Memahami Kebijakan Tunjangan Profesi Guru

1. Apa Tunjangan Profesi Guru itu?

Tunjangan profesi adalah tunjangan yang diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik dan memenuhi persyaratan lainnya. Guru yang dimaksud adalah guru PNS dan guru bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah, pemerintah daerah atau yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta. Tunjangan Profesi bersifat tetap selama guru yang bersangkutan melaksanakan tugas sebagai guru dengan memenuhi semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 36 Tahun 2007 Tentang Penyaluran Tunjangan Profesi.

2. Apa Kriteria Guru Penerima Tunjangan Profesi?

Seorang guru  berhak menerima tunjangan profesi apabila memenuhi kriteria/persyaratan sebagai berikut:

  1. Memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik yang telah diberi satu nomor regisrasi guru oleh Departemen Pendidikan Nasional;
  2. Memenuhi beban kerja sebagai guru;
  3. Mengajar sebagai guru mata pelajaran dan / atau guru kelas pada satuan pendidikan yang sesuai dengan peruntukan sertifikat pendidik yang dimilikinya;
  4. Terdaftar pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai guru tetap;
  5. Berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun; dan
  6. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan tempat dia bertugas

Catatan:

Guru bukan PNS yang mengajukan Tunjangan Profesi, disamping harus memenuhi persyaratan di atas, juga yang bersangkutan harus memiliki atau dalam proses pengajuan penetapan “in -passing” jabatan fungsional guru.

3. Berapa Besar Tunjangan Profesi yang Dapat Diterima Guru?

Guru PNS menerima tunjangan profesi setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok, dan guru bukan PNS menerima tunjangan profesi setara dengan gaji pokok PNS sesuai dengan penetapan “in -passing” jabatan fungsional guru yang bersangkutan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47 tahun 2007.

4. Kapan Tunjangan Profesi Dapat Dibayarkan?

Tunjangan Profesi diberikan kepada guru terhitung mulai awal tahun anggaran berikut setelah yang bersangkutan mendapatkan nomor registrasi guru dari Departemen Pendidikan Nasional. Nomor registrasi guru bersifat unik dan diperoleh setelah guru yang bersangkutan memenuhi kualifikasi akademik dan memperoleh sertifikat pendidik sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

5. Berkas Data Guru Apa yang Diperlukan untuk  Kepentingan Penerbitan Surat Keputusan  tentang Guru Penerima Tunjangan   Profesi?

Guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi dan memperoleh nomor registrasi guru dari Departemen Pendidikan Nasional harus mengumpulkan berkas data sebagai berikut:

  1. Foto kopi SK yang mencantumkan gaji terakhir, dapat berupa SK kenaikan pangkat terakhir, atau SK kenaikan gaji berkala terakhir, atau Leger Gaji bulan terakhir yang telah dilegalisir oleh kepala sekolah yang bersangkutan.
  2. Surat Keterangan beban kerja
  3. Surat Keterangan tugas tambahan bagi guru yang diberi tugas tambahan
  4. Foto kopi nomor rekening Bank/Pos yang aktif.
  5. Foto kopi SK sebagai guru tetap dari yayasan atau satuan pendidikan bagi guru bukan PNS yang bertugas di sekolah swasta.
  6. Foto kopi SK sebagai guru bukan PNS dari pemerintah daerah/Dinas Pendidikan Provinsi/Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota bagi guru bukan PNS yang bertugas di sekolah negeri.
  7. Foto kopi SK sebagai pengawas bagi guru yang diangkat dalam jabatan pengawas, dilegalisir oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota.

6. Bagaimana Mekanisme  Pengelolaan Berkas  Data Guru?

Mekanisme umum pemberkasan dimulai dari guru menyerahkan berkas persyaratan sebagai penerima tunjangan profesi ke Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota. Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota memeriksa kelengkapan dan keabsahan berkas persyaratan, membuat rekapitulasi, dan menyampaikan kepada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) provinsi setempat dengan surat pengantar resmi. LPMP memverifikasi dan memvalidasi berkas data penerima tunjangan profesi dengan data kelulusan sertifikasi yang diterima dari Ditjen PMPTK. Selanjutnya LPMP mengolah berkas data untuk lampiran SK Dirjen PMPTK tentang guru penerima tunjangan profesi.

7. Bagaimana Mekanisme Pembayaran Tunjangan Profesi  Guru?

Mekanisme umum  pembayaran Tunjangan Profesi Guru adalah :

  1. Dirjen PMPTK menerbitkan Surat Keputusan Penetapan Guru Penerima Tunjangan Profesi dan mengirimkannya surat keputusan penerima Tunjangan Profesi ke Dinas Pendidikan Provinsi.
  2. Dinas Pendidikan Provinsi melaksanakan proses pencairan pembayaran tunjangan profesi langsung ke rekening bank/Pos milik guru yang bersangkutan

8. Apakah Pemberian Tunjangan Profesi Dapat Dihentikan?

Pemberian tunjangan profesi dapat dihentikan apabila guru penerima tunjangan profesi memenuhi salah satu atau beberapa keadaan sebagai berikut:

  1. meninggal dunia,
  2. mencapai batas usia pensiun (guru PNS dan bukan PNS dengan batas pensiun 60 tahun),
  3. tidak bertugas lagi sebagai guru atau pengawas,
  4. berakhirnya perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama antara guru dan penyelenggara pendidikan,
  5. melanggar perjanjian kerja atau kesepakatan kerja sama,
  6. dinyatakan bersalah karena tindak pidana oleh pengadilan dan telah memiliki kekuatan hukum tetap.

9. Bagaimana Mekanisme Penghentian Pemberian Tunjangan Profesi?

Penghentian pembayaran tunjangan profesi bagi guru melalui proses sebagai berikut:

  1. Jika terdapat perubahan status atau kondisi guru penerima tunjangan profesi yang mengakibatkan guru yang bersangkutan tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima tunjangan profesi, dinas pendidikan kabupaten/kota segera menyampaikan laporan secara tertulis kepada Dirjen PMPTK up Direktorat Profesi Pendidik dengan tembusan kepada dinas pendidikan provinsi.
  2. Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Ditjen PMPTK membuat surat penetapan penghentian pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota.
  3. Berdasarkan surat penetapan Dirjen PMPTK tentang penghentian pembayaran tunjangan profesi tersebut, Dinas pendidikan provinsi melakukan penghentian pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang bersangkutan pada bulan berikutnya.

10. Apakah Pemberian Tunjangan Profesi Dapat Dibatalkan?

Guru yang telah ditetapkan sebagai penerima tunjangan profesi dapat dibatalkan dan wajib mengembalikan tunjangan profesi yang telah diterima kepada negara apabila:

  1. Sertifikat pendidik yang bersangkutan dinyatakan tidak sah atau batal,
  2. Data yang diajukan sebagai persyaratan mendapat Tunjangan Profesi tidak sah.

11. Bagaimana Mekanisme Pembatalan Pemberian Tunjangan Profesi?

Pembatalan pembayaran tunjangan profesi bagi guru melalui proses sebagai berikut.

  1. Jika ditemukan bukti-bukti bahwa sertifikat pendidik penerima tunjangan profesi dinyatakan tidak sah atau batal, atau data yang diajukan oleh penerima tunjangan profesi sebagai berkas persyaratan mendapat tunjangan profesi tidak sah, maka dinas pendidikan provinsi atau dinas pendidikan kabupaten/kota segera menyampaikan laporan secara tertulis kepada Dirjen PMPTK up Direktorat Profesi Pendidik.
  2. Berdasarkan laporan dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Ditjen PMPTK membuat surat penetapan pembatalan pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang bersangkutan dan menyampaikannya kepada dinas pendidikan provinsi dan dinas pendidikan kabupaten/kota.
  3. Berdasarkan surat penetapan Dirjen PMPTK tentang pembatalan pembayaran tunjangan profesi tersebut, Dinas pendidikan provinsi melakukan penghentian pembayaran tunjangan profesi bagi guru yang bersangkutan pada bulan berikutnya.
  4. Guru yang bersangkutan wajib mengembalikan tunjangan profesi yang telah diterima ke kas negara melalui dinas pendidikan provinsi.

===================

Sumber:

  1. Pedoman Pengelolaan Berkas Data Guru untuk Penerbitan SK Dirjen PMPTK tentang Penerima Tunjangan Profesi Tahun 2009.
  2. Pedoman Pelaksanaan Penyaluran Tunjangan Profesi Tahun 2009

============

[adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , , ,
Ditulis dalam MANAJEMEN PENDIDIKAN
28 comments on “Memahami Kebijakan Tunjangan Profesi Guru
  1. Rederika mengatakan:

    He he nyeuri beuheung sosonggeteun ngantosanna, tapi hayu tetep sumanget ngawulang mah…sawios asa diganggayong oge.

    sabar …sabar….. (bari ngurut dada)

  2. MacGyver mengatakan:

    Yang jelas tunjangan atau apapun itu, agar dalam mengajar juga tetap semangat ya niatnya harus lillahi ta’ala. Emang sih kita juga butuh biaya hidup, cuma ya takut nanti ngajarnya gak ikhlas dan gak konsen gitu…

  3. Purwati mengatakan:

    Siapa saja yang sudah menerima tunjangan profesi th.2008 bagi Guru SD Kab.Wonogiri,Jateng?

  4. Rijal Harahap mengatakan:

    Ass.
    Pak Ahmad,
    terus terang saja setiap kali membicarakan tentang kesejahteraan guru, sy merasa terpanggil untuk memberikan pemikiran terserah itu ada yang peduli atau tidak. persolannya kita geram melihat pejabat negara ini dari legislatifnya sampai kepada birokrasinya karena hatinya tidak ikhlas untuk memajukan pendidikan bangsa ini. sertifikasi tidak akan menyelesaikan persolan guru di negara ini, untuk sementara sudah terbukti begitu banyak persoalan mengenai pelaksanaan sertifikasi tersebut. konsep sertifikasi tidak jelas tujuannya, antara mewujudkan profesionalisme guru atau untuk meningkatkan kesejahteraan guru. karena itu menuru sy dua permasalahan yang berbeda. kalau niatnya maikkan kesejahteraan guru pake konsep lain. disinilah kelihatan bahwa pemerintah masih kurang jelas tujuannya antara meningkatkan kesejahteraan guru atau profesionalisme. kalau ingin meningkat kesejahteraan guru kenapa tidak ditentukan standar minimal gaji guru. misalnya setiap guru lulusan diploma gaji minimal 4 juta sampai seterusnya. saya yakin dengan adannya ketentuan minimal seperti itu semua orang akan tekun terhadap profesinya. dan saya yakin negara ini mampu memberikan standar gaji yang tinggi kepada para guru. kenapan untuk pejabat-pejabat yang lain negara punya kemampuan sementara untuk kemajuan negri ini lewat persiapan generasi berkualitas bangsa ini ragu-ragu. sementara kalau niat pemerintah untuk meningkat guru yang profesional lewat program yang lain apakah itu melalui pelatihan, diklat dan lain-lain. mestinya pemerintah berkaca kepada negara-negara lain, seperti malaysia, singapura, jepang, dan banyak negara yang begitu menghargai jasa guru. malaysia misalnya gaji pemula artinya baru diangkat sebagai guru PNS-nya malaysia sebesar 4,5 juta sebulan, kepala sekolah 18 juta sebulah setara dengan gaji anggota parlemennya mereka.kita tidak usah mengatakan ini -itu, tetapi apakah pemimpin negri ini memiliki niat yang iklas untuk memajukan pendidikan bangsa ini?
    Wassalam…
    @Pak Rijal Harahap
    Setuju Pak! Kebijakan pendidikan kita ibarat sedang mengendarai mobil, di satu sisi tancap gas sekenceng-kencengnya, bersamaan itu pula nginjak rem sekuat-kuatnya. Yang terjadi, suaranya saja semakin kenceng, tapi gak pernah maju-maju

  5. Pakde Cholik mengatakan:

    Betapa mulianya tugas seorang guru. Saya yang tadinya nggak bisa apa-apa sekarang sudah bisa apa-apa. Ini karena jasa seorang guru, tanpa bermaksud melupakan jasa orang tua.

    Setelah Jepang hancur di bom, pertanyaan utama Kaisar Jepang adalah ” Berapa jumlah guru yang masih ada ?”. Ini menunjukkan betapa pentingnya guru bagi suatu bangsa.
    Ketika saya sekolah di India, setiap guru masuk kelas untuk mengajar, kami diharuskan berdiri. Setelah guru mengatakan ” Sit down,please” ,barulah kami duduk kembali. Ini juga salah satu bentuk penghormatan kepada guru.

    Harus diakui bahwa kesejahteraan guru belum terlalu menggembirakan, namun pemerintah sudah dan akan senantiasa berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan para guru, baik menaikkan gaji,memberikan tunjangan-2 dan lain sebagainya. Ini penting agar para guru bisa konsentrasi penuh kepada profesinya dan tidak perlu nyambi-nyambi melakukan pekerjaan-pekerjaan yang terlalu menguras tenaga dan pikirannya.

    Ayah saya seorang guru SD, isteri saya juga pernah menjadi guru walau honorer, mertua saya dan saya juga pernah menjadi guru walau guru di pendidikan militer.

    Terima kasih bapak dan ibu guru. Benar, engkau bak pelita penerang dalam gulita. Jasamu memang tiada tara.

    Salam hangat dari pakde di Surabaya.

  6. Eldiansyah mengatakan:

    Jdi gru gk gmpng brt djlnkn..hti2 slh mlngkh bkn mncrdskn bngsa mlh ank jdi bdoh

  7. rinaldi mengatakan:

    saya sudah lulus sertifikasi tahun 2008 dan diwisuda di unp padang yang dihadiri oleh bapak dirjen pmptk yang waktu itu dengan langtang mengatakan tunjangan dihitung sejak januari 2099, tapi sudah 8 bulan kok ndak juga tuh dibayar. bagaimana nih pak dirjen. apa dananya ada atau tidak. jangan kami cuma menunggu melulu dan ya….. apa lagi yang harus dijanjikan.

  8. Ida Bgs Gd Adipartha mengatakan:

    Saya guru SD yang sudah bergolongan IV/a saya pengen naik pangkat ke IV/b apa saratnya

  9. MZOHIRI mengatakan:

    DANANYA TERSEDOT ANGGARAN PEMILU KALEE

  10. BUDIAS mengatakan:

    pemerintah jangan hanya janji melulu? banyak guru yang sangat mengharapkan cairnya sertifikasi 2008? sertifikat dah diterima tapi uangnya masih bekuuuuuuuu x

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.048 pengikut lainnya.