Tahapan Konseling Individual

Oleh : Akhmad Sudrajat

Dari beberapa jenis layanan Bimbingan dan Konseling yang diberikan kepada peserta didik, tampaknya untuk layanan konseling perorangan perlu mendapat perhatian lebih. Karena layanan yang satu ini boleh dikatakan merupakan ciri khas dari layanan bimbingan dan konseling, yang membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus

Dalam praktiknya, memang strategi layanan bimbingan dan konseling harus terlebih dahulu mengedepankan layanan – layanan yang bersifat pencegahan dan pengembangan, namun tetap saja layanan yang bersifat pengentasan pun masih diperlukan. Oleh karena itu, guru BK maupun konselor seyogyanya dapat menguasai proses dan berbagai teknik konseling, sehingga bantuan yang diberikan kepada peserta didik dalam rangka pengentasan masalahnya dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Secara umum, proses konseling terdiri dari tiga tahapan yaitu: (1) tahap awal (tahap mendefinisikan masalah); (2) tahap inti (tahap kerja); dan (3) tahap akhir (tahap perubahan dan tindakan).

A. Tahap Awal

Tahap ini terjadi dimulai sejak klien menemui konselor hingga berjalan sampai konselor dan klien menemukan masalah klien. Pada tahap ini beberapa hal yang perlu dilakukan, diantaranya :

  • Membangun hubungan konseling yang melibatkan klien (rapport). Kunci keberhasilan membangun hubungan terletak pada terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling, terutama asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan; dan kegiatan.
  • Memperjelas dan mendefinisikan masalah. Jika hubungan konseling sudah terjalin dengan baik dan klien telah melibatkan diri, maka konselor harus dapat membantu memperjelas masalah klien.
  • Membuat penaksiran dan perjajagan. Konselor berusaha menjajagi atau menaksir kemungkinan masalah dan merancang bantuan yang mungkin dilakukan, yaitu dengan membangkitkan semua potensi klien, dan menentukan berbagai alternatif yang sesuai, untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi klien.
  • Menegosiasikan kontrak. Membangun perjanjian antara konselor dengan klien, berisi: (1) Kontrak waktu, yaitu berapa lama waktu pertemuan yang diinginkan oleh klien dan konselor tidak berkebaratan; (2) Kontrak tugas, yaitu berbagi tugas antara konselor dan klien; dan (3) Kontrak kerjasama dalam proses konseling, yaitu terbinanya peran dan tanggung jawab bersama antara konselor dan konseling dalam seluruh rangkaian kegiatan konseling.

B. Inti (Tahap Kerja)

Setelah tahap Awal dilaksanakan dengan baik, proses konseling selanjutnya adalah memasuki tahap inti atau tahap kerja.

Pada tahap ini terdapat beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :

  • Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah klien lebih dalam. Penjelajahan masalah dimaksudkan agar klien mempunyai perspektif dan alternatif baru terhadap masalah yang sedang dialaminya.
  • Konselor melakukan reassessment (penilaian kembali), bersama-sama klien meninjau kembali permasalahan yang dihadapi klien.
  • Menjaga agar hubungan konseling tetap terpelihara.

Hal ini bisa terjadi jika :

  • Klien merasa senang terlibat dalam pembicaraan atau waancara konseling, serta menampakkan kebutuhan untuk mengembangkan diri dan memecahkan masalah yang dihadapinya.
  • Konselor berupaya kreatif mengembangkan teknik-teknik konseling yang bervariasi dan dapat menunjukkan pribadi yang jujur, ikhlas dan benar – benar peduli terhadap klien.
  • Proses konseling agar berjalan sesuai kontrak. Kesepakatan yang telah dibangun pada saat kontrak tetap dijaga, baik oleh pihak konselor maupun klien.

C. Akhir (Tahap Tindakan)

Pada tahap akhir ini terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu :

  • Konselor bersama klien membuat kesimpulan mengenai hasil proses konseling.
  • Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan yang telah terbangun dari proses konseling sebelumnya.
  • Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling (penilaian segera).
  • Membuat perjanjian untuk pertemuan berikutnya

Pada tahap akhir ditandai beberapa hal, yaitu ; (1) menurunnya kecemasan klien; (2) perubahan perilaku klien ke arah yang lebih positif, sehat dan dinamis; (3) pemahaman baru dari klien tentang masalah yang dihadapinya; dan (4) adanya rencana hidup masa yang akan datang dengan program yang jelas.

[adalah seorang praktisi pendidikan di Kadugede-Kabupaten Kuningan ]

Tagged with: , ,
Ditulis dalam KONSELING
22 comments on “Tahapan Konseling Individual
  1. Yarmis Syukur mengatakan:

    Numpang dikit pak Akhmad

    Kesuksesan pelaksanaan Konseling Individual dapat di cek melalui penilaian segera (laiseg) dengan mengenali:
    1. Apa perolehan klien dari konseling yang diikutinya; artinya bisa diketahui apakah ada wawasan baru (pengetahuan dan pemahaman baru)yang diperoleh klien dari proses konseling yang diikutinya.
    2. Bagaimana perasaan klien;apakah ada kelegaan dengan terbahasnya masalah bersama konselor atau masih ada yang menggangu. Jika klien telah merasa lega, berarti indikator konseling sukses ada pada konseling tersebut. Sebaliknya, jika klien masih merasa ada beban, itu bisa jadi pertanda masalah klien belum tuntas terbahas.
    3. Apa yang akan dilakukan klien setelah konseling berakhir; apakah cukup jelas bagi klien yang akan dilakukannya setelah ia berpisah dengan konselor.

  2. rifki mengatakan:

    pak, kalo orang yang suka mengejek orang lain itu bisa disebut abnormal

  3. ish-K mengatakan:

    gambar thermometer harga diri seprti ap sih???
    sy tggu jwbnny,
    mkasi pak…

  4. ELA mengatakan:

    Pak,,, Tlgn Aq donk…

    tlong jlskn tntg Apa itu “BiMbingan Konseling diperLuas”?

    Di jWbnnya yacH…..

    mkCh…

  5. Imam Tejo mengatakan:

    Luar biasa pak aku sangat menghargainya

  6. carissa mengatakan:

    thanks bgt bwt informasinya

  7. Iip Latipah mengatakan:

    Terima kasih telah memberikan bahan kuliah yang berarti bagi saya. Bapak, saya ingin memahami lebih jelas mengenai kerangka konseling yang meliputi attending, responding, personalizing dan initiating dalam pandangan Bapak. Sejauh yang saya ketahui, keempat komponen itu merupakan seni dalam pemberian bantuan, khususnya dalam proses mikro konseling. Nah, bagaimana keterkaitannya dengan materi yang Bapak tulis?
    Semoga menjadi amal soleh. Amin….

  8. Mr XXX mengatakan:

    Tanks juga ya…
    Smoga berhasil dalam bimbingan anda
    DI DUNIA DAN DI AKHIRAT

    AMIN…………………………………………!!!

  9. Anonymous mengatakan:

    Tanks juga ya…
    Smoga berhasil dalam bimbingan anda
    DI DUNIA DAN DI AKHIRAT

    AMIN…………………………………………!!!

  10. defit mengatakan:

    jazakumullahu khairon katsiro pak….
    artikelnya 100% berguna untuk bahan bacaan dan referensi mahasiswa Psikologi pendidikan bimbingan seperti saya dan teman-teman yang lain. semoga bapak sukses selalu
    tapi defit pengen bapak menambah tulisan bapak mengenai konseling individual
    oh iya pak, defit juga pengen artikel yag bapak tulis disertakan sama daftar bacaan bapak, biar kita bisa lebih memperdalam tulisan…(biar mandiri gitu pak..)
    at least, syukron jazilan, ditunggu tulisan yang lainnya pak! wass

berkunjung, berfikir dan berkomentar...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 14.053 pengikut lainnya.