Beranda > psikologi pendidikan > 20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya

20 Ciri Kedewasaan Yang Sesungguhnya

Marc & Angel (2007) mengemukakan bahwa kedewasaan seseorang bukanlah terletak pada ukuran usianya, tetapi justru pada sejauhmana tingkat  kematangan emosional yang dimilikinya. Berikut ini pemikirannya tentang ciri-ciri atau karakteristik kedewasaan seseorang yang sesungguhnya  dilihat dari kematangan emosionalnya.

  1. Tumbuhnya kesadaran bahwa kematangan bukanlah  suatu keadaan tetapi merupakan sebuah proses berkelanjutan dan secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan diri.
  2. Memiliki kemampuan mengelola diri  dari perasaan cemburu dan iri hati.
  3. Memiliki kemampuan untuk mendengarkan dan mengevaluasi dari sudut pandang orang lain.
  4. Memiliki kemampuan memelihara kesabaran dan fleksibilitas dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Memiliki kemampuan menerima fakta bahwa seseorang tidak selamanya dapat menjadi pemenang dan mau belajar dari berbagai kesalahan dan kekeliruan atas berbagai hasil yang telah dicapai.
  6. Tidak berusaha menganalisis  secara berlebihan atas hasil-hasil negatif yang diperolehnya, tetapi justru dapat memandangnya sebagai hal yang positif  tentang keberadaan dirinya.
  7. Memiliki kemampuan membedakan antara pengambilan keputusan rasional dengan dorongan emosionalnya (emotional impulse).
  8. Memahami bahwa tidak akan ada kecakapan atau kemampuan tanpa adanya  tindakan persiapan.
  9. Memiliki kemampuan mengelola kesabaran dan kemarahan.
  10. Memiliki kemampuan menjaga perasaan orang lain dalam benaknya dan berusaha  membatasi sikap egois.
  11. Memiliki kemampuan membedakan antara kebutuhan (needs) dengan keinginan (wants).
  12. Memiliki kemampuan menampilkan keyakinan diri tanpa menunjukkan sikap arogan (sombong).
  13. Memiliki kemampuan mengatasi setiap tekanan (pressure) dengan penuh kesabaran.
  14. Berusaha memperoleh kepemilikan  (ownership) dan bertanggungjawab atas setiap tindakan pribadi.
  15. Mengelola ketakutan diri (manages personal fears)
  16. Dapat melihat berbagai “bayangan abu-abu”  diantara ekstrem hitam dan putih dalam setiap situasi.
  17. Memiliki kemampuan menerima umpan balik negatif sebagai alat untuk perbaikan diri.
  18. Memiliki kesadaran akan ketidakamanan  diri dan harga diri.
  19. Memiliki kemampuan memisahkan perasaan cinta dengan berahi  sesaat.
  20. Memahami bahwa komunikasi terbuka adalah kunci kemajuan.

Sumber dan terjemahan bebas dari:

http://www.marcandangel.com/2007/08/17/what-is-adulthood-20-defining-characteristics-of-a-true-adult/

  1. fit
    19 Agustus 2009 pukul 11:18 | #1

    kayaknya perlu belajar banyak nie untuk bisa menjadi dewasa!!
    he..he.. jadi malu, berarti selama ini masih kekanak-kanakan donk

    thank’s bgggt deh untuk artikelnya, jadi bisa muhasabah diri!

  2. aiiank yayank
    7 September 2009 pukul 15:15 | #2

    wAah bner ja tuwh ciri kdwsaan’a
    he……he…….
    jadi malu neh cz mch juuuuaaaauuuuh bgd dr kata dewasa…

  3. miftah
    10 September 2009 pukul 20:12 | #3

    kedewasaan..sebuah hal yang identik dengan 25th usia seseorang……
    padahal tidak bagi saya……. banyk org menyangka saya sudah dewasa pdhl usia jauh dr hal identik tsb………….

    bagi saya kedewasaan adalah bertanggung jwb dg kesadaran penuh atas apa hal yang telah atau akan di lakukan…..
    @miftah
    Benar, kedewasaan yang dimaksud adalah kedewasaan mental. THX

  4. J. Monintja
    23 September 2009 pukul 11:36 | #4

    Yang dikemukakan Mark & angel adalah kematangan emosi dengan pendekatan perilaku. Penekanan mengubah perilaku dengan mengontrol emosi hanya berlaku sesaat, yang akhirnya akan kembali ke perilaku yang lama. Pendekatan perilaku memang dapat mengubah perilaku tapi memerlukan waktu lama dan ketekunan dengan disiplin tinggi, yang sulit dijalankan. Pendekatan emosi mengacu pada perilaku. Jadi, bila ingin mengubah perilaku secara cepat, ubahlah sistim percaya (beliefs system) yang dimulai dari mengidentifikasi pikiran-pikran otomatis yang menyimpang, yang timbul karena kompensasi strategi dalam mengatasi problem psikologis (anxiety, marah, sedih, cemburu, iri, putus as, dll) – unskilled strategic – larut dalam emosi karena problem psikologis, yang nantinya dapat menjadi gangguan psikologis. Artinya, perlu latihan keterampilan (skills) hidup dan sosial dalam mengkompensasi. Percuma kalau hanya membaca, menuruti dan memeliharanya secara emosional. Terima kasih.

  5. ramdani Alhafizh
    28 Oktober 2009 pukul 22:26 | #5

    kedewasaan adalah bagaimana seorang mengerti arti hidup dan kehidupan, bukan ditinjau dari usia dan kelakuan tapi pola fikir yang hakiki

  6. seiya
    7 November 2009 pukul 09:09 | #6

    seiya macih kurang dewasa nuii… bantuin duwn,,, kaciih macukan,

Comment pages
1 2 6170
  1. 6 Juli 2009 pukul 17:13 | #1