36 comments on “Disiplin Siswa di Sekolah

  1. Disiplin secara sederhana adalah membiasakan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak disukai. Hal-hal yang tidak disukai tersebut pada umumnya adalah perilaku positif. Misalnya saja harus bangun pagi jam 5 padahal masih ngantuk, harus mandi pagi padahal masih terasa dingin, dan bagi seorang guru sebelum jam 7 pagi harus sudah berada di sekolah padahal urusan di rumah belum selesai. Melakukan hal-hal yang tidak disukai tersebut harus dijadikan sebagai kebiasaan sehingga menjadi kebiasaan yang menyenangkan yang pada gilirannya akan terbentuk akan terbentuk sikap disiplin. Hal yang paling ampuh bagi guru untuk mendisiplinkan murid adalah modelling.

  2. Kenyataan yang terjadi ,guru menerapkan disiplin agar siswa bisa berprilaku jujur dalam bertindak tapi kadang kala jusru siswa tidak bisa disipilin karena adanya disiplin sekolah dan disiplin kelas.saya selaku pendidik merasa prihatin dimana siswa begitu berani dengan guru.karena guru memberi sangsi mempunyai batasan karena ukuran hak azazi manusia.katanya siswa mencontoh prilaku guru,guru yang santun ,lemah -lembut mala jadi bahanejekan siswa sedangkan guru yang menerapkan kedisiplinan mala jadi musuh bagi siswa.zaman sudah berubah.etika dan kesopanan sudah semakin tertinggal.kenapa baru sekarang br diberlakukan pendidikan berkarakter.

  3. emm kenapa g ada referensinya..,gimana mau jadikan sumber rujukan kalau g ada referensinya…

  4. Di jaman sekarang terasa lebih berat upaya guru menerapkan disiplin kepada siswa, karena tontonan yang ditayangkan televisi justru memperlihatkan contoh2 perilaku tidak disiplin.Saya heran lembaga sensor seolah tidak berfungsi terhadap tayangan2 yang tersaji oleh pertelevisian kita (maaf), ada film kartun impor yang ceritanya mengisahkan anak yang suka melawan orangtua, ada sinetron lokal yang menyajikan perilaku tidak terpuji para suami dan juga perilaku tidak sopan para istri tehadap suami2nya.Reality show yang menyajikan tayangan perilaku usil/jail terhadap orang lain yang seolah dilegalkan atau tayangan2 yang katanya merupakan kisah nyata yang memperlihatkan perselingkuhan, penghianatan terhadap norma keluarga ,dsb. Belum lagi infoteiment yang berlomba membuka aib orang walaupun pada saat ditayangkan acara2 tersebut ada keterangan seperti : tayangan ini sudah disetujui oleh pihak-pihak terkait, atau “adegan ini tidak boleh ditiru karena tidak terpuji” (dalam reality show yang menayangkan adegan saling jambak/saling cakar dua orang wanita misalnya atau saing tinju dua orang pria yang katanya adegan itu nyata dan bukan rekayasa ). Kapan ya pihak pertelevisian kita bisa berkoordinasi dengan para ahli dalam bidang pendidikan sehingga tayangan2 yang mereka sajikan selaras dengan pendidikan disiplin yang para guru atau orangtua tanamkan ?
    Mengingat sangat pentingnya penerapan disiplin dalam setiap aspek kehidupan maka upaya guru dan orangtua mengenalkan dan mengajarkan serta menanamkan perilaku disiplin terhadap peserta didik nampaknya menjadi “wajib” hukumnya. Dan nampaknya hal itu akan lebih mudah dilaksanakan ketika semua komponen bekerja sama dan saling menunjang, karena seperti kita ketahui bahwa peserta didik menerima pendidikan secara formal di sekolah dan pendidikan informal dari lingkungan terdekatnya termasuk tayangan2 yang tersaji di televisi karena inilah hiburan paling murah dan mudah terjangkau oleh masyarakat, termasuk peserta didik kita para calon manusia dewasa. Demikian curhat saya sebagai salah seorang guru/pendidik yang kadang merasa lelah dalam upaya menerapkan disiplin baik pada peseta didik di sekolah maupun anak2 di rumah. Tapi paling tidak upaya minimal saya adalah memberi mereka contoh bagaimana berperilaku disiplin dan menunjukkan manfaat apa yang akan kita peroleh apabila kita disiplin. Terima kasih untuk pak Akhmad atas tulisan2 yang inspiratif dan kesempatan tuk memberi tanggapan, semoga bermanfaat.

Silahkan sampaikan apa yang ada dalam pikiran Anda!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s