbingan dan Konseling di sekolah,  serta penilaian kompetensi kepribadian dan sosial  guru BK/Konselor

==========================

A. Indikator Penilaian Pelaksanaan Program Pelayanan

==========================

1. Agenda kerja guru bimbingan dan konseling (lengkap, relevan)

2. Daftar konseli (siswa) (jumlah, peta permasalahan, waktu pelayanan, jenis pelayanan)

3. Data kebutuhan dan permasalahan konseling:

  • Hasil pengamatan langsung guru BK
  • Hasil penggunaan instrumen (tes dan non tes)

4. Laporan bulanan (sistematis, lengkap)

5. Laporan semesteran/tahunan (sistematis, lengkap)

Aktivitas pelayanan bimbingan dan konseling:

a. Pemahaman:

  • Catatan anekdot (ada, lengkap, bermakna)
  • Kunjungan rumah (prosedural, lengkap, bermakna)
  • Konferensi kasus (prosedural, lengkap, bermakna)
  • Sosiometri (ada sosiogram, analisis, dan tindak lanjut)

b. Pelayanan Langsung:

  • Konseling individual
  • Konseling kelompok
  • Konsultasi
  • Kegiatan bimbingan kelompok/klasikal yang diisikan untuk dinilai dalam bidang pelayanan yang berbeda, sesuai dengan berkas sebanyak 4 kegiatan
  • Referal

c. Pelayanan Tidak Langsung :

(memilih tiga dari pelayanan sebagai berikut: papan bimbingan, kotak masalah,  bibliokonseling, audiovisual, audio, media cetak:liflet, buku saku, yang lengkap dan bermakna

Laporan hasil evaluasi program bimbingan dan konseling serta tindak lanjutnya:

  1. Evaluasi proses dan produk (lengkap, kesesuaian antar komponen dalam program)
  2. Analisis dan pengambilan keputusan (tepat dan akurat)
  3. Tindak lanjut (jelas, realistik, tepat)

==========================

B. Indikator Penilaian Perencanaan Pelayanan

==========================

  1. Kejelasan perumusan tujuan
  2. Pemilihan dan pengorganisasian materi pelayanan
  3. Pemilihan instrumen dan media pelayanan
  4. Strategi pelayanan
  5. Waktu dan biaya
  6. Rencana evaluasi dan tindak lanjut
  7. Program Semesteran BK
  8. Program Tahunan BK

==========================

C. Indikator Penilaian Kompetensi Kepribadian dan Sosial

==========================

  1. Ketaatan dalam menjalankan ajaran agama (rajin menjalankan ajaran agama yang dianut, misal: orang muslim rajin menjalankan sholat,orang kristiani rajin ke gereja, dll.)
  2. Tanggung jawab (sanggup menyelesaikan tugas sesuai dengan ketentuan, misal:melaksanakan pembelajaran dengan baik dan sesuai jadwal)
  3. Kejujuran (menyampaikan sesuatu apa adanya, misal: izin tidak masuk atau tidak mengajar dengan alasan yang sebenarnya)
  4. Kedisiplinan (kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, misal mulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal)
  5. Keteladanan (menjadi contoh atau rujukan dalam sikap dan perilaku bagi yang lain, misal: menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam tutur kata, berpakaian, dll).
  6. Etos kerja (komitmen dan semangat dalam melaksanakan tugas, misal yang memiliki etos kerja tinggi, bersemangat melaksanakan dan mentaati kaidah kaidah dalam tugas)
  7. Inovasi dan kreatifitas (kemampuan dan kemauan untuk mengadakan pembaharuan melalui olah pikirnya, misal selalu berusaha menggunakan alam sekitar dan bahan-bahan yang ada di sekitarnya dalam proses pembelajaran di kelas)
  8. Kemampuan menerima kritik dan saran (perilaku dalam merespon kritik dan saran dari orang lain, misal mendapat kritik tidak marah dan akomodatif  terhadap saran orang lain)
  9. Kemampuan berkomunikasi (dapat menyampaikan ide-idenya dengan bahasa yang baik dan dapat dipahami oleh sasaran, misal: dalam keseharian dapat berkomunikasi secara baik dan sejawat)
  10. Kemampuan bekerjasama

===============

Untuk melihat contoh instrumen penilaian kinerja guru BK/Konselor dalam rangka kegiatan sertikasi  guru , silahkan klik  DI SINI

===============

REFLEKSI

Menurut hemat saya indikator penilaian kinerja guru BK/Konselor di atas tampak masih diwarnai dengan sistem pengadmistrasian yang  bisa dikatakan cukup rumit sehingga kerapkali  merepotkan para peserta untuk dapat mendokumentasikannya.

Dengan tidak mengurangi esensi penilaian kinerja para guru BK/Konselor itu sendiri, mungkinkah ada cara lain yang lebih sederhana?

Silahkan didiskusikan lebih lanjut!

===========

Materi terkait:

  1. Instrumen Pengamatan Keterampilan Proses Konseling
  2. Layanan Konseling Individual
  3. Kilas Balik Profesi Konselor Di Indonesia
  4. Kualifikasi dan Kompetensi Konselor
  5. Makalah dan Artikel Bimbingan dan Konseling
  6. Artikel dan Makalah Psikologi Pendidikan

[ AKHMAD SUDRAJAT seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , , , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN
23 comments on “Sertifikasi Guru BK
  1. bayuputra mengatakan:

    terimakasih banyak atas informasinya pak sangat membantu sekali.. walaupun saya bukan guru BK….
    salam kenal dari bayu di kalimantan Tengah.

    Sama-sama, terima kasih sudah mampir dan salam untuk rekan-rekan di Kalteng

  2. bksmanci mengatakan:

    Nembe kapanggil taun ieu pak…
    Mung eta penilaian BK teh asa rumit pisan Pa….

    Ngiring bingah sareng wilujeng pamugi lancar bangsar !

  3. aminhers mengatakan:

    Wah sama ribetnya juga kang. nanti saya share ke temen Bk, agar di jadikan rujukan.
    saya punya pertanyaan begini, dari teman :Kemana kalau memperbaiki salah Nama atau identitas lain di sertifikat, apa ke pmptk atau ke universitas yg memberikan penilaian ? mohon penjelasannya.

  4. TRIYONO mengatakan:

    Menurut saya, adm BK sebenarnya adalah penunjang tercapainya prog BK secara keseluruhan, yaitu terlayaninya siswa secara maksimal, tetapi dilapangan banyak kita jumpai guru BK yang terjebak dalam pengelolaan adm bk ini. Kita berharap kedepan untuk adm bk akan lebih banyak softwer BK yang membantu memudahkan kerja konselor, sehingga tugas utama konselor melayani siswa bisa tertangani dengan baik. trims.

    Tampaknya kawan-kawan guru BK perlu dilengkapi pula dalam kemampuan ber-ITinya, untuk memperingan beban pekerjaan administratifnya yang lumayan ribet ini. Terima kasih

  5. Muliardy Banun Online mengatakan:

    mampir,
    untuk backlink, link nya bisa tersimpan dimana saja, di halaman ataupun di blogroll.
    kalau untuk backlink, blog nya harus di ubah ke do follow, agar bisa memberikan backlink.

    terima kasih,
    salam.

    Terima kasih atas bantuan infonya. Kalau blog WP.com seperti ini bisa di do follow? bagaimana caranya, dan apa untung ruginya bagi blog yang bersangkutan?

  6. julianusginting mengatakan:

    wah…postingannya sungguh bermanfaat pak..trimakasih.

    Sama-sama

  7. Dewi Lin mengatakan:

    Terima kasih atas infonya!

    U are welcome

  8. taskertas mengatakan:

    sangat memberikan informasi sekali bg saya. guru bk adalah cita2 sy dl… tp…ga kesampaian…. semangat…

    Saya melihat karya-karya Anda dalam bidang pembuatan tas kertas sangat kreatif dan luar biasa

  9. Bakharuddin mengatakan:

    Terima kasih infonya pak … sangat bermanfaat untuk rekan-rekan BK …

    Sama-sama, Pak! Tulisan ini saya angkat, barangkali masih ada guru BK yang menggunakan instrumen penilaian guru mata pelajaran dalam proses sertifikasinya

  10. anisasutarno mengatakan:

    setuju spt dlm reflesi, nmn trmks dpt menjd rujukan.
    dilapangan msh ada kendala siapa yg shrsnya menilai gr BK/konselor. buku panduan menyebutkan yg. menilai adalah assesor.ttp ada jg. pendpt pengawas juga menilai.dan ternyata ada pengawas yg memberi nilai ttp jg ada pengawas yg tdk mau menilai (karena merasa tdk punya kewenangan). anehnya dari assesor jg tdk ada komplin/komentar dalam hal ts. gmn pdpt bapk.trmks

    Saya pun merujuk pada buku pedoman, sebagai pengawas BK saya hanya menilai dari segi kompetensi keperibadian-sosial saja. Untuk proses BK-nya sendiri saya serahkan kepada asesor sertifikasi

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s