16 comments on “Kualifikasi Pengawas Sekolah

  1. trimakasih ada tmpt berbincang.Gmn dg pengawas Bimbingan Konseling?Agr minat bakat anak didik lebih optimal layanan BK dan pengawasan BK jg harus eksis.

  2. apakah calon pengawas SMP harus guru SMP? bagaimana kalau guru SMA mau jadi pengawas SMP bidang MIPA dia sudah S2 dan golongan IVa jatah di SMA tidak ada formasi untuk Mipa .
    semoga rekukruimen pengawas sekarang membawa angin segar dan image masyarakat terhapus bahwa seoarng pengawas identik dengan amplop. terima kasih mas Akhmad.
    @bu Ai sri rahayu
    Idealnya penugasan pengawas (dikmen) disesuaikan dengan latar belakang peugasan pada saat menjadi guru , tetapi pada kenyataannya sangat bergantung pada kebutuhan dan kebijakan dinas pendidikan setempat. Dulu saya guru BK di SMA tetapi saat ini penugasan pengawas saya di SMP.

  3. bagaimana ya kalo Pengawas untuk TK/SD ngak S1 masih SPG, apakah harus jadi guru lagi yach…Kepala sekolah yang ngak D2 aja turun jadi guru mengapa pengawas TK/SD ngak ya…Gurunya aja harus S1..Bagaimana aturanya itu bisa berlaku/

  4. MATI LAMPUUUUUUU !

    Bagi KS atau Guru yang sudah menikmati tunjangan fungsional dari hasil Sertifikasi dan diangkat menjadi PS tunjangan tersebut dihentikan. Seperti yang saya alami.Karena aturan tunjangan sertifikasi bagi pengawas sekolah gak jelas.
    Yaaaaaach, KITA ANGGAP SAJA MATI LAMPU, mungkin gak salah juga kalau kita ambil lilin trus dinyalakan agar sekedar bisa membaca, dari pada nggedumel/mengumpat karena lampunya mati.
    Gimana Pak PS yang lain………………
    Kalau anda berumur 45 tahun, semoga panjang umur, masih ada kesempatan tuk menikmati gantinya kabinet dan wakil rakyat 3 (tiga) kali lagi. Masa gak ada yang nyangkut ke kita. heeeee heeee heeee !?
    Salam semangat tuk Pak PS yang senasiiiiiiip.
    Terimakasih……..

  5. Saya sangat setuju pengawas berasal dari S2, agar pengawas berwibawa baik dikalangan guru maupun kepala sekolah. Sekarang pengawas tidak berwibawa karena umumnya rekrutmen pengawas kurang berkualitas dan tidak memperhatikan persyaratan akademik, bahkan pengawas dianggap buangan bagi guru, atau kepala sekolah yang malas. hehehe!!!!!!

  6. Pengawas SMA/MA harus S2 ???? nggak ada dech di daerah saya, kalo D3 banyak. Harapan saya departemen pendidikan telitilah kembali para pengawas sekolah yang ada sekarang. Didaerah ini pengawas diangkat dari guru yang malas ngajar saja

  7. nah disini tempatnya para kepala sekolah meknimati hasilnya….setelah sekian lama mengumpulkan….kini menikmati sambil menjadi pengawas hahahaha tapi tidak semua begitu lhoooooooooooo

  8. Bagainama dengan pengawas yang sudah ada? Apakah mereka harus dialihtugaskan kembali menjadi guru? Apakah kami harus kuliah lagi untuk mendapatkan ijazah S2? Penghasilan kami paspasan. Kami kuliah lagi anak kami harus berhentu kuliah. Apakah yang membuat aturan ini tidak berfikir? Kami ini pengawas yang sudah berumur di atas 50 tahun dan rata-rata mempunyai 3 orang anak yang sedang kuliah serta mungkin ada adik-adiknya yang masih bersekolah. Apakah pendidikan anak-anak ini harus dikorbankan agar ayahnya dapat kuliah lagi. Coba renungkan. Dan perlu diketahui pula bahwa para kepala sekolah yang sudah menyelesaikan S2 pada enggan untuk menjadi pengawas, karena kurangnya finansial yang mendukung untuk operasional pengawas.

Silahkan sampaikan apa yang ada dalam pikiran Anda!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s