Beranda > kurikulum dan pembelajaran > Penilaian Pembelajaran Siswa dalam KTSP

Penilaian Pembelajaran Siswa dalam KTSP

Perubahan paradigma pendidikan dari behavioristik ke konstruktivistik tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga termasuk perubahan dalam melaksanakan penilaian pembelajaran siswa. Dalam paradigma lama, penilaian pembelajaran lebih ditekankan pada hasil (produk) yang cenderung hanya menilai kemampuan aspek kognitif, dan kadang-kadang direduksi sedemikian rupa melalui bentuk tes obyektif. Sementara, penilaian dalam aspek afektif dan psikomotorik kerapkali diabaikan.

Dalam pembelajaran berbasis konstruktivisme, penilaian pembelajaran tidak hanya ditujukan untuk mengukur tingkat kemampuan kognitif semata, tetapi mencakup seluruh aspek kepribadian siswa, seperti: perkembangan moral, perkembangan emosional, perkembangan sosial dan aspek-aspek kepribadian individu lainnya. Demikian pula, penilaian tidak hanya bertumpu pada penilaian produk, tetapi juga mempertimbangkan segi proses.

Kesemuanya itu menuntut adanya perubahan dalam pendekatan dan teknik penilaian pembelajaran siswa. Untuk itulah, Depdiknas (2006) meluncurkan Model Penilaian Pembelajaran siswa, dengan apa yang disebut Penilaian Kelas.

Anda ingin mengetahui lebih jauh tentang Model Penilaian Kelas ini, silahkan klik tautan di bawah ini.

Penilaian Hasil Belajar

∞∞∞∞∞000∞∞∞∞∞

Makalah dan Artikel Filsafat, Sosial dan Budaya
Makalah dan Artikel Kurikulum dan Pembelajaran
Makalah dan Artikel Bimbingan dan Konseling
Makalah dan Artikel Psikologi Pendidikan
Makalah dan Artikel Manajemen Pendidikan

∞∞∞∞∞000∞∞∞∞∞

DOWNLOAD :

  1. setya budimahasiswa stkip jombang
    28 Oktober 2008 pukul 19:49 | #1

    sebenarnya jika kita mau berfikir bahwa semua apa yang dilakukan oleh setiap guru itu baik dengan kata lain memberikan hasil penilaian tidak dengan melihat dari aspek aspek yang ada,mereka menilai hanya dengan apa yamg mereka lihat setiap hari tanpa memperhatikan apakah siswa itu mampu untuk mendapatkan nilai yang diharapkan.jadi sebelum seorang guru itu menilai hassildari sebuah proses pembelajaran maka seharusnya tau dulu konsep dari sebuah arti penilaian pembelajaran agar peserta didik berhasil dari sebuah proses pembelajaran.

  2. Ska_PEKON ‘06
    10 November 2008 pukul 13:27 | #2

    mangnya apa sih tujuan penilaian hasil belajar kalo sebenarnya yang diharapkan bukan sekedar nilai.

  3. ariev
    14 Januari 2009 pukul 22:15 | #3

    Asslamuailkum, pak matornuwon..berkat bapak saya bisa kerja tugas!!jazakallah..

  4. tiono
    6 Februari 2009 pukul 13:50 | #4

    seng temenan dol!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    pohon yang kecil akan sulit berkembang bila pohon yang besar terus ngoyomi!!

Comment pages
1 2 1015
  1. Belum ada trackback.