Program Pengawasan Sekolah

Kegiatan pengawasan sekolah pasti harus diawali dengan penyusunan program kerja.  Dengan adanya program kerja maka kegiatan pengawasan dapat terarah dan memiliki sasaran serta target yang jelas. Segala aktivitas pengawasan termasuk ruang lingkup, output yang diharapkan serta jadwal pengawasan dituangkan dalam program yang disusun. Hal ini sekaligus menjadi dasar acuan dan pertanggung  jawaban pengawas  dalam bekerja.

Untuk dapat menyusun program pengawasan dengan baik, seorang pengawas perlu memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai lingkup tugasnya, menguasai  prosedur penyusunan program kerja, serta kemampuan berpikir sistematis untuk merancang program dan kegiatan yang akan dilaksanakan sehinggar produktif dan memberi kontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan

Program pengawasan sekolah merupakan pedoman bagi pengawas sekolah dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya. Program pengawasan hendaknya disusun selaras dengan visi, misi dan tujuan pendidikan di sekolah binaan. Program yang disusun diarahkan pada layanan profesional pengawas sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di sekolah.

Untuk mewujudkan hal tersebut, terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam penyusunan program pengawasan sekolah, antara lain:

  1. Kegiatan pengawasan sekolah dikembangkan atas dasar hasil pengawasan pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan sekolah harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Dalam hal ini diterapkan prinsip peningkatan mutu berkelanjutan (continous quality improvement). Walaupun terjadi pergantian pengawas, pengawas sekolah yang baru harus tetap memperhatikan apa yang telah dilaksanakan serta dicapai oleh pengawas sebelumnya.
  2. Kegiatan pengawasan sekolah mengacu pada kebijakan pendidikan, baik itu kebijakan pendidikan yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) di tingkat pusat ataupun Dinas Pendidikan setempat (kabupaten/kota).
  3. Program kegiatan pengawasan memuat prioritas pembinaan dengan target pencapaiannya dalam jangka pendek (semester), jangka menengah (satu tahun), dan jangka panjang (tiga sampai tahun). Sasaran prioritas jangka pendek ditetapkan atas dasar persoalan/masalah yang dihadapi oleh setiap sekolah binaan. Keragaman persoalan yang dihadapai akan membedakan sasaran prioritas pengawasan pada setiap sekolah.
  4. Program kerja pengawasan selalu diawali dengan penilaian kondisi awal sekolah berkaitan dengan sumber daya pendidikan, program kerja sekolah, proses bimbingan/pembelajaran, dan hasil belajar/bimbingan siswa. Pada tahap selanjutnya dilakukan penilaian serta pembinaan berdasarkan hasil penilaian. Kegiatan pengawasan dalam satu periode (satu tahun) diakhiri dengan evaluasi hasil pengawasan dan penyusunan laporan yang dapat digunakan sebagai landasan program pengawasan tahun berikutnya.
  5. Pelaksanaan program pengawasan bersifat fleksibel namun tidak keluar dari ketentuan tentang penilaian, pembinaan, dan pemantauan sekolah. Pengawas sekolah memiliki wewenang dalam menetapkan, metode kerja, langkah-langkah, dan indikator keberhasilan program pengawasan dengan memperhatikan kondisi obyektif sekolah yang bersangkutan.

==========

Untuk lebih jelasnya, dalam tautan berikut ini disediakan contoh/model format program pengawasan, jika Anda ingin men-downloadnya, silahkan klik DISINI!.

Silahkan didiskusikan lebih lanjut dan semoga bermanfaat!

Sumber:

Depdiknas.2008. Penyusunan Progran Pengawasan Sekolah (Bahan Pelatihan Pengawas Sekolah), Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

==========

[adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , , ,
Ditulis dalam MANAJEMEN PENDIDIKAN
25 comments on “Program Pengawasan Sekolah
  1. muhammad syakirin mengatakan:

    makasih pak sebelumnya atas refrensinya, kalau boleh share contoh laporan konkrit pengawas bimbingan konseling

  2. […] Program Pengawasan Sekolah […]

  3. Anonymous mengatakan:

    As, Pa adakah contoh laporan lengkap laporan tahunan Pengawas Sekolah, mungkin saya bisa mencontoh dari Bapak, H.Ardaniansyah di Samarinda Kaltim

  4. sukarmi mengatakan:

    Nuwun atas Referensinya, andai diperkenankan boleh dikirim contoh kongkrit pak
    untuk belajar

  5. admin mengatakan:

    Mohon share info2 nya ya pak, thanks

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.048 pengikut lainnya.