Konsep Penilaian Kinerja Guru

Konsep Penilaian Kinerja GuruMeminjam pemikiran Boyd, Ronald T. C. (1989) dalam tulisannya tentang Improving Teacher Evaluations, di bawah ini akan diuraikan tentang penilaian kinerja guru.Penilaian kinerja guru seringkali didesain untuk melayani dua tujuan, yaitu : (1) untuk mengukur kompetensi guru dan (2) mendukung pengembangan profesional.

Sistem penilaian kinerja guru hendaknya memberikan manfaat sebagai umpan balik untuk memenuhi berbagai kebutuhan di kelas (classroom needs), dan peluang untuk mengembangkan teknik-teknik baru dalam pengajaran, serta mendapatkan saran (konseling) dari kepala sekolah atau guru lainnya untuk membuat berbagai perubahan di dalam kelas.

Untuk mencapai tujuan tersebut, seorang evaluator pertama kali harus dapat menyusun prosedur spesifik dan menetapkan standar. Penetapan standar hendaknya dikaitkan dengan :

  • Keterampilan-keterampilan dalam mengajar
  • Bersifat seobyektif mungkin
  • Komunikasi secara jelas dengan guru sebelum evalusi dilaksanakan dan ditinjau ulang setelah selesai dievaluasi, dan
  • Dikaitkan dengan pengembangan profesional guru

Para evaluator hendaknya mempertimbangkan aspek keragaman keterampilan pengajaran yang dimiliki guru. Jika para evaluator menggunakan berbagai sumber informasi tentang kinerja guru, maka mereka dapat memberikan penilaian secara lebih akurat.

Beberapa prosedur yang dapat digunakan oleh evaluator, diantaranya :

  • Mengobservasi kegiatan kelas (observe classroom activities). Ini merupakan bentuk umum untuk mengumpulkan data dalam menilai kinerja guru. Tujuan observasi kelas adalah untuk memperoleh gambaran secara representatif tentang kinerja guru di dalam kelas. Kendati demikian, untuk memperoleh tujuan ini, evaluator dalam menentukan hasil penilaian tidak cukup dengan waktu yang relatif sedikit atau hanya satu kelas. Oleh karena itu observasi dapat dilaksanakan secara formal dan direncanakan atau secara informal dan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu sehingga dapat diperoleh informasi yang bernilai (valuable)
  • Meninjau kembali rencana pengajaran dan catatan – catatan dalam kelas. Rencana pengajaran dapat merefleksikan sejauh mana guru dapat memahami tujuan-tujuan pengajaran. Peninjauan catatan-cataan dalam kelas, seperti hasil test dan tugas-tugas merupakan indikator sejauhmana guru dapat mengkaitkan antara perencanaan pengajaran , proses pengajaran dan testing (evaluasi).
  • Memperluas jumlah orang-orang yang terlibat dalam evaluasi. Jika tujuan evaluasi untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja guru maka kegiatan evaluasi sebaiknya dapat melibatkan berbagai pihak sebagai evaluator, seperti: siswa, rekan sejawat, dan tenaga administrasi. Bahkan self evaluation akan memberikan perspektif tentang kinerjanya. Namun jika untuk kepentingan pengujian kompetensi, pada umumnya yang bertindak sebagai evaluator adalah kepala sekolah atau pengawas.

Guru-guru yang berkeinginan untuk meningkatkan pengajarannya biasanya sangat berhasrat untuk memahami bagaimana pandangan guru lain dan siswa terhadap dirinya. Memang, dalam proses evaluasi pandangan-pandangan mereka yang terlibat dalam keseharian kiranya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Pelaporan Hasil Evaluasi

Konferensi pasca-observasi dapat memberikan umpan balik kepada guru tentang kekuatan dan kelemahannya. Dalam hal ini, beberapa hal yang harus diperhatikan oleh evaluator :

  • Penyampaian umpan balik dilakukan secara positif dan bijak.
  • Penyampaian gagasan dan mendorong untuk terjadinya perubahan pada guru
  • Menjaga derajat formalitas sesuai dengan keperluan untuk mencapai tujuan-tujuan evaluasi (maintain a level of formality necessary to achieve the goals of the evaluation)
  • Menjaga keseimbangan antara pujian dan kritik
  • Memberikan umpan balik yang bermanfaat secara secukupnya dan tidak berlebihan

Kaitan Evaluasi Kinerja Guru dengan Pengembangan Profesi

Upaya untuk mengaitkan evaluasi kinerja guru dengan pengembangan profesi memang bukanlah pekerjaan yang gampang, baik untuk kepala sekolah, evaluator dan terutama guru itu sendiri. Walaupun demikian, ada beberapa jawaban yang sederhana bahwa evaluasi kinerja guru dapat digunakan dalam:

  • Bekerja sama dengan guru-guru untuk menata secara khusus tujuan yang dapat dicapai.
  • Menyajikan kritik membangun dan dukungan memperbaiki kelemahan dan mengembangkan kekuatan.
  • Menginventarisasi guru-guru yang berpengalaman untuk diminta bantuannya dalam meningkatkan kinerja guru-guru yang kurang berpengalaman.

===========

Untuk memahami lebih jauh tentang konsep penilaian kinerja dapat dilihat dalam tautan di bawah ini

Penilaian Kinerja Guru

Tentang AKHMAD SUDRAJAT

=Ω= seorang praktisi pendidikan di Kabupaten Kuningan yang sedang belajar menjadi diri sendiri =Ω=
Catatan ini telah ditulis dalam PENGAWAS SEKOLAH dan di-tag dengan , , , , , , , , , . Penunjuk permalink.

12 Respon untuk Konsep Penilaian Kinerja Guru

  1. Masrevolinda berkata:

    Terima kasih atas artikel ini, yang sangat bermanfaat sekali bagi guru.

  2. mhdayub35 berkata:

    Siipppp….. untuk mas drajat……
    Artikel dan isi blog mas terus sesuai dengan kondisi yang ada.
    Khusus untuk ini bahwa guru memang dituntut untuk meningkatkan kinerjanya, jadi sebenarnya bukan kepala sekolah aja yang dapat nama, akan tetapi guru itu sendiri. Mungkin seorang guru yang telah dinilai kinerjanya dengan hasil yang bagus, pasti dia merasa bangga dan para pengawas/ penilai pasti memujinya. Dan untuk pengawas/ penilai yang memperoleh kinerja guru yang bagus, seharusnya disampaikan juga ke guru yang lain untuk dapat mencontohnya, baik di sekolah yang sama atau di sekolah lain. terima kasih…

  3. crystalkyu berkata:

    Luar biasa.. semoga pembaca tulisan ini dapat mengaplikasikan ilmu ya ada di dalamnya, krn tidak sedikit pimpinan yg ketika memberikan kritik atas kekurangan para gurunya kurang menggunakan kebijakan dg proporsional sehingga berujung pd menyakiti hati tester-nya :-)

  4. Bambang Setiawan berkata:

    Salut untuk tulisan Bapak. . . .! moga aja dech para petinggi yang ngurusin pendidikan di daerah bisa baca tulisan-tulisan Bapak. . ! Biar para guru, dan dunia pendidikan ini gak dijadikan hanya sebagai alat pemuas tujuan politik semata. Sebaik apapun Kinerja Guru tapi kalau muara akhirnya adalah UN yang gak jujur. . . .maka dunia pendidikan kita gak kan pernah bangkit dari keterpurukannya.

  5. wong kito berkata:

    Tulisan yang sungguh bermutu.
    Layak dibagikan untuk kepala sekolah yang masih minim pengalaman dan kemampuan.
    Mohon ijin copas ya pak buat di share di blog saya.

  6. ULIL AZMI BAGINDO berkata:

    Sangat bermanfaat.
    Terimaksih

  7. raden arjuna berkata:

    baik sekali, jadi tahu tentang diri sendiri……………………yaitu sebagai guru kelas.

  8. baleaceuf berkata:

    Terimaksih atas pencerahannya,
    saya yakin tulisan BApak sangat bermanfaat,
    terakhir saya mohon ijin ‘share’.
    Hatur nuhun,
    YR

  9. harm berkata:

    Saya sangat terkesan dengan artikel yang Bapak tulis.
    Menurut Bapak faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kinerja guru tsb?

    Terima kasih

    balas

  10. Y.A.M Fridho Mulya, SCJ berkata:

    Yth. Bp. Achmad Sudrajat
    Tulisan dan artikel bapak begitu bermutu dan memberi banyak insprirasi. karena itu saya, mohon ijin untuk memanfaatkan tulisan-tulisan baik yang menyakngkut manajemen Pendidikan, Kepemimpinan Pendidikan, Evaluasi Kinerja Guru dll., bagi pengembangan pendidikan yang saya selenggarakan.
    Salam dan Hormat
    Y.A.M Fridho Mulya, SCJ.MM
    Ketua Dewan Pengurus Yayasan Xaverius Palembang

  11. haroe sri sadono berkata:

    buat masedolur : ya tidak usah berburuk sangka to, lha wong atasan guru adalah guru juga to, lha kalo semuanya dikembalikan ke selalu yang dapat pujian atasannya berarti sampeyan itu jadi guru bukan karena panggilan jiwa tapi …… nah khan, yang pasti aku yang guru selalu berpikir positif tentang pengabdanku kepada murid-muridku, kalau mereka puas maka berbahagialah aku, sedangkan jika muridku memandangku dengan kacau maka sedihlah aku

  12. masedlolur berkata:

    kang drajat,
    sebagus-bagus apapun kinerja guru
    toh atasannya yang bakal dipuji, karena dia bisa bilang:
    tuh liat anak buah saya, berhasil kan kepemimpinan saya.

    tapi,
    artikel kang drajat ini sungguh patut
    dibaca guru dan atasannya

    ditunggu lainnya lagi kang

Silahkan... sampaikan gagasan Anda di ruang komentar ini...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s