Biaya Pendidikan

Dalam terminologi administrasi keuangan, khususnya adminsitrasi keuangan bidang pendidikan, dibedakan antara biaya (cost) dan pembelanjaan (expenditure). Biaya (cost) adalah nilai besar dana yang diprakirakan perlu disediakan untuk membiayai kegiatan tertentu, misalnya kegiatan akademik, kegiatan kesiswaan, dan sebagainya. Sedangkan pembelanjaan (expenditure) adalah besar dana riil yang dikeluarkan untuk membiayai unit kegiatan tertentu, misalnya kegiatan praktikum siswa. Oleh karena itu, seringkali muncul adanya perbedaan antara biaya yang dianggarkan dengan pembelanjaan riil.

Secara umum, pembiayaan pendidikan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu; (1) biaya rutin (recurring cost) dan biaya modal (capital cost). Recurring cost pada intinya mencakup keseluruhan biaya operasional penyelenggaraaan pendidikan, seperti biaya administrasi, pemeliharaan fasilitas, pengawasan, gaji, biaya untuk kesejahteraan, dan lain-lain. Sementara, capital cost atau sering pula disebut biaya pembangunan mencakup biaya untuk pembangunan fisik, pembelian tanah, dan pengadaan barang-barang lainnya yang didanai melalui anggaran pembangunan.

Akumulasi biaya dibagi jumlah siswa akan diketahui besarnya biaya satuan (unit cost). Unit cost yang dimaksud di sini adalah unit cost per siswa. Unit cost per siswa memiliki empat makna. Pertama, unit cost per siswa dilihat dari aspek recurring cost. Kedua, unit cost per siswa dilihat dari aspek capital cost. Ketiga, unit cost per siswa dilihat dari akumulasi atau perjumlahan dari recurring cost dengan capital cost. Keempat, unit cost per siswa dilihat dari recurring cost, capital cost, dan seluruh biaya yang dikeluarkan langsung oleh siswa untuk keperluan pendidikannya.

Dengan demikian, secara sederhana biaya satuan per siswa yang belajar penuh (unit cost per full time student) tidak sulit dihitung. Perhitungannya dilakukan dengan menambahkan seluruh belanja atau dana yang dikeluarkan oleh isntitusi (total institution expenditures) dalam pelaksanaan tugas-tugas kependidikan dibagi dengan jumlah siswa reguler (full time student) dalam tahun tertentu, termasuk biaya yang mereka keluarkan untuk keperluannya sendiri dalam menjalani pendidikan.

Diambil dari:

Sudarwan Danim. 2006. Visi Baru Manajemen Sekolah: Dari Unit Birokrasi ke Lembaga Akademik. Jakarta: Bumi Aksara
==============
Materi Terkait:

[ AKHMAD SUDRAJAT seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam PENDIDIKAN
14 comments on “Biaya Pendidikan
  1. bayu mengatakan:

    Pak, apakah ada rumus untuk menghitung biaya pendidikan? atau contohnya? trimkasih

  2. vitalis jebarus mengatakan:

    Anggaran sebesar 20 % untuk pembiayaan pendidikan yang ditetapkan dalam undang-undang bangsa ini telah menjadi suatu isu penting dan menggembirakan bagi dunia pendikian di tanah air kita. Saya masih bertanya, apakah anggaran itu sudah sepenuhnya disalurkan ke sekolah-sekolah yang ada di tanah air ini, dan apakah mereka yang mengelolah itu memiliki kompteten hati yang baik dan jujur ketika menerima dan menggunakan uang itu. Persoalan mendasar sekarang bukan pada masalah manajemen tetapi masalah kejujuran hati nurani. Biarpun pintar mengelolah tetapi kalau tidak jujur maka anak-anak negeri yang membutuhkannya tidak merasakan biaya yang disalurkan.Saya salut dengan pemerintah kita karena memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan generasi muda kita. Marilah kita mendukung niat dan uapaya baik pemerintah, dan masyarakat yang peduli terhadap pendidikan. Gunakanlah hati nurani yang jujur dalam menangani keuangan itu. Bila kita jujur, masalah efektif dan efesiensi dalam pembiayaan pendidikan akan tercapai dengan baik. Kejuran hati adalah landasan dasar dalam menangan keuangan. Janganlah mengisi kantongmu dengan uang tetapi isilah kantongmu dengan perbuatan baik.

  3. vitalis jebarus mengatakan:

    saya ingin mendapat artikel. jurnal, makalah, tesis dan buku-buku yang berkaitan dengan manajemen biaya pendidikan. boleh bantu saya untuk memberikan apa yang saya minta, karena sekarang saya sedang belajar di jurusan manajemen pendidikan.

  4. ahisy mengatakan:

    Tulisan tentang biaya masih aktual hingga saat ini. Pendidikan adalah kewajiban tiap individu dan merupakan kebutuhan, maka untuk memperlancar pelaksanaannya segala hambatan harus diminimalkan.

    Biaya yang dikeluarkan peserta didik termasuk hal yang perlu diminimalkan sampai dengan bebas biaya dalam rangka melaksanakan kewajiban tersebut. Prosesnya harus dilaksanakan negara yang melingkupi setiap individu sebagai warga negara.

    Akibat logis jika negara tidak 100% mampu memerankan aspek pembiayaan adalah tingginya biaya pendidikan sekolah terlebih sekolah favorit. Itu adalah konsekuensi yang harus diterima ketika sistem yang melingkupi urusan pendidikan adalah sistem yang kapitalistik yang berujung pada hitung-hitungan untung dan rugi.

    Supaya untung dari sisi biaya maka pihak lembaga pendidikan akan berlomba memasang harga yang aman untuk seluruh proses pelayanan pendidikan.

  5. irvanmumtaza mengatakan:

    Terima kasih atas tulisan dan informasinya, memang perlu perbaikan dari perhatian untuk biaya pendidikan, karena dari bidang pendidikan inilah suatu bangsa dapat maju dan berkembang.

    Salam kenal,
    Muhammad Irvan Mumtaza
    “Pelajar Indonesia”

  6. Ruhyat mengatakan:

    terima kasih untuk tulisan bapak ini tapi saya perlu tulisan lebih rinci tentang biaya yag diperlukan terutama buat tingkat SMP dan sederajat baik recurring cost ataupun capital cost serta gimana tentang biaya operasional siswa (biaya oleh orang tua)?

  7. Tangguh Pitoyo mengatakan:

    Kalau negara kita ingin cepat maju dalam segala bidang maka sudah seharusnya pemerintah memberlakukan siswa-siswi yang mempunyai kompetensi tinggi(cerdas) terlepas apakah mereka berasal dari keluarga miskin maupun mampu untuk diurus dengan sebaik-baiknya. Sebenarnya mereka itulah yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar dapat tumbuh dan berkembang secara maximal agar dikemudian hari dapat mempunyai gerak langkah pasti dalam memberi percepatan memajukan negara dan msyarakatnya.Mereka harus sukses serta bisa kelak sejahtera hidupnya agar pada akhirnya mampu berupaya mensejahterakan yang lain.Untuk itu pemerintah terus memfasilitasi siswa-siswi yang cerdas dan kompetiti fsehingga nantinya mereka dapat mengentaskan masyarakat yang miskin yang berasal dari siswa-siswi yang tidak cerdas dan tidak kompeten tadi.
    @ Napak Tangguh Pitoyo
    Harapan saya juga demikian. Terima kasih

  8. Endah Pratiwi Ayu Saputri(chemistry education'07) mengatakan:

    Seharusnya pemerintah lebih selektif dalam pemberian dana bantuan pendidikan kepada siswa maupun mahasiswa diperguruan tinggi atau yang sederajat, jangan sampai pemberian bantuan itu justru terkucur kepada seseorang siswa atau peserta didik yang tidak tepat, karena hanya akan menambah jumlah kriminalitas di indonesia ini. Bayangkan saja seandainya seseorang yang membutuhkan biaya untuk mengadakan penelitian harus tertunda atau terbatalkan hanya karena kekurang selektifannya pemerintah dalam mengucurkan bantuannya. Dan sebagai pihak instansi pendidikanpun hendaknya lebih mendata lebih akurat terhadap seseorang yang mengajukan permintaan bantuan biaya pendidikan itu, apabila seseorang yang selalu mengajukan permohonan hendaknya tidak terlalu sering namanya dibiarkan memperoleh bantuan itu terus, karena hendaknya bantuan biaya pendidikan dapat diberikan secara merata.

  9. Anonymous mengatakan:

    maka biaya pendidikan adalah keseluruhan biaya yang dikeluarkan saat menjalani prosesi pendidikan.
    adanya program bebas spp bukan berarti bebas biaya pendidikan hanya saja orang tua tidak mengeluarkan uang tiap bulan rutin untuk membayar spp, namun kadang kebijakan ini ditngkap lain oleh sebagian orang tua siswa yang mengganggap bebas spp, berarti bebas biaya pendidikan. Seharusnya pihak sekolah lebih memperjelas kondisi ini,dan pula hendaknya apabila ada biaya yang wajib dibayar siswa dalam rangka pengembangan mutu pendidikan hendaknya dibicarakan secara menyeluruh dan mendetail terhadap seluruh walimurid agar tidaj ada kesalahpahaman yang dapat menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan disekolah..

  10. Ismail Shaleh mengatakan:

    yang pasti biaya pendidikan dinegara kita ini semakin berganti tahun pelajaran semakin mencekik leher orangtua siswa. Kalo hal ini dibiarkan oleh pemerintah, pemerintah terlambat menangani ini semua maka program wajib belajar yang dicanangkan oleh pemerintah tidak akan berhasil banyak. Oleh karena itu, pemerintah harus menaikan dana bos sehingga sekolah2 sewasta menetapkan spp tidak terlalu melangit.

Komentar ditutup.