Permen PAN No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru

Lahirnya Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya dipandang sebagai moment penting  perjalanan profesi guru di Indonesia.  Terbitnya KEPMENPAN ini telah mengukuhkan guru sebagai jabatan fungsional, dimana proses kenaikan pangkat dan jabatan guru  yang semula dilakukan secara otomatis dan  periodik  (per 4 tahun) diubah menjadi berdasarkan angka kredit, sehingga memungkinkan guru  untuk dapat mengajukan kenaikan pangkat dan golongan kurang dari 4 tahun. Walaupun dalam kasus-kasus tertentu, khususnya untuk kenaikan pangkat dari golongan IV.a ke IV.b  dan seterusnya, peraturan ini tampaknya  menjadi kontra-produktif, karena banyak guru yang  terganjal oleh ketentuan yang mewajibkan guru untuk membuat Karya Tulis Ilmiah.

Seiring dengan perjalanan waktu dan  perkembangan profesi dan tuntutan kompetensi Guru saat ini, keputusan menteri ini tampaknya diperlukan berbagai penyesuaian. Oleh karena itu, pemerintah  melalui Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menerbitkan peraturan baru yang tertuang dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru Dan  Angka Kreditnya.

Kerangka isi peraturan tersebut terdiri dari 18 Bab dan 47 pasal, ditandatangani oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, per 10 November 2009.

Hal – hal pokok yang bisa saya garisbawahi  dari isi peraturan baru ini adalah:

  1. Penilaian unsur utama untuk kegiatan pembelajaran/pembimbingan dan tugas tambahan dan/atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah, dihitung sacara paket berdasarkan penilaian kinerja guru yang akan diatur lebih lanjut dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (pasal 15).  Dalam peraturan terdahulu  penilaian dilakukan  berdasarkan masing-masing sub komponen secara parsial.
  2. Kegiatan pengembangan profesi dalam bentuk publikasi ilmiah dan/atau karya inovatif sudah  harus dilakukan oleh para guru yang akan naik ke golongan III.c (pasal 17 ayat 2). Semula, ketentuan ini hanya berlaku bagi para guru yang akan naik ke golonganl IV.b dan seterusnya.

Dalam pandangan saya, isi peraturan ini terkandung  makna dan semangat bahwa saat ini pekerjaan guru tidak lagi dipandang sebagai  sebuah pekerjaan yang asal-asalan, tetapi merupakan sebuah pekerjaan profesional yang dibingkai oleh kaidah-kaidah profesi yang standar.

Jika Anda bermaksud mempelajari lebih lanjut isi peraturan  tersebut,  silakan klik DI SINI (4share) atau DI SINI (ziddu).

[Mohon maaf, saya tidak banyak mempelajari cara-cara yang efektif untuk men-download file yang tersimpan di 4share maupun Ziddu. Mungkin ada diantara Anda yang ingin membantu memberikan TIPS-nya?]

=========

Catatan:

Bahan ini saya peroleh dari Dr. Tita  Lestari ketika beliau menjadi nara sumber  pada kegiatan pelatihan  Penguatan Kompetensi  Pengawas yang diselenggarakan oleh Direktorat Profesi Tenaga Pendidikan  bertempat di  P4TK Bandung pada tanggal 29 Januari-01 Februari   2010.

=========

Permen PAN dan Reformasi Birokrasi No. 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya

Materi terkait:

[ AKHMAD SUDRAJAT seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Dikaitkatakan dengan: , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN
91 comments on “Permen PAN No. 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru
  1. eniz mengatakan:

    Katanya kompetensi guru yang jumlahnya 14 disederhanakan lagi menjadi 7 butir ya, apa saja tu kalau boleh infonya ya pa ajat

  2. Gusti Astika mengatakan:

    Pak Adjat, tolong dong dikirimkan ke email saya tentang penghitungan angka kredit guru berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 dan penghitungan angka kredit pengawas sekolah berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 118/1998. Trims ya pak.

  3. susiyati mengatakan:

    Asswrwb.trims pak info ini sangat penting bagi sya n temen seprofesi, dan sy baru pertama mendapat info ini. Smoga termasuk amal sholeh bapak n ditrima Allah SWT.Amin
    Wassalam

  4. Emi Wijayanti mengatakan:

    Bukan komentar…tapi pertanyaan..kalo kuliah lagi S1 ke pendidikan yang relevan dihitung berapa..karena saya bukan dari kependidikan tetapi sudah Akta IV. Kemudian untuk njagani sertifikasi yang katanya harus benar2 relevan saya ambil kependidikan yang sesuai. di lampiran II cuma ada tanda centhang ajja…sedang di skor tidak disebutkan mempunyai ijasah S1 lain yng relevan…tolong infonya

  5. Wikarso mengatakan:

    Terima kasih infonya

  6. Nurkholis mengatakan:

    Semoga bapak balasan dari Alloh SWT atas segala informasi yang bapak upload. Terimaksih

  7. sukasmo mengatakan:

    Kalau masih punya file tentang Kepmenpan no 84 Tahun 1993 beserta lampirannya nilai PAK Jabatan Guru,

  8. mahendra mengatakan:

    mohon informasi bagaimana kalau guru yang tidak mengajar 24 jam,mohon jalan keluarnya ?

  9. Hadi Susanto mengatakan:

    Yth. Bapak Akhmad Sudrajat
    Saya mendengar bagi yang ingin mengajukan kenaikan pangkat dari IV A ke IV B dan seterusnya, di samping membuat karya tulis, juga diwajibkan mempublikasikan hasil karya tulis tersebut ke media tertentu. Tolong jelaskan karena publikasi karya tulis ke media tertentu tersebut yang bagaimana karena bukan perkara mudah dan membutuhkan biaya tambahan. Hal ini sama saja melepas ekor tetapi memegang kepala. Terima kasih.

  10. Diieca Pradina mengatakan:

    tlg di update trs informasinya….

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s