Masyarakat Belajar

Sebuah cerita menarik dari pengalaman rekan saya ketika pertama kali pergi ke Singapura. Dia menginap di sebuah hotel di Singapura dan ketika hendak menemui saudaranya yang tinggal di Singapura dia berusaha menggunakan jasa transportasi taksi. Dia berusaha memberhentikan taksi di sembarang tempat, meski banyak taksi tanpa penumpang yang lewat, tak satu pun sopir taksi yang mau memberhentikan kendaraannya. Kemudian dia tersadarkan, bahwa dia telah berusaha memberhentikan taksi bukan pada tempatnya. Lantas, dia pun menuju halte tempat biasa taksi mangkal, yang letaknya tidak jauh dari sana. Ternyata benar, sang sopir bersedia mengangkut dia menuju rumah saudaranya. Namun, ketika dia sudah masuk ke dalam taksi, sang sopir tidak mau juga memberangkatkan kendaraannya. Lantas, dia bertanya kepada sang sopir, kenapa dia tidak segera memberangkatkan taksinya. Sang sopir pun menjawab: “Saya tidak tidak akan memberangkatkan kendaraan ini, selama Bapak belum mengenakan sabuk pengaman yang telah tersedia“.

Rupanya kebiasaan sehari-hari dia di Indonesia telah terbawa ke sana dan menurutnya selama berada di Singapura banyak menemukan hal-hal yang sangat kontras dengan kehidupan masyarakat kita, khususnya dalam hal ketertiban masyarakat,

Lain lagi dengan cerita rekan saya yang pernah tinggal beberapa lama di Jepang. Menurut dia, orang Jepang punya kebiasaan kalau sedang bepergian naik kendaraan, dua hal yang sering dilakukan untuk memanfaatkan waktu selama dalam perjalanan, yaitu tidur untuk beristirahat atau membaca buku.

Tentunya, kita pun sering mendengar atau melihat tentang berbagai peristiwa dan situasi sosial lainnya yang terjadi di negara-negara maju, yang bisa diperbandingkan dengan keadaan dan peristiwa yang terjadi dalam masyarakat kita saat ini. Dalam hal-hal tertentu (tidak harus seluruhnya), barangkali tidak ada salahnya kalau kita meniru dan belajar dari mereka agar kita bisa menjadi sejajar dengan mereka , menjadi bangsa yang maju, sejahtera dan terhormat.

Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu negara atau bangsa bukan hanya ditentukan oleh para pemimpinnya yang cerdas, tetapi juga oleh seluruh anggota masyarakatnya yang cerdas. Masyarakat hanya bisa cerdas jika seluruh anggota masyarakat mau belajar! Inilah salah satu kunci utama keberhasilan kenapa sebuah negara atau bangsa bisa maju dan sejahtera.

Laju kehidupan yang berlangsung saat ini sangat cepat, dinamis dan diwarnai dengan kompetisi yang sangat tajam, sehingga mau tidak mau menuntut setiap orang untuk senantiasa belajar agar dia memiliki kemampuan antisipatif dan adaptif untuk mencegah dan mengatasi berbagai masalah kehidupan yang serba kompleks.

Terbentuknya masyarakat belajar diawali oleh individu pembelajar. Jika setiap orang di suatu negara sudah tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk belajar, maka di sinilah mulai muncul masyarakat belajar. Dalam masyarakat belajar, yang melakukan perbuatan belajar tidak hanya kalangan-anak-anak dan remaja, tetapi orang dewasa pun melakukan usaha belajar hingga sepanjang hayatnya.

Adapun yang dimaksud belajar di sini tidak hanya ditafsirkan dalam arti sekolah (pendidikan formal) semata, tetapi belajar dalam berbagai bentuk dan lingkup yang lebih luas. Seseorang bisa belajar tentang sesuatu melalui berbagai cara, misalnya melalui pengalaman praktik di tempat kerjanya (best practice), belajar dari orang lain, belajar dari ahli, dan belajar dari berbagai sumber lainnya, yang intinya berusaha untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan. Misalkan, seorang sopir taksi tidak hanya belajar bagaimana teknis mengemudi yang baik dan aman, tetapi mungkin juga belajar tentang psikologi atau ekonomi yang bersifat praktis dan aplikatif, yang semuanya itu akan memberikan manfaat bagi dirinya maupun lingkungannya. Dengan belajar psikologi, seorang sopir mungkin dia akan lebih memahami bagaimana cara menghadapi penumpang yang rewel, bagaimana menghadapi tuntutan kebutuhan keluarga yang lebih tinggi. Demikian pula, dengan belajar ekonomi, ketika dihadapkan dengan masalah kenaikan BBM, dia mungkin bisa berfikir, bersikap dan berbuat apa yang seharusnya agar dia tidak menjadi korban dari kenaikan BBM tersebut.

Nana Syaodih Sukmadinata (2005) menyebutkan bahwa pembentukan masyarakat belajar diawali oleh pembentukan individu-individu yang menjadi warganya. Pengubahan individu yang santai menjadi individu gesit dan suka bekerja keras, individu konsumtif menjadi produktif, individu penerima menjadi individu pemberi, individu yang mudah menyerah pada keadaan menjadi individu yang gigih mengubah keadaan, menuntut perubahan mendasar pada pribadi individu-individu tersebut. Perubahan tersebut diawali pada perubahan persepsi dan sikap, baik terhadap dirinya, maupun terhadap lingkungan, peluang-peluang, ancaman dan hambatan yang dihadapi. Kemudian dilanjutkan dengan menumbuhkan kepercayaan diri, dan motivasi untuk maju. Setelah ada kepercayaan diri, bahwa dirinya memiliki kekuatan, potensi dan kemampuan, tumbuh motivasi untuk berubah, mau belajar, mau berusaha, maka kegiatan belajar bisa dimulai.

Semakin banyak individu atau anggota masyarakat yang melakukan perbuatan belajar, maka niscaya akan semakin baik pula kehidupan bangsa dan negara ini, yang pada akhirnya dapat mengantarkan kita semua benar-benar menjadi sebuah bangsa yang maju, sejatera dan terhormat. Kapankah semua itu bisa dicapai?

[ AKHMAD SUDRAJAT adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam FILSAFAT PENDIDIKAN, PEMBELAJARAN
10 comments on “Masyarakat Belajar
  1. Yusuf Ahmad mengatakan:

    Benar, untuk maju kita harus mau belajar, belajar, dan berupaya mengaplikasikannya dillingkungan kita. Namun terkadang lingkungan kurang mendukung boleh jadilah kiranya kita akan diangga manusia planet…, bagaimana kita menyikapi hal ini terkait dengan kondisi masyarakat bangsa kita., mohon balasannya terima kasih.

  2. ninik mengatakan:

    okey………aku sejutu dengan pendapatmu. kirimi artikel tentang pendidikan sosial di indonesia dong!

  3. d_3 mengatakan:

    ass

    sebenarnya kita semua juga sedang belajar kok!!!
    asal kita bersungguh-singguh juga pasti bisa!!!
    untuk itu, seluruh rakyat indonesia

    TUNJUKKAN YANG TERBAIK UNTUK DUNIA,,,
    KAMU,,,,,PASTI BISA!!!!!

  4. Elia Tambunan mengatakan:

    Untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan suatu negara atau bangsa bukan hanya ditentukan oleh para pemimpinnya yang cerdas, tetapi juga oleh seluruh anggota masyarakatnya yang cerdas. Masyarakat hanya bisa cerdas jika seluruh anggota masyarakat mau belajar! Inilah salah satu kunci utama keberhasilan kenapa sebuah negara atau bangsa bisa maju dan sejahtera.

    kalau begitu, apakah masyarakat kita sudah dapat atau berani disebut sebagai masyarakat belajar?????

    Terbentuknya masyarakat belajar diawali oleh individu pembelajar. Jika setiap orang di suatu negara sudah tumbuh kesadaran dan kemauannya untuk belajar, maka di sinilah mulai muncul masyarakat belajar. Dalam masyarakat belajar, yang melakukan perbuatan belajar tidak hanya kalangan-anak-anak dan remaja, tetapi orang dewasa pun melakukan usaha belajar hingga sepanjang hayatnya.

    Kalau begitu apakah sudah timbul atau kita sebenarnya ounya potensi tapi belum timbull????

    Adapun yang dimaksud belajar di sini tidak hanya ditafsirkan dalam arti sekolah (pendidikan formal) semata, tetapi belajar dalam berbagai bentuk dan lingkup yang lebih luas. Seseorang bisa belajar tentang sesuatu melalui berbagai cara,

    Masalhnya adalah tidak semua orang sadar bahwa dia sedang belajar, bagimana cara untuk memformulasikan atau membuat konsep induknya, negara kita sendiri lewat sisdiknasnya belum membuat konsep induk tentang masyarakat belajar hanya peran serta masyarakat dalam pendidikan.

    Kalau begitu bagaimana tanggapan anda????

    Semakin banyak individu atau anggota masyarakat yang melakukan perbuatan belajar, maka niscaya akan semakin baik pula kehidupan bangsa dan negara ini, yang pada akhirnya dapat mengantarkan kita semua benar-benar menjadi sebuah bangsa yang maju, sejatera dan terhormat.
    Jika ini penjelasan anda, saya sebenarnya ingin mengatakan masyarakat dan bangsa kitalah masyarakat belajar, coba analisis sebaiknya dan fakta membuktikan bahwa suku dan bahasa serta kepulauan terbesar didunia adalah bangsa iNidonesia tidak ada yang lain dan saya yakin dengan keberagaman ini mereka ada, eksis dan survive sampai sekarang karena mereka menjadi masyarakat yang belajar, jadi ini semua itu semua telah dicapai.
    hanya konsep induknya dan formulasinya yang belum terbentuk.

    Jadi bagaimana sekarang apakah anda punya konsep induknya????
    ini yang perlu diupayakan.
    saya sedang menunggu di email saya tentang hal ini.

    wassallam

    Elia Tambunan in zogza

  5. Jasmansyah mengatakan:

    Bagaimana caranya biar bisa bikin blok kayak ANTUM?

  6. bisan priyadi mengatakan:

    Di Indonesia ini banyak orang yang antusias untuk belajar, namun hasil belajarnya ini digunakan untuk membodohi orang
    lain.
    Di Indonesia ini banyak pemimpin yang mengajak atau menyerukan untuk disiplin, namun mereka sendiri yamg tidak disiplin.

  7. t4rum4 mengatakan:

    lahhh orang indonesia juga belajar kok. Belajar menutupi kesalahan…

  8. Ali Basuki Rochmad mengatakan:

    Hal yang sama (menyetop taksi bukan pada tempatnya) juga saya alami di bandara Kuala Lumpur, Malaysia pada tahun 1995.

    Beberapa taksi yang saya stop tidak mau berhenti, bahkan ketika itu banyak orang melihat ke saya. Ternyata ada tempat khusus untuk naik taksi. Shame on me.

  9. zoel chaniago mengatakan:

    nahh kalau di indonesia kan masyarakatnya banyak yang males belajar

  10. poychte mengatakan:


    KALO MAU TRAFFIC BLOG, AYO LAH SUBMIT KE SITUS: “Worldspop.com”
    (BISA INCREASE BLOG TRAFFIC)

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 13.446 pengikut lainnya.